MULAI BEKERJA

771 76 8
                                        

Angin bertiup cukup kencang membuat udara semakin terasa dingin. Dari balik jendela terlihat rintik hujan mulai turun, bintang-bintang juga sudah tak terlihat. Nabila terjaga dari tidurnya membangunkan Rony.

"Kita ke kamar baby aja yuk" Nabila menggoyangkan lengan Rony yang sudah terpejam.

"Sayang, anak kita sudah tidur" jawab Rony malas.

"Ya udah...kakak tidur sendiri aku ke kamar baby" ancam Nabila, semenjak Nabila pulang dari Turki Rony tak pernah mau tidur terpisah dari Nabila.

"Ya Allah sayang... anak-anak lagi anteng ini malah kamu yang rewel" jawab Rony dengan malas.

"Hem... kan ayah gitu" rengek Nabila.

Sejak awal baby twins memang di tempatkan di kamar berbeda, di sebelah kamar merek. Beberapa minggu keduanya tidur di kamar baby twins menemani namun akhir-akhir ini mereka sudah tidur di kamar mereka sendiri dengan tetap mengontrol baby twins mereka.

Nabila tak pernah menyerah dengan inginnya, dia terus memaksa Rony untuk bangun menuju kamar baby twins yang tentu saja tak mampu Rony tolak. Walau Rony sedikit malas tapi dia tetap mengikuti ingin istrinya itu.

"Tuh..... anak kita tidur sayang" ucap Rony melihat kedua bayinya terlelap dengan nyenyak.

"Ada petir dan hujan aku takut mereka kaget".

"Ini sih ibunya yang kaget... bukan anaknya" Rony merangkul dan menarik hidung Nabila.

"Maaf ya ganggu tidur kamu".

"Iya gak papa.. ya udah... kita sekalian tidur sini ya.. kamu lupa besok sudah harus mulai kerja?".

Mendengar itu Nabila tertunduk. Akhir-akhir ini Nabila uring-uringan memikirkan masa cutinya yang sudah usai. Dia mulai resah dan khawatir pada kedua bayinya saat harus dia tinggal untuk bekerja.

Rony sedikit menangkap ada gelagat tidak baik di wajah Nabila, Rony tau jika kembalinya bekerja besok pasti cukup mengganggu fikiran Nabila.

"Anak-anak pasti aman" ucap Rony menenangkan Nabila. Nabila hanya menoleh menatap Rony dengan mata sendu. Rony menarik Nabila dalam peluknya memberikan ketenangan yang tak mampu diberikan orang lain yang tentu saja itu selalu berhasil membuat Nabila merasa nyaman.

Pagi menjelang Rony dan Nabila bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Sebelumya dia menyiapkan segala kebutuhan kedua bayinya, memastikan semua yang dibutuhkan baby Re dan Rey akan terpenuhi walau tak ada mereka.

"Mbk, nanti asinya di kulkas ya, inget jangan ditinggal ya. Inget juga jam 10 mereka harus tidur, hp mbk jangan sampai mati loh ya ada apa-apa segera telfon" Nabila mulai menghujani mbk dengan banyak instruksi. Bibi dan Rony saling melirik menertawakan tingkah Nabila.

"Ibu nanti bakalan kesini, di sini juga ada Bibi.. kamu gak perlu khawatir, berkerjalah dengan tenang" ucap Bibi mengelus pundak Nabila yang sibuk dengan perintilan bayi.

"Tapi bi...." rengek Nabila dengan wajah memelas.

"Bibi ngerti kok... tapi sayang kalau kayak gini terus kamu gak akan tenang" Nabila memelas, dia menoleh menatap Rony yang memperhatikan keduanya. Mimik wajah Nabila memohon mencoba mendapat dukungan, Rony pun tak hilang arang segera memberi senyuman manisnya.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
CINTA PERTAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang