DI LUAR PERKIRAAN

1.1K 88 11
                                        

Sore hari saat senja menampakkan wajahnya Nabila duduk di jendela menatap kosong tanpa tau apa yang sedang ada dikepalanya.

"Sayang lagi ngapain?" tanya Rony.

"Sayang.. boleh gak besok aku ke rumah sakit bentar?".

Rony mengecup kepala Nabila, mengelusnya lembut. Sudah seminggu Nabila tak kerumah sakit karena Nabila sendiripun sudah mengajukan cuti kerjanya.

"Ngapain? Kan kamu udah cuti sayang" lanjut Rony heran.

"Lihat deh" Nabila menyodorkan HP pada Rony memperlihatkan pesan dari Arya. Rony mengambil HP itu membaca isi WA yang Arya kirim.

"Memang kak Arya gak bisa nanganin ini Nab, maksudnya dokter kardiologi yang lain kan bisa".

"Operasi tumor dengan kondisi pasien yang mengalami kerusakan katup jantung ini cukup rumit. Kak Arya pengen aku dampingin dia operasi lusa..".

"Dan kamu juga perlu inget minggu depan adalah HPL kamu. Kamu ngajukan cuti aja terbilang lambat loh baru minggu kemaren" wajah Rony sedikit menekuk, dia terlihat jengkel karena Nabila yang terlalu memaksakan diri, dia juga sedikit kesal dengan Arya yang terlalu bergantung pada Nabila.

"Rumah sakit terlalu bergantung sama kamu Nab untuk dokter Jantung, ada 5 dokter jantung di sana masak gak ada satupun yang bisa" lanjut Rony masih dengan nada kesalnya. Nabila menunduk, jujur bukan karena dokter lain tak bisa, tapi kenyataanya untuk operasi lusa Nabila adalah salah satu dokter jantung yang paling siap dan sangat mampu menanganinya.

Keduanya terdiam tanpa kata, Nabila sendiri bingung harus menjawab apa.

"Kak, aku bakalan telfon kak Arya biar dokter Renal yang dampingi dia" ucap Nabila lemas. Nabila merasa sedih menolak operasi itu tapi dia juga tak mungkin mengabaikan peringatan suaminya. Rony sudah terlalu banyak khawatir dengan segala hal yang Nabila lakukan selama hamil.

Rony berlutut di hadapan Nabila, lalu mencium perut Nabila lembut. Dia menarik Nabila duduk di sofa agar keduanya bisa santai.

"Sini, perut kamu sudah sebesar ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sini, perut kamu sudah sebesar ini. Tapi aku heran kenapa kamu gak ada capeknya" nada Rony melembut membuat hati Nabila menghangat.

"Anak kita kuat kayak ayahnya" Jawab Nabila.

"Besok aku anter ke rumah sakit, dan lusa kamu bisa bantu kak Arya tapi janji tidak kerja berat" ujar Rony membuat wajah Nabila yang mendung menjadi cerah seketika.

"Pasti... aku janji... aku hanya bantu aja, aku janji bakalan hati-hati dan aku janji bakalan jaga diri".

Nabila memeluk Rony erat, dia tau persis bagaimana usaha Rony menahan amarah dan khawatirnya hanya demi melihat Nabila bahagia.

Keesokan harinya, Nabila ke rumah sakit dan mendiskusikan hasil pemeriksaan akhir dari pasien yang akan Nabila operasi besok bersama Arya. Rony sendiri menunggu Nabila di luar ruangan Arya dengan begitu sabar. Sekitar 2-3 jam pembahasan selesai dan keduanya sudah siap akan melakukan operasi besok.

CINTA PERTAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang