ANEH

879 78 10
                                        

Kepulangan Nabila ke Indonesia disambut bahagia oleh keluarga, entah keluarga Rony sendiri ataupun keluarga Nabila dari Aceh yang memang menyempatkan diri untuk berkunjung ke Jakarta hanya untuk menyambut Nabila. Waktu berlalu begitu menyenangkan karena Rony dan Nabila kembali bisa melakukan aktifitas bersama. Walau dengan kesibukan masing-masing tapi keduanya sangat menikmati karena tak ada lagi jarak jauh yang memisahkan kita.

"Kak cepet kesini, Kak Alya sudah disini sama Kak Aro". Sebuah pesan Nabila kirim pada Rony. Saat dia sedang menunggu cemas di depan ruangan Alya yang sedang bertarung nyawa melahirkan seorang bayi di dampingi Aro. Nabila mondar mandir mencemaskan Alya, dia terus menunggu dan berdo'a agar Alya dan bayi selamat dan sehat.

"Iya sayang, aku sudah di parkiran rumah sakit" jawab Rony berlari menyusul Nabila.

"Sayang" teriak Rony saat melihat Nabila

"Kak... Kak Alya dah di dalam ma Kak Aro" seru Alya.

"Oke... Om dan tante belum datang?" tanya Rony menanyakan orang tua Alya.

"Belum kak.. mereka dalam penerbangan dari Bangkok. Orang tua Kak Aro juga dalam perjalanan".

"Kamu gak ada pasien?".

"Jam tugas ku sudah selesai kak, jadi aku bisa nunggu di sini".

"Iya mudah-mudahan lancar ya".

"Aaminnn" jawab Rony. Mereka menunggu dengan sabar hingga terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan. Nabila dan Rony saling memandang dan bersuka cita dengan kelahiran seorang bayi yang memang dinanti.

"Alhamdulillah" ucap Nabila memeluk Rony.

Mereka menunggu semuanya beres dan langsung menemui Aro dan Alya yang sudah terlihat berbinar melihat bayi mungil perempuan terlahir di dunia.

"Kak selamat ya.. dia cantik seperti ibunya".

"Selamat ya Ro, Al..." Lanjut Rony.

"Makasih ya".

"Siapa kak nama ponakan ku ini?" tanya Nabila menggendong bayi mungil itu.

"Syarla Bil" jawab Alya.

"Cantik sekali namanya. Tumbuh sehat ya ponakan tante".

"Aaminnn" semua menjawab dengan senyum bahagia.

Setelah puas menemani Alya dan Aro, dan semua keluarga berkumpul Nabila dan Rony memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan pulang entah mengapa Rony terlihat lemas.

"Kak.. kakak kenapa?" tanya Nabila.

"Gak tau sayang. Akhir-akhir ini perut ku sering gak enak dan lemes".

"Loh.. kenapa gak bilang. Kan aku bisa periksa, udah sekarang aku yang nyetir aja ya" ucap Nabila.

"Gak papa aman. Sayang boleh gak kita mampir beli buah boleh gak?" ajak Rony. Nabila melirik aneh.

"Buah? Di rumah stok buah banyak dah mau beli lagi?".

"Aku lagi pengen makan buah durian".

"Ha... Durian? Serius ah, kakak kan gak suka durian" Nabila melirik Rony aneh.

"Hem.. gak tau Nab.. aku pengen".

"Aneh memang. . Tapi gak makan di rumah, aku gak mau bau durian di rumah. Kakak tau kan aku gak suka, lagian juga aneh banget kakak kan juga gak suka kenapa tiba-tiba pengen gitu"..

"Tadi di kantor ada yang bawak paincake durian gitu sayang, aku jadi pengen".

"Hem.. ya udah tapi makan di tempat aja ya".

CINTA PERTAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang