ORANG TUA BARU

829 74 16
                                        

Pagi sekali Nabila sudah terbangun, sudah 2 bulan cuti Nabila berlangsung paska melahirkan. Dia benar-benar memanfaatkan waktu untuk menjaga penuh kedua bayinya walau sudah ada Bibi dan tambahan babysitter yang telah Rony siapkan, walau banyak sekali perdebatan tentang adanya babysitter itu sebelumnya. Beberapa waktu sebelumnya saat memutuskan untuk mendatangkan babysitter Rony dan Nabila pun sempat bersitegang.

"Kak, aku bisa mengurus mereka" Suara Nabila menekan sambil menggendong Baby Re, Rony duduk dan menggendong Baby Rey.

"Aku tak pernah meragukan kamu Nab, tapi ini ada dua bayi. Kamu gak bisa keras kepala seperti ini" jawab Rony berusaha menahan suaranya agar tak terlihat membentak.

"Masalahnya aku gak percaya sama orang lain kak" suara Nabila semakin meninggi, dia juga memalingkan wajahnya dari Rony. Walaupun sudah mengetahui seberapa keras kepala istrinya ini, tapi Rony tak pernah melihat Nabila sengotot ini.

"Nabila... ini mumpung kamu belum mulai bekerja.. kita harus cari babysitter yang bisa kita percaya.. setidaknya awal-awal kita bisa awasi penuh. Kebayang kan kalau kamu nanti mulai kerja, anak-anak gimana" Rony kembali menjawab Nabila dengan suara yang lebih lembut. Dia tau persis jika Nabila emosi diapun tak boleh ikut emosi.

"Kakak memang mau anak-anak dijaga sama orang asing. Gimana kalau nanti mereka gak bisa jaga anak kita. Terus gimana kalau malah mereka buat anak kita kenapa-napa" cecar Nabila. Rony mulai sedikit emosi ternyata sikap lembut tak bisa membuat Nabila cukup mengerti hingga tak sengaja dia bernada keras untuk menghentikan kekhawatiran Nabila.

"Nabila...." teriak Rony membuat Nabila bungkam dan membuat kedua bayinya menangis. Nabila kaget namun fokusnya kembali kepada ke dua bayinya. Rony dan Nabila menenangkan ke dua bayi mereka hingga diam. Setelah kedua bayi mereka mulai terlelap Rony perlahan menghampiri Nabila, dia tau dia salah telah membentak Nabila tapi hanya itu cara meredakan kekhawatiran Nabila yang mulai berlebihan. Dengan lembut dia mengelus pundak Nabila, menarik Nabila dalam peluknya.

"Sini" pinta Rony menarik Nabila setelah meletakkan Baby Re di tempat tidur.

"Maaf kalau aku bentak kamu ya" bisik Rony

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Maaf kalau aku bentak kamu ya" bisik Rony. Entah mengapa bisikan itu menusuk hingga relung hati Nabila membuatnya menangis dalam dekapan suaminya.

"Nab.... Aku tau kamu sayang sama kedua anak kita, jangan lupa kalau aku juga ayahnya. Rasa sayang ku pun juga besar pada mereka. Aku cuman mau kamu sedikit memberi ruang untuk kamu sendiri, ruang iklas dan juga sabar. Iklas jika kita manusia biasa yang memiliki kekurangan dan ambang batas kemampuan, sabar untuk menghadapi banyak hal baru yang akan kita hadapi sebagai orang tua" ucap Rony sambil mengelus kepala istrinya yang masih saja terus menangis

"Maafin aku ya" lanjut Rony. Nabila melepas pelukannya. Dia menarik tangan Rony lalu mencium tangannya.

"Aku yang seharusnya minta maaf. Maaf sudah keras kepala, maaf sudah selalu membuat kakak kesal dengan tingkah ku yang kekanak-kanakan" ucap Nabila terbata-bata karena isak tangis. Rony tersenyum melihat istrinya itu. Dia seorang ibu dengan dua anak namun wajahnya masih saja terlihat seperti anak-anak lebih-lebih saat dia menangis membuat Rony gemas.

CINTA PERTAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang