Luas hati seorang ibu sungguh tak terkira, bagaimana bisa organ sekecil itu mampu menampung luasnya cinta kasih untuk semua orang. Kian lama rasa cinta yang tertanam dalam hati seorang ibu bukan semakin pudar tapi sebaliknya semakin menjulang tinggi hingga mampu mengantarkan seseorang ke surga. Bagi Nabila dulu itu hanyalah sebuah ungkapan tapi kini dia benar merasakannya.
Malam ini walau dia belum bisa terlelap hingga dini hari entah mengapa tenaganya masih penuh dengan melihat 3 manusia yang Allah sudah ciptakan dalam hidupnya. 3 manusia yang demi mereka dia mampu menyerahkan nyawanya, dia terus menatap lembut ketiganya dN satu persatu ia kecup kening mereka yang masih terlelap menikmati minpi indah.
"Kak, anak-anak ibu kalian harus terus sehat ya. ." gumam Nabila.
Dalam keadaan setengah sadar Rony mendengar bisikan itu, dia memilih untuk menikmati lembutnya sentuhan Nabila, membiarkan Nabila terus menatap nya dengan kasih. Beberapa menit Nabila akan beranjak dengan sigap Rony menarik tangan Nabila.
"Mau kemana?" tanya Rony masih dengan mata terpejam.
"Loh.. kakak dah bangun?" balas Nabila merasa sudah dipergoki.
"Tidur sini deh... boleh kan?" pinta Rony. Nabila menjatuhkan tubuhnya di dekat si kembar.
"Bukan di situ Nab... sini sebelah aku" pinta Rony menarik Nabila ke sisi kanan Rony agar tak ada penghalang antara keduanya.
"Hem.. ada apa? Pagi-pagi udah manja aja" ucap Nabila yang sudah ada dalam dekapan Rony.
"Pengen dimanaja aja sama istri. Habisnya tiap pagi si istri manjain anak terus suaminya ditinggal terus".
"Idih apaan coba ngomongnya, mana ada ya... kita aja jarang tidur sama si kembar, si kembar sering kita tinggal di kamar mereka" Nabila sedikit mencubit Rony.
"Masak sih.. tapi kok aku kangen terus ya sama kamu".
"Gobalnya bapak anak dua gini ya...ha..ha.." Nabila tertawa sambil mencubit pipi Rony. Rony pun juga tertawa sembari terus memeluk Nabila.
"Sayang.. nanti beneran gak bisa datang kah di grand opening kantor baru?" tanya Rony.
"Maaf ya kak.. aku beneran ada operasi".
"Hem... iya gak papa.. tapi malam nanti temenin ke acara nikahan temen ya".
"Iya... nanti malam bisa.. oh... iya jangan macem-macem ya sama Keysa. Aku gak mau tuh ada kabar kakak deket-deket sama Keysa" ancam Nabila. Nabila masih sedikit terusik dengan keberadaan Keysa di lingkungan kerja Rony, bukan tak percaya tapi memang semenjak Rony memutuskan untuk membantu perusahaan Keysa mereka menjadi sangat intens bertemu, belum lagi kerja sama mereka juga semakin meningkat.
"Ya Allah sayang... gak akan... makanya aku pengen kamu ikut".
"Ya ikut gak ikut, kakak harus tetep gak boleh deket-deket sama cewek pokoknya... kalau bukan karena operasi juga aku pasti ikut".
"Iya sayang... siap laksanakan. Ya udah ayo... kita sholat dulu" ajak Rony. Nabila mengangguk dan bangun, mereka memeriksa si kembar memastikan jika keduanya masih terlelap.
Sekitar jam 7 pagi Nabila dan Rony sudah siap berangkat. Seperti biasa Nabila harus sudah menyiapkan kebutuhan si kembar agar dia bisa tenang meninggalkan kedua anaknya pada Mbk Nina dan bibi'. Rony juga melakukan hal yang sama, dia memastikan semua akan baik-baik saja.
"Kakak masih mau ngaterin aku, apa pake sopir aja?" tanya Nabila.
"Anter kamu lah, gak usah pake sopir. Tapi nanti pulangnya kamu dijemput sopir ya sayang.. aku nyusul terus kita bisa siap-siap ke acara pernikahan bareng".
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA PERTAMA
Fiksi Umum"Beri sedikit keberanian untuk perlahan terbang bebas tanpa mendengar prasangka yg menghimpit dada. Melangkah tanpa resah mendengar bisik yg memilukan. Dan atau duduk tenang tanpa gundah akan desakan banyak hal" Sepenggal kisah tentang gadis yang hi...
