PELIPUR NABILA

900 87 17
                                        

Pagi sekali Rony bangun, dia cek HP namun tak dia dapati pesan dari Nabila. Masih di atas tempat tidur dia mulai memikirkan banyak hal, masalah pekerjaannya yang tak kunjung selesai dan Nabila yang sekarang marah padanya.

"Nab... please angkat telfon ku" gerutu Rony tanpa sadar kalau Turki lebih lambat 4 jaman dari Indonesia hingga bisa jadi Nabila sedang tidur.

"Sayang, nanti aku di kantor bakalan meeting ya.. nanti aku pastikan selalu update sama kamu. Sayang percaya sama aku ya" pesan itu Rony kirim pada Nabila dan segera bersiap-siap untuk sholat untuk berangkat ke kantor.

Rony juga mengirim potret nya ke Nabila mencoba merayu Nabila agar marahnya segera usai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rony juga mengirim potret nya ke Nabila mencoba merayu Nabila agar marahnya segera usai. Di kantor Rony sudah disambut oleh beberapa karyawan termasuk Pak Adit dan juga Keysa.

Dengan begitu cekatannya Rony mengatasi semua masalah satu persatu. Pak Adit dengan setia juga menemani dan mendukung semua keputusan yang Rony ambil termasuk tetap mempertahankan kerja sama bersama Keysa dengan jaminan setengah dari saham Keysa.

Turki sudah mulai memperlihatkan wajahnya sedang di Indonesia menjelang siang. Nabila yang hari ini tak memiliki kegiatan yang begitu padat dan hanya merampungkan hasil evaluasi kemaren mengambil telfon segera membalas pesan Rony.

"Kak... Gimana?" balas Nabila singkat. Namun kali ini Rony terlalu sibuk hingga tak sadar Nabila membalas WAnya. Nabila yang mulai penasaran langsung melakukan vidio call pada Pak Adit yang dia yakini pasti sedang bersama Rony.

Pak Adit sedang duduk agak jauh dari Rony dan Keysa saat keduanya kembali menandatangani kesepakatan baru yang dibuat untuk kelanjutan proyek kerja mereka. Dengan cepat Pak Adit mengangkat vidio call dari istri atasannya itu.

"Assalamualaikum Pak" ucapa Nabila

"Waalaikumsalam Nabila, sehat?".

"Sehat Alhamdulillah. Gimana Kak Rony Pak?".

"Aman itu lagi tanda tangan kontrak baru" dengan santainya Pak Adit mengarahkan kamera pada keduanya yang sedang berbicara di ruangan itu. Sayang sekali moment itu sungguh tidak pas. Saat itu dengan sangat girangnya Keysa beranjak dari tempat duduk dan memeluk Rony untuk berterimakasih. Hal itu terlihat jelas dari kamera. Mata Nabila nanar melihat suaminya dipeluk wanita lain, hatinya bergejolak ingin sekali dia terbang ke Indonesia untuk menarik perempuan itu jauh dari suaminya. Pak Adit yang sadar akan itupun juga kaget namun juga tak dapat berkata apapun.

Nasi sudah menjadi bubur, sungguh pak Adit tak berniat untuk membuat Nabila salah paham. Kejadian tak terduga itu terjadi begitu cepat. Nabila masih terdiam, dia bingung harus bereaksi seperti apa.

"Nabila....." tegur Pak Adit.

"Te.. terimakasih Pak... Aku ada kerjaan" ucap Nabila dan langsung mematikan vidio call.

Pak Adit mengusap wajahnya panik, dia segera menghampiri Rony dan menceritakan kejadian di vidio call itu pada Rony. Rony tertegun, dia mengacak - acak kepalanya sendiri merasa khawatir.

CINTA PERTAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang