"Beri sedikit keberanian untuk perlahan terbang bebas tanpa mendengar prasangka yg menghimpit dada. Melangkah tanpa resah mendengar bisik yg memilukan. Dan atau duduk tenang tanpa gundah akan desakan banyak hal" Sepenggal kisah tentang gadis yang hi...
Detik, menit, jam, bulan berputar dengan segala suka dan duka menjadi orang tua baru. Setiap hari rasanya Nabila dan Rony terus belajar tentang hal baru. Lelah pasti pernah menyerah keduanya tapi wajah malaikat kedua anak mereka selalu mampu menghapus itu. Hari ini Baby Re dan Rey sudah berumur 9 bulan, mereka tumbuh begitu menggemaskan hingga selalu berhasil menjadi pelipur lara untuk ayah dan ibunya.
Ditengah kesibukan Nabila sebagai dokter dan Rony sebagai CEO keduanya tetap selalu mengawasi perkembangan kedua bayinya. Hampir setiap momen mereka abadikan, apapun perubahan pada kedua bayinya selalu mereka lalui. Nabila yang merasa berat diawal mulai terbiasa dan menikmati, Rony pun demikian. Rony yang terlihat kuat nyatanya pun memiliki kekhawatiran yang sama. Tapi keduanya mampu melewati itu berdua dengan bantuan keluarga dan orang-orang baik disekitarnya. Mereka menjadi orang tua yang bekerja sama dengan baik seperti yang mereka lakuka pada pagi ini di hari libur. Rony dan Nabila membiarkan bibi dan Mbk Nina untuk pulang berlibur, mereka mengambil penuh urusan baby Re dan Rey sendiri.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sayang... ini gimana?" teriak Rony dari kamar yang mulai kesulitan karena Baby Rey dan Re sama-sama menangis.
"Iya.. tunggu.. aku matiin kompor dulu" Nabila bergegas dari dapur berlari ke atas ke kamar bayi.
"Ada apa ini?" tanya Nabila melihat kamar sudah berantakan termasuk juga Rony yang sudah kualahan. Rony memelas memohon bantuan pada Nabila.
"Ha...ha.. kakak lucu kalau kayak gitu" Nabila langsung mengambil Baby Rey, sedang Rony menggendong Baby Re. Mereka berdua menenangkan bayi mereka sampai kedua bayi itu tenang.
"Gak tau.. barusan kan Baby Rey tidur.. aku bercanda sama baby Re.. eh.. Tiba-tiba aja Baby Rey bangun teriak nangis".
"Hem.. itu namanya berisik. Orang anak yang satunya tidur malah bercanda" Nabila sedikit mengomel.
"Gak kok.. aku bercandanya gak keras... iya kan sayang" Rony meminta dukungan pada Baby Re yang hanya menatap polos dan menggoyangkan tangan dan kakinya penuh semangat.
"Papa" tiba-tiba terdengar celetukan dari Baby Re yang tentu saja membuat mata kedua orang tuanya terbelalak.
"Nab.. kamu denger... Baby Re manggil papa" ucap Rony kegirangan.
Nabila segera meletakkan kedua bayinya dikasur mencoba meyakinkan dirinya sendiri jika bayi mereka sudah mulai memanggil papa. Selama ini mereka hanya mengomel dengan intonation yang tidak jelas, dan hanya berteriak juga tertawa. Panggilan papa menjadi panggilan pertama dengan intonation jelas dan lantang hingga menbuat deru jantung Nabila dan Rony bergemuruh bahagia.
"Hei... kamu panggil apa barusan sayang... papa? Yuk.. panggil lagi.. papa" ucap Nabila menuntun Baby Re yang tersenyum kegirangan. Tak lama Baby Rey pun juga berucap.