Aku tak dapat berkata-kata selagi tatapanku terkunci pada pemandangan di depanku. Deretan sumpah serapah berlarian di kepalaku, menunggu untuk disuarakan, tapi entah mengapa mulutku tak dapat mengucapkan sepatah kata pun. Aku hanya dapat mengepalkan tangan dengan geram untuk menyalurkan amarah yang perlahan tapi pasti memuncak di kepalaku. Siapa pun pelakunya, mereka akan membayarnya.
"Alice!" Dari sebelah kananku, seorang cowok tinggi berwajah tampan berlari mendatangiku. Dia adalah Peter, sosok yang sudah menjadi sahabatku selama lima tahun. "Ada apa dengan wajahmu?" tanyanya.
Aku memutar bola mata lalu mengembalikan perhatian pada mobil baruku--satu dari seratus mobil edisi terbatas yang baru saja dibelikan ibuku dua hari yang lalu. Ketika aku memarkirnya di halaman parkir Andromeda High tadi pagi, mobil itu masih berkilat baru. Tapi seseorang yang tak bertanggung jawab telah meninggalkan coretan berbagai warna di kaca depannya, dengan kreatifnya menghasilkan mobil tema pelangi.
Peter mengikuti arah pandanganku, lalu bersiul. "Wow, siapa yang cukup gila untuk melakukannya?"
"Yeah. Siapa-yang-melakukannya," ulangku pelan dengan amarah dalam suaraku.
"Kenapa tak kau ikutkan karnaval saja? Aku yakin mobilmu akan menarik banyak perhatian, kau tahu, karena tema pelanginya," celetuk Peter sambil terkekeh geli.
Aku mendelik marah padanya. "Tak lucu, Peter Eckhart," ucapku, menyebut nama panjangnya dengan penuh penekanan. Aku tahu kalau dia tak senang saat aku melakukannya, entahlah apa alasannya. Aku pernah bertanya, tapi dia tampak enggan menjelaskan, jadi jangan salahkan aku kalau menggunakannya di waktu-waktu tertentu--misalnya saat dia membuatku jengkel.
"Ah, kau jahat, Alice. Kau kan tahu aku tak menyukainya," sahutnya pelan sambil menarik tudung hoodie-nya ke atas untuk menutupi rambut pirangnya yang sudah mulai tumbuh panjang melewati telinga.
Kuamati rambutnya yang berantakan sambil menggeleng pelan. Aku tak pernah mengerti bagaimana bisa dia punya banyak penggemar di sekolah kami. Meskipun dia termasuk tampan--dengan mata hijau emerald dan tubuh tinggi yang cukup berotot dalam artian tidak kurus kerempeng—tapi selera fashion-nya benar-benar payah.
Lihat saja hoodie hitam yang dikenakannya hampir setiap hari, kucel dan lusuh. Aku yakin kalau dia tak pernah mencucinya. Atau mungkin dia memiliki selusin stok hoodie serupa di rumah?
"Kau yang duluan membuatku jengkel," balasku, lalu kembali memandangi mobil merah marunku, kali ini sambil menghela napas berat. "Mom bakal mengomel kalau tahu."
"Kau tahu siapa kira-kira pelakunya?"
Aku berpikir sejenak sambil meneguk soda dari kaleng di tanganku. "Well ...." Seketika, sebuah nama melintasi benakku. "Yeah, kurasa?"
"Siapa?"
Sebelum aku dapat menjawab, terdengar suara bernada tinggi yang menjengkelkan dari arah belakang kami. "Oh, bukankah itu mobil Alice Sheridan?"
Nah, itu pemilik nama yang kupikirkan barusan.
Sofia Jarret. Si cewek manja berambut merah menyala. Selalu menggunakan high heels ke sekolah hanya karena ingin terlihat lebih tinggi dari siswi lainnya. Dia juga arogan dan selalu bersikap seenaknya lantaran berpikir bahwa kami semua tak selevel dengannya. Dengan sikap buruk yang dimilikinya, tak heran kalau tak ada yang menyukainya. Seandainya saja kakek-neneknya tak datang ke negara ini, masa sekolahku pasti bakalan lebih indah.
Sekadar informasi, negara kami, Aequor, didirikan di sebuah pulau yang baru ditemukan sekitar dua ratus tahun yang lalu di tengah-tengah Laut Pasifik. Setelahnya, orang-orang mulai berdatangan dan bersama-sama membangun negara ini hingga sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
OLIVER'S PUZZLE [COMPLETED]
Misteri / Thriller[Ambassador's Pick Oktober 2024] [Cerita ini akan tersedia gratis pada 6 Agustus 2021] *** Pembunuhan berantai di Andromeda City mengincar nyawa para Anak Spesial. Oliver harus menemukan kembali ingatannya yang hilang agar dapat menghentikan aksi se...
![OLIVER'S PUZZLE [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/103343551-64-k4006.jpg)