39. Boo Seungkwan

2K 202 0
                                        

"Seungkwan~ tolong ambilkan biskuit di kulkas dong" Pinta mu pada Seungkwan kekasihmu, Seungkwan hanya bisa menurut dan mengambilkan permintaan mu.

"Makasih sayang" Kamu memberikan senyum sembari memegang bungkusan yang biskuit yang Seungkwan beri.

Seungkwan hanya mengangguk dan ingin kembali duduk tenang. Namun suara mu kembali terdengar.

"Sayang, ambilkan bantal dong, aku capek." Seungkwan menarik nafas panjang dan ke kamar mu untuk mengambil bantal.

Fyi, kamu di ruang tamu menonton tv.

Setelah itu ia meletakkan bantal tersebut di kepala mu. Lagi lagi kamu hanya tersenyum.

"Hehehe, makasih Seungkwan," Kamu tiduran sambil menonton tv.

"Kau tau, menonton sambil tidur tidak baik (y/n)" Kamu melihat kearah Seungkwan, kamu yakin, jika Seungkwan sudah mulai bicara hal yang tidak baik, ini pasti akan sangat panjang ceritanya.

"Nanti mata mu akan terkena rabun jauh"

"Tapi aku kan menonton nya jarak jauhh" Kamu mempoutkan bibir mu.

"Itu juga berpengaruh, lebih baik hindari kebiasaan buruk mu (y/n)" Kamu hanya diam mendengarkan Seungkwan.

"Sekarang duduk." Perintah Seungkwan.

Kamu menggeleng geleng imut.

"Ayolah (y/n), ini untuk kesehatan mu juga." Kamu masih juga menggeleng.

"Bangun atau ku cium?" Kamu membulatkan mata mu.

"Iya iya, bantu aku." Kamu mengulurkan kedua tangan mu dan disambut Seungkwan.

"Makanya cepat sembuh, kau sangat manja ketika sakit." Seungkwan menyandarkan diri nya di sofa ruang tamu.

"Ck, ini patah kaki. Kau kira akan cepat sembuh." Kamu menyilangkan tangan mu dan membuang muka dari Seungkwan.

"Salah mu juga kan (y/n), bawa motor masih ragu ragu, udah mau bawa pergi jauh aja, kan jatuh ke empang."

Seungkwan memegang remot dan mengganti Channel yang menurutnya menarik. Sedangkan kamu menahan malu karena perkataan Seungkwan.

Kamu yang asalnya memang keras kepala tidak mendengarkan ucapan kedua orang tua mu yang melarang mu untuk membawa motor, karena ya kamu juga belum terlalu bisa.

Alhasil ketika kamu akan pergi ke rumah Chan untuk kerja kelompok, kamu malah jatuh ke empang dan itu cukup untuk membuat kaki mu patah dan beberapa lecet di tangan mu. Parah memang.

Seungkwan yang mendengar hal tersebut langsung ke rumah mu dan mulai mengoceh seperti ibu ibu yang kehilangan tupperware.

"Yak, salah kan motor nya yang tidak bisa singkron dengan ku."

"Itu benda mati (y/n), kau ini kenapa? Gimana bisa singkron coba." Seungkwan menjentik dahi mu.

"Seungkwan, aku haus." Pinta mu, Seungkwan lagi lagi harus berdiri dan menuruti permintaan mu

"Untung sayang, kalau gak udah gue sleding." Gumam Seungkwan.

Seungkwan menuju dapur dan mengambilkan minuman untuk mu.

"Nih." Kamu menerima nya dan langsung meneguk habis.

"Lain kali jangan keras kepala, dengarkan ucapan ibu dan ayah mu."

Kamu hanya mengangguk pasrah, jujur baru kali ini Seungkwan mau di suruh suruh, biasanya mah ogah ye.

"Kenapa kau mau ku suruh suruh? Biasanya kau tidak ingin"

"Emang aku tidak ingin, kalau kau tak sakit aku pun tidak mau melakukan nya"

Kretek! Nyes.

Sakit banget loh mas-(y/n)


"Mungkin karena aku sayang pada mu mungkin ya jadi nya aku luluh dengan segala ucapan mu." Seungkwan menoleh kearah mu dengan Senyuman yang sangat maniss.

"Kau menggunakan apa hm? Kenapa aku bisa takluk pada mu? Menuruti semua yang kau mau?" Kamu mengalihkan pandangan mu ketika Seungkwan menangkup kedua pipi mu.

"Haha, kau lucu (y/n), makin sayang deh" Seungkwan mencubit kedua pipi mu yang sudah memerah dari tadi.

"Ck, kau ini. Sakit" Kamu menepis tangan Seungkwan dan mengusap pipi mu

"Cepat lah sembuh. Aku berjanji, jika kau sembuh kita akan jalan jalan kemana pun yang kau mau."

Kamu tersenyum sumringah.

"Janji?" Kamu mengarahkan jari kelingking mu pada Seungkwan.

"Aku berjanji," Seungkwan pun menautkan jari kelingking nya.

"Kalau begitu aku akan cepat sembuh!"

Seungkwan hanya tertawa melihat tingkah mu yang semangat dan terkadang terlihat seperti anak anak yang mendapat permen.

Kiyowoo- Seungkwan.

-Fin.



Imagine Seventeen [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang