"(y/n), apakah kau percaya dengan cinta pandangan pertama?," Ucap Hyura yang menopang wajah nya sambil menghadap kepadamu.
"Tidak," Jawab mu sambil membaca novel yang terus kamu bawa. "Menurutku, aneh saja jika seseorang langsung menyukai hanya dengan sekali melihatnya.
"kurasa aku sedang merasakannya (y/n)," Hyura menidurkan kepala nya, dan terlihat raut cemas yang mengiringi wajah putihnya.
"Dengan siapa? Bukannya dulu kau sama sepertiku? Tidak mempercayai cinta pandangan pertama?,"
"Dengan Jeon Wonwoo," Kamu hanya menghela nafas dan menepuk nepuk pundak Hyura.
"(y/n), kurasa kau akan mengalami seperti yang kualami, jadi jangan terlalu teguh dengan pendapatmu," Kamu menggelengkan kepala.
"tenanglah, aku masih teguh dengan pendapatku,"
"terserahlah,"
.
Bel istirahat berbunyi, kali ini kamu ke kantin hanya sendirian, karena Hyura yang masih sibuk dengan dunianya dan enggan untuk ke kantin. Kaki mu terus berjalan di koridor sekolah. Dan ketika kamu tiba di kantin, tak sengaja ada seseorang yang menabrak mu dan menumpahkan minuman yang ia bawa ke seragam mu.
"Aih maaf, aku tidak sengaja," Ia mengeluarkan sapu tangannya dan ingin membersihkan seragam mu yang kotor.
"Tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri," Kamu mengambil sapu tangan nya dan membersihkan nya sendiri.
"Aku sungguh minta maaf, aku tidak sengaja melakukannya," Kamu mendongak untuk melihatnya.
Satu yang kamu lihat darinya, ia (sangat) tampan. dengan tubuh yang tinggi dan garis wajah yang keras. tatapannya sangat khawatir sungguh membuat mu termenung beberapa saat.
"Maaf, apa ada yang salah dengan wajahku?," Ia mulai mengelus wajah nya sendiri.
"Ti-tidak,"
"Ah iya, aku Kim Mingyu," Mingyu mengulurkan tangan nya kearah mu.
"Nam (y/n)," Kamu juga menjabat tangan Mingyu.
"Senang berkenalan dengan mu (y/n)," Kamu mengangguk.
"Iya, sekali lagi maaf ya, aku merasa sangat bersalah karena membuat seragam mu kotor," Kamu tertawa kecil sambil menatapnya, mata kalian bertemu.
Deg!
Jantung kamu berpacu lebih cepat ketika menatap mata hitam lekat milik Mingyu. Mata nya membuat mu kembali terhipnotis sesaat sebelum Mingyu membangunkan mu lagi.
"Aku ke kelas dulu ya, lain kali aku akan bertanggung jawab atas perbuatan ku," Mingyu melesat pergi meninggalkan mu yang masih terdiam berdiri di kantin.
Bel masuk berbunyi, dan karena kecelakaan kecil yang kamu alami dengan Mingyu kamu tidak jadi berbelanja di kantin maupun makan siang.
Selama perjalanan ke kelas kamu terus memegangi dada mu yang terus berdetak tak karuan. kamu sama sekali tidak mengerti kenapa, karena baru kali ini kamu merasakannya setelah banyak lelaki yang berusaha merebut perhatian mu.
Kamu tiba di kelas dan melihat Hyura yang sudah duduk di kursi nya, kamu dengan berlari kecil menghampiri Hyura.
"Hyura, jika jantung mu berpacu lebih cepat dari biasanya ketika bersama seorang laki laki itu namanya apa ya?," Hyura yang mendengar pertanyaan mu langsung menatap mu dengan pandangan tak percaya.
"Itu namanya kau sedang jatuh cinta padanya. Hmm, apa kau merasakannya?,"
"Aku terkena karma Hyura,"
.
.
Seperti yang di katakan Mingyu sebelumnya, ia benar benar bertanggung jawab dengan perbuatannya, beberapa minggu setelah kejadian itu ia mengajak mu sepulang sekolah untuk mampir sebentar ke kedai es krim.
Kamu duduk di salah bangku sambil menunggu Mingyu datang sembari memainkan ponsel mu.
"Ini untuk mu," Mingyu menyerahkan es krim rasa matcha padamu.
"Terima kasih Mingyu, kau terlalu berlebihan padahal kau hanya menumpahkan minuman di seragam ku,"
"Hanya menumpahkan kata mu?," Mingyu tertawa mendengar pernyataan mu
"Aku juga punya rasa bersalah, jadi biarkan aku bertanggung jawab," Kamu cuma mengiyakan kata Mingyu dan lebih memilih diam.
Mingyu membuka ponsel nya, dan kamu melihat reaksi nya yang terkejut ketika menatap layar persegi itu, ketika kamu ingin bertanya Mingyu langsung berdiri dan terlihat khawatir.
"Ada apa Mingyu?," Kamu juga ikut berdiri dan berusaha menenangkan Mingyu
"(y/n)," ia menatap mu dengan mata yang berkaca kaca.
"Ya, kenapa?," Tanya mu yang tak kalah khawatir.
"Kekasihku kecelakaan, dan dia ada di ruang UGD sekarang," Air mata Mingyu jatuh
Mingyu terlihat terpukul sekarang. Jauh dari terpukulnya Mingyu, sama hal nya juga dengan mu yang merasakan sakit dan membuat dada mu sesak, kamu ingin berteriak sekencang nya di hadapan Mingyu, tapi kamu cukup sadar, karena Mingyu juga lebih terpukul sekarang.
"Susul dia, sekarang dia sangat membutuhkan mu," Kamu mengusap punggung Mingyu.
"Apa kau tidak apa ku tinggal, (y/n)?," Kamu menggeleng, Mingyu tersenyum tipis dan pamit dengan mu. Ia langsung menuju rumah sakit. Dan kamu? Masih diam di tempat dengan eskrim yang mulai mencair.
"Cinta pandang pertama ku sungguh sangat miris, udah cinta pandangan pertama ditambah dia juga cinta pertama ku," Kamu tertawa kecil berusaha untuk menghibur dirimu.
"Hyura-ya, mungkin kali ini aku tidak akan pernah lagi percaya dengan yang namanya cinta pertama," Kamu beranjak dan memilih pergi.
-Fin Oke, endingnya ga jelass :'v
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.