"ZIA!"
Gadis yang kerap disapa Zia spontan menoleh ke sumber suara, sebelum membuat sabar si pemanggil terkuras segera meninggalkan pekerjaannya di dapur dan menghampiri di ruang tamu tanpa pikir panjang. Sinar bulan yang masuk lewat jendela pada tembok atas tanpa tirai menyinari si gadis.
Seorang ultra merah-perak berdiri sambil bersedekap tangan didepan dada dan ekspresi yang ditunjukkan juga tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Tatapan mata sang ultra semakin tajam seiring dengan mendekatnya gadis yang dia panggil namanya.
Ketika dua mata bertemu dan terjadi kontak mata sesaat. Zoffy nama ultra tersebut melepaskan sedekap tangannya, hal yang selanjutnya dilakukannya adalah menjewer sayang telinga gadis ultra yang menurutnya sangat nakal.
"Aduh! Jangan main jewer! Salahku apa?!" tanya Glazia sambil berusaha menjauhkan Zoffy dari telinga elf-nya.
"Kau bertanya salahmu?! Kau ikut kompetisi tanpa izin dariku?! Walau kau tahu jawabanku adalah tidak! Betapa terkejutnya diriku melihatmu di arena! Oh jangan-jangan tadi pagi kau pamit padaku izin pergi ke Planet King untuk mengelabuhiku?! Zia..." Zoffy mengutarakan semua kekesalannya pada si adik. Pelan-pelan Zoffy melepas jeweran yang kuatnya tidak seberapa.
"Replikasiku harusnya sudah hilang" batin. "Maafkan aku yang tidak sempurna ini, aku tidak janji tapi aku akan usahakan untuk tidak mengulanginya lagi!" tegas gadis itu.
"Kenapa kau melakukan hal itu?" tanya Zoffy.
"Tidak tahu. Aku hanya mengikuti pikiran dan hatiku yang bergerak dengan sendirinya tanpa kukoordinasi. Eng... Turunan dari kedua orangtuaku mungkin"
Jawaban konyol pada kalimat kedua yang diucapkan kembali mengundang Zoffy menatap tajam si adik yang setia menampakkan senyum kecil untuknya.
"Berhentilah marah-marah nanti cepat tua. Aku sudah siapkan makan malam. Kau pasti lapar setelah mengurusi kompetisi"
Beralih ke ruang makan dengan beberapa jenis menu makanan diatas meja. Zoffy sedang makan berdua saja bersama Glazia saja, hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang bertabrakan dengan piring menghiasi sepanjang mereka menikmati makan malam.
"Zia? Kulihat-lihat kau tidak pernah dekat dengan laki-laki? Tapi bukan berarti kau belok?!!"
Glazia tersedak karena kata 'belok' dan parahnya si pelaku ngomong ngawur adalah abangnya sendiri. Iris white pearl itu menatap kosong ke arah iris putih kekuningan yang sedari tadi datar.
"Aku tidak segila itu. Daripada kau menikah dengan pekerjaan, aku sangat santai"
"Tipe idealmu seperti apa?"
Sepertinya Zoffy ingin mendengar seperti apa kira-kira gambaran lelaki idamkan adiknya yang katanya susah untuk dicari.
Sedangkan ekspresi gadis ultra itu masih biasa biasa saja dan amat santai menanggapi hal tersebut. Diletakkan gelas berisikan air putih diatas meja kemudian bersedekap kedua tangan depan dada. Glazia menarik napas pendek yang samar-samar didengar oleh Zoffy.
"Tapi tunggu dulu!" kata Glazia. "Bukannya lebih baik aku tidak usah dekat dengan laki-laki agar kau tidak curigaan terus-terusan padaku? Bukankah lebih aman begitu"
Tik tok tik tok tik tok...
"Iya juga. Sebelum usiamu 6,000 tahun jangan banyak bergaul dengan laki-laki selain keluarga. Kenal boleh, dekat jangan apalagi pacaran, awas saja nanti"
"Oke. Tapi... Aku ini tidak suka cowok ganteng" (bukan makhluk alam semesta).
"Masa?!"
"Aku tidak suka cowok ganteng karena banyak cowok ganteng membullyku. Sudahlah bukankah lebih baik begitu"
"Kita lupakan itu sejenak. Dibully bagaimana?!"
"Bullyan lama. Wajar saja remaja laki-laki nakal, aku tidak terlalu meributkannya"
"Semoga adik biruku baik-baik saja ke belakang. Oh iya aku belum cerita soal kau menggunakan cambukmu bertahun-tahun yang lalu, nah sejak itu belum ada seijin berani menginjakkan kaki di Tanah Cahaya untuk mencari masalah, mungkin mereka takut padamu"
"Sudah ku---"
Zoffy menggetok sayang kepala adiknya dengan gagang sendok bersih yang terletak tidak jauh darinya.
"Ber-berhenti bicara sa-sayang! Segera habiskan makanmu nanti kita bereskan bersama" ucap sang kakak sedikit malu.
"Mohon maaf anda siapa saya memanggil sayang?" Glazia sedikit menggoda Zoffy.
"Adik saya"
"Rasanya hari ini sangat berbeda dari hari-hari biasa. Zia sekarang tidak terlalu kaku seperti dulu, begitu bahagia melihatnya bahagia. Jangan dewasa terlalu cepat, tetaplah seperti ini selamanya" batin Zoffy.
Hening kembali.
"Aku ingin mengatakan sesuatu"
"Apa?"
"Aku bangga denganmu"

KAMU SEDANG MEMBACA
Glazia (Revisi)
FanfictionKisah tentang Aoi Hi no Seishin. Kisah pahit dan manis seorang ultra warrior pemilik kekuatan api biru. Gelar Aoi Hi no Seishin (jiwa api biru) tersematkan pada dirinya. Sosok ultra warrior wanita biasa yang mengemban tugas sebagai seorang medis sek...