Up mumpung rajin.
>> Ultra Colloseum.
Kedua ultraman kembar beda warna itu tiba-tiba ambruk di lantai setelah berhasil menahan serangan dari salah satu pengajarnya. Walau tidak pakai tendangan maut, Leo Kick (kalo dipakai yang ada KO) tapi setidaknya mereka mampu menahan beberapa serangan fisik. Sesuai dengan janji, Leo dan Astra mengistirahatkan si kembar saat itu juga.
Melihat kedua saudaranya klenger di atas lantai dan seakan-akan untuk bernafas saja tidak mampu. Segera adik perempuan mereka yang kawaii menggunakan kekuatan 'Grigio Charger' untuk mengembalikan tenaga R/B yang terkuras drastis.
"Puah! Akhirnya paru-paruku tidak jadi meledak!" kata Blu penuh rasa syukur. Begitu bisa bangun, kepala Grigio dielus dengan kasih sayang oleh kakak keduanya itu.
"Itu bukan apa-apa. Sebenarnya aku masih belajar untuk mengoptimalkan lagi kekuatan yang tadi" elak Grigio malu-malu karena dipuji oleh Blu.
"Grigio san, belajar dari Nenek ya? Atau malah medis yang lain?" tanya Taiga karena kepo.
Perempuan itu mengangguk pelan, kemudian dia melihat kedua tangannya sendiri. "Ultra Mother banyak membantuku, begitu juga dengan Kak Visora"
"Mungkin kalau Kak Glazia ada disini... Dia pasti juga akan membantuku" mendadak Grigio terdiam gara-gara ucapannya sendiri.
Dia menghadap pada 3 ultra yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan ultrawoman satu ini lalu dia membungkuk beberapa detik.
Grigio memasangkan raut wajah penuh rasa bersalah, dia juga canggung. "Zero san, Taiga, dan Z... A-aku tidak ada maksud mengingatkan kalian padanya... Maafkan aku"
Z mengibaskan tangannya di udara kosong. "Santai saja Kak Grigio. Kami tidak sensitif berlebihan cuma karena nama Kak Zia dibawa"
"Cuma mak deg mak tratap saja," sambung Zero. "Jika sampai dia tahu, kami bertiga sampai bersedih hanya karena Kak Zia... Pasti dia akan marah besar kalau kembali nanti"
"Kalau..." batin ketiga ultra.
Geed, "Kalian pasti sangat menyayangi dia"
Auplak - Ini Geed mau ikutan menyayangi apa gimana?
Geed - Maksudnya?
All Oc - Back to story.
Bts aka Back to story.
"Dia menyayangi keluarganya, tentu saja kami juga menyayangi dia. Walau kadang bikin takut" kata Taiga yang kelewat jujur dibagian akhir.
Ada sekumpulan cahaya berwarna kuning terkumpul di langit hijau M78 yang membentuk sebuah huruf. Itu adalah Ultra Sign. Para ultra membaca sekilas pesan yang dikirimkan oleh salah satu Ultra Brother yakni Ultraman Taro sendiri.
Dimana ultra sign itu mengandung perintah untuk semua ultra muda (tanpa terkecuali) yang ada di Colloseum agar pergi ke markas besar Space Garrison.
Kemungkinan besar ada misi yang menunggu mereka.
Dengan gercep, mereka semua meninggalkan Ultra Colloseum tanpa lupa berpamitan kepada Leo Kyodai dan Mebius selaku pembimbing latihan untuk hari ini. Mereka tidak sabar untuk menghadapi misi hari ini.
>> Planet kosong.
Tanpa basa basi lagi, kita menuju ke tempat misi berlangsung.
Para ultra muda (New Generation + Z) bersama Ultimate Force Zero plus leader melakukan pembasmian terhadap Midnight Creatur yang merusuh di salah satu planet kosong. Mereka menggunakan berbagai serangan entah lewat senjata ataupun serangan sinar andalan untuk melumpuhkan mereka semua.
KAMU SEDANG MEMBACA
Glazia (Revisi)
FanfictionKisah tentang Aoi Hi no Seishin. Kisah pahit dan manis seorang ultra warrior pemilik kekuatan api biru. Gelar Aoi Hi no Seishin (jiwa api biru) tersematkan pada dirinya. Sosok ultra warrior wanita biasa yang mengemban tugas sebagai seorang medis sek...
