Masa Lalu (2)

76 10 10
                                    

Para seishin bersiap untuk berperang melawan si pengkhianat negeri, Kaisar serta Permaisuri juga siap membantu sebagai pernyataan terimakasih mereka karena para seishin telah memberikan mereka kepercayaan dan kesempatan untuk merasakan kehidupan menjadi orangtua.

Perang besar terjadi. Ledakan, kerusakan, serta dampak lain juga mulai terlihat. Bencana tersebut tidak dapat dihindari. Hampir saja Tanah Api (berwujud planet) mengalami runtuh namun dengan sigap para seishin menggunakan wujud asli mereka (ada yang berbentuk Phoenix, Golem, Centaurus) agar bisa memperpanjang kekuatan dan melampaui batas waktu serta untuk menjaga keseimbangan Tanah Api. Kemenangan berpihak kepada Tanah Api dan Tentabus yang mengalami nasib buruk, dia harus tercerai berai menjadi kepingan debu sepekat arang yang tersebar kemana-kemana. Meski mendapatkan kemenangan tetapi raga para seishin juga berubah menjadi partikel cahaya akibat melampaui batasan waktu penggunaan wujud asli mereka. Ketiga Seishin mengorbankan fisik untuk meraih kemenangan. Debu cahaya putih bersama merah dan hitam terbawa angin(?) untuk kembali ke Tugu Suci masing-masing.

Selang beberapa bulan kemudian....

Hollow 12 kedatangan bayi perempuan yang manis dan kerajaan bersorak gembira. Namun disaat bersamaan, Tentabus kembali bahkan membawa pasukan Doku Tokage yang sudah ditaklukkan Tentabus dan satunya ada alien tamak Himura dari ras Alien Oju. Tentabus sengaja memilih bangsa kadal beracun untuk menyertai pasukannya karena mereka memiliki pemimpin yang tahu cara menaklukkan Kuraunkoa dari Hollow 12 sementara Himura punya dendam sendiri pada Alydia lebih tepatnya keluarga Alydia, karena keluarga Alydia sudah membunuh setengah ras Alien Oju dan parahnya lagi Himura malah menghabisi seluruh ras bukan membangun kembali rasnya (natural sekali tululnya).

Tentabus menyatakan perang.

Glazia POV

Tiba-tiba saja diriku seperti ditarik paksa ke suatu tempat asing. Aku melihat ayahanda dan ibunda, mereka kloningan yang bertugas menyerahkan bayi kecil mereka pada seorang wanita yang kukenali ialah Nyonya Emma. Samar-samar kudengar pembicaraan mereka.

"Emma san bawa putriku pada guru yang sudah kuanggap ayahku" kloningan ibunda dengan penuh derai air mata berusaha menyampaikan amanatnya. Ada beberapa jenis jurus clone yang kloningan dapat merasakan perasaan tubuh asli.

Ibunda juga melepaskan cincin Chryssa dan menyimpan di sebuah kota kecil. Tanpa diberitahukan Nyonya Emma tanggap, bahwa cincin tersebut kelak menjadikanku majikannya sekaligus pelindungku meski tanpa perlindungan dari ibunda.

"Asher san? Emma san? Walau sejarah planet kita dihapus tolong ajari putriku membebaskan planet ini, meski tidak ingin mengambil tahta setidaknya mampu membebaskan planet ini" lanjut kloningan ayahanda.

Lalu Nyonya Emma menggunakan kekuatannya untuk menghilangkan ingatannya sendiri agar tidak membocorkan rahasia penting. Diriku terpaku. Aku bungkam seribu bahasa. Aku tidak bisa berkata-kata.

Klon ayahanda bergumam, "Pedang ini akan melindungi kalian sampai keluar dari Hollow 12. Walau aku tahu raga asliku kehilangan 20% kekuatan tanpa pedang ini tapi putriku dan anda lebih membutuhkannya. Kelak pedang ini akan digenggam oleh Zia" pedang ayahanda melayang diudara, mata pedang yang tajam milyaran kali lipat siap menebas siapapun yang ada didepannya.

Kulihat klon ayahanda dan ibunda didampingi Tuan Asher pergi kemudian Nyonya Emma lari membawaku dan pedang ayahanda menebas para kadal yang berusaha untuk merebutku dari Nyonya Emma. Tanpa pedang dan cambuk mereka akan kalah.

Kobaran api membesar.

Adegan barusan telah berganti. Tempat yang kuinjak sekarang mengalami kebakaran besar dengan banyak mayat raksasa dan makhluk mirip manusia berserakan dimana-mana parahnya ulu hati mayat warga Hollow juga yang berlubang, tidak jarang mayat kadal bergelimpangan. Mayat-mayat itu diinjak-injak oleh mereka yang masih hidup, beberapa ada yang terpenggal, tercincang, tergilas kendaraan tempur. Bau anyir darah pastinya tercium dan genangannya membentuk sungai merah.

Aku berjalan diantara mereka yang saling membunuh dan melakukan perlawanan. Mereka tampilan hologram namun sangat nyata dibuktikan dengan kakiku melewati genangan sungai darah yang tidak meninggalkan bekas apapun. Aku tahu ini adalah Hollow 12, aku bisa melihat Tuan Asher dalam wujud raksasanya melakukan perlawanan sengit bersama wujud ultra ayahanda dan ibunda. Tubuh mereka mengeluarkan darah cahaya, sayatan luka dimana-mana dan tangan mereka menggenggam pedang yang tidak memiliki kekuatan apapun namun mereka masih tetap unggul.

Tidak lama kemudian...

"Berhentilah atau bayi kalian akan kami lemparkan ke kubangan api"

Omongan Himura tidak digubris. Disaat itu ayahanda menghempaskan jauh tubuh Tuan Asher sejauh 100 m kira-kira, aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya. Tatapan bengis dari ayahanda dan ibunda menajam, mereka akan memainkan drama meskipun maut berada didepan mata. Seharusnya mereka lari bersamaku tapi sebagai sosok pemimpin negeri, mereka lebih baik mati terhormat daripada kabur seperti pengecut.

"Letakkan anakku"

"Baiklah tapi dengan satu syarat"

"Ap---akhhh!"

*

*

*

Maaf kalau balas komenan suka lama...
Agak sibuk sih dilokasi sebelah (wa, tele, yt, apk rahasia, matiin data, dll) ehehe...

Bye!!

Glazia (Revisi) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang