Seandainya Nava mencurigai Luffy. Dia berpikir kalau Luffy menyukai Nami begitu juga sebaliknya.
Happy reading
"Zoro, berikan sakemu padaku," tutur Nava. Tatapannya yang menuntut seolah tidak bisa dibantah bahkan oleh sang pendekar pedang. Mau tidak mau Zoro menyerahkan botol terakhir sakenya yang sebelumnya disimpan oleh Sanji di dapur.
Pria itu berdecak kesal. "Kenapa?"
"Apanya?" Nava menaikan sebelah alinya.
"Kau sebelumnya tidak pernah minum sake lalu kenapa tiba-tib- oi!" Zoro sontak terkejut saat melihat Nava yang tidak pernah meminum sake tiba-tiba meneguk minuman berakohol itu dari botolnya hingga benar-benar habis. "Kenapa dihabiskan!" Keluh pemuda itu.
Nava mengerucutkan bibirnya. Ia termanyun lantaran mengingat kejadian barusan dan tidak mengindahkan keluhan Zoro.
"Huwaa, dengarkan aku Zoro!" Gadis itu duduk di samping Zoro dan mulai meracau yang tidak-tidak saat alkohol telah berhasil menguasai akal sehatnya. "Tadi aku melihat Luffy memeluk Nami karena manusia jeruk itu memasakannya daging!" Dia mulai berceloteh panjang lebar bahkan saat Zoro tak begitu memperhatikannya dan tertidur dengan bersandarkan pada tiang kapal.
"Dan sekarang bahkan mereka sedang berduaan di dapur!" Perlahan air mata mulai berkumpul dan menumpuk di pelupuk mata Nava hingga tak bisa lagi ditampung dan akhirnya tumpah membasahi pipinya. Isakan tersedu-sedu yang terkesan dibuat-buat akhirnya terdengar.
"Mentang-mentang aku nggak bisa masak ...." Kalimat itu terselip di antara isak tangisnya. Perasaan Nava yang tidak bisa dia curahkan kini terungkap karena pengaruh alkohol. "Lagipula kenapa sih tangan ini tidak bisa digunakan dengan benar!" Nava memandangi kedua tangannya dengan tatapan kesal. Telapak tangannya yang terlihat sangat mulus dan terasa halus saat disentuh itu jadi terasa sia-sia.
"Padahal aku bisa motong orang, tapi kenapa motong sayuran nggak pernah bisa?!" Dia kembali teringat kejadian di Alabasta beberapa waktu lalu. Ia benar-benar payah dalam memasak bahkan sampai melukai jari jemarinya sendiri dengan pisau dapur.
(Author : Nava anda memang benar-benar sesuatu -_-;)
"Aku nggak butuh tangan yang nggak berguna!" Kata-kata Nava semakin melantur. Tolong jangan pernah memberikan Nava alkohol lagi atau besok-besok kepala seseorang akan tercopot dari lehernya.
Gadis itu tiba-tiba menarik salah satu katana Zoro yang sejak tadi tersarung dengan rapih. Pedang panjang khas milik samurai itu kini ia pegang dengan satu tangan. Diluar dugaannya benda itu sama sekali tidak terasa berat. Sangat ringanz tetapi tajam. Mungkin suatu saat Nava harus mempertimbangkan untuk memiliki sebilah pedang seperti Zoro.
Nava mengangkat pedang itu tinggi-tinggi. Melawan gravitasi bumi. Dia mengarahkan mata pedang pada pergelangan tangannya sendiri karena perasaan frustasi yang berlebihan.
Setelah mengambil napas dalam-dalam, Nava tanpa ragu membawa katana itu ke bawah, selaras dengan arah tarikan gravitasi. Perlahan bilah besi itu bergerak turun. Mata pedangnya yang tajam hampir menyentuh permukaan kulit Nava jika saja tidak ada tangan seseorang yang menghalanginya.
"Apa yang kau lakukan, Nava?" Suara Luffy terdengar sangat marah. Intonasi suaranya rendah serta tatapan matanya yang mematikan menunjukkan kalau dia sangat serius saat ini.
Nava terkesiap. Bibirnya terkunci dengan rapat dan matanya terbuka lebar-lebar tatkala dia menyadari Luffy berdiri tepat dihadapannya sembari menggengam katana Zoro dengan tangan kosong.
Telapak tangannya terluka, tapi itu bukan hal yang terpenting untuk sekarang. Luffy malah memfokuskan pandangannya pada perempuan yang berdiri seperti orang linglung dengan pipi yang memerah karena pengaruh dari alkohol yang dia teguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Queen [One Piece X Oc]
FanfictionSeorang gadis kecil telah berjanji akan bertemu kembali dengan bocah bertopi jerami itu saat mereka dewasa nanti. Rasa suka dan kagumnya pada bocah itu memberikannya tujuan dan perjalanan baru. Lantas bagaimana kisah perjalanannya di lautan yang lua...
![My Queen [One Piece X Oc]](https://img.wattpad.com/cover/276611251-64-k946988.jpg)