84.

213 30 0
                                        

Happy reading

Beberapa hari telah berlalu, kru topi jerami dibiarkan beristirahat di kantor Galley La Company dan kini mereka dianggap sebagai pahlawan water 7. Banyak wartawan yang ingin meliput mereka, tetapi beberapa dari mereka masih tertidur lelap, Nava dan Luffy contohnya.

Lebih tepatnya Nava masih tertidur dikasurnya sementara Luffy mendapatkan skill baru yaitu makan sambil tertidur. Tentu saja Sanji yang terus menyiapkan makanan untuk luffy agar sang kapten bisa memulihkan tenaganya.

Berbeda dengan Luffy yang nampak baik-baik saja, Nava berada dalam perawatan yang cukup intensif dibawah pengawasan Chopper. Suhu tubuhnya kerap kali naik turun sehingga nembuat Chopper sangat khawatir. Gadis itu bahkan terus mendapatkan infus selama beberapa hari ini karena belum juga menunjukkan tanda-tanda akan sadarkan diri.

"Kira-kira kapan Nava akan bangun Chopper?" Nami yang sejak tadi memperhatikan Chopper yang baru saja memeriksa kondisi Nava akhirnya buka suara. Pohon jeruknya, baju, uang serta kapal baru juga barang-barang lain telah kembali, kini Nava yang paling dia khawatirkan.

"Aku tidak tahu. Dia pingsan setelah kita berpisah dengan Merry Go dan sampai sekarang belum sadarkan diri." Tidak banyak yang bisa Chopper lakukan sekarang selain memberi Nava infus agar tubuhnya tetap dapat asupan. Dia pun sama cemasnya dengan Nami, tetapi yang bisa mereka lakukan saat ini adalah menunggu.

"Eh nani?" Chopper menoleh begitu mendenger suara gesekan dari atas kasur. Nava yang seharusnya masih tak sadarkan diri tiba-tiba bergerak mengambil senapannya, Karna, lalu masuk dalam posisi siap menembak. Tanduk serta sayapnya keluar dari balik punggung diikuti dengan tatto yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

"Chotto Nava!" Tepat sebelum Chopper dan Nami bisa menghentikan Nava, tembok kamar mereka tiba-tiba saja hancur. Seorang vice admiral angkatan laut, Garp, datang dan mengepung mereka dengan pasukannya.

Begitu asap mulai menutupi pandangan, Nava yang belum sadarkan diri menembak Garp dengan membabi buta. Instingnya seolah memberitahu Garp adalah orang yang sangat kuat bahkan jika ia berusaha mati-matian, dia masih akan kalah.

"Angkatan laut?!"

"Oh, boleh juga kau bocah," Garp terssnyum kecil, lalu dengan sangat cepat berdiri dihadapan Nava. Menghindari semua serangan gadis itu lalu mencengkram wajahnya dengan satu tangan, mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi. "Tapi masih butuh 100 tahun untuk bisa menembakku!"

Garp menjatuhkan Nava ke lantai dengan cukup keras, lalu berjalan ke arah Luffy dan memukul pemuda itu dengan sangat keras sampai dia terbangun.

"Ittai!" Luffy mengeluh kesakitan. Walau dia karet, kepalanya dipukul sangat keras oleh Garp sampai-sampai dia terbangun.

"Sakit?! Apa yang kau katakan? Itu hanya pukulan. Kau itu manusia karet 'kan—"

"Tidak ada pertahanan yang bisa melawan pukulan cinta. Aku dengar kau bertindak sangat ceroboh ..., Luffy."

"K-k-kakek?!"

"Eh?!" Mata mereka membulat. Tak percaya saat Luffy mengucapkan kata kakek.

"Vice admiral angkatan laut adalah kakeknya?!"

Dibandingkan Luffy yang kaget melihat kakeknya, semua orang lebih kaget lagi saat tahu kakek Luffy adalah seorang angkatan laut.

"Luffy, tidakkah kau berpikir kau berhutang maaf padaku?" Garp melipat tangannya didepan dada sambil melirik ke kiri dan kanan, melihat satu persatu kru topi jerami termasuk Nava yang duduk dipojokkan sambil menatapnya dengan tatapan membunuh. Gadis itu langsung sadar begitu tubuhnya menghantam lantai tadi. Dengan Karna yang sedikit bengkok ditangannya, gadis itu berniat menembak Garp lagi kalau-kalau kakek itu berniat menyerang.

My Queen [One Piece X Oc]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang