83.

199 30 2
                                        

Huwaa nggak siap kehilangan Merry 😭

Happy reading

Dia ada di sana. Teman yang selama ini menemani perjalanan panjang mereka tiba-tiba datang melewati lautan berombak ganas, kapal-kapal perang angkatan laut, menyelamatkan kru topi jerami di masa krisis mereka dengan gagah berani.

Ugh, tapi tetap saja melompat ke laut penuh dengan mahkluk ganas hampir saja membunuh mereka.

"Kenapa bisa ada hiu di laut ini?!" Ussop berteriak frustasi. Dia hampir saja dimakan jika tadi tidak ada Franky.

"Memanggil mereka mendekat kemari ternyata pilihan yang salah ... uhuk ... uhuk ...." Nava hampir saja kehilangan kesadaran jika Sanji tidak mengangkatnya ke atas kapal. Dengan napas tersenggal-senggal, ia menyandarkan tubuhnya ke tiang kapal.

"Apa kau baik-baik saja, Nava swan?" Sanji memasang raut cemas. Setelah itu, Sanji terus melihat ke sekelilingnya. Tidak ada seorang pun diatas kapal.

"Ada apa, Sanji?" Tanya Nava. Nami juga terlihat bingung saat Sanji celingak celinguk.

"Aku pikir tadi ada orang, tapi aku tidak melihat siapa-siapa," jawab Sanji sembari memasukkan tangan ke saku celana.

"Siapa ya yang membawa Merry kemari?" Nami pun bingung.

"Kita pikirkan itu nanti," sahut Zoro acuh tak acuh.

Begitu semua naik ke atas kapal, hal pertama yang perlu dipikirkan adalah bagaimana caranya melarikan diri dari kepungan kapal perang angkatan laut, maka dari itu ...

"Nami, sekarang bagaimana?" Timpal Nava.

"Ayo pergi dari sini!"

Nami cepat-cepat mengarahkan Sanji dan Zoro untuk bersiap-siap pergi dari sana.

Sementara itu, Luffy terbaring di dekat Nava sambil tersenyum lega. "Ah, hampir saja!" Ungkapnya diikuti dengan helaan napas kasar. "Aku pikir kapal perang akan membunuhku!" Tuturnya diikuti dengan kekehan pelan.

"Hei, Robin!" Luffy menolehkan wajahnya ke samping. Menatap Robin yang bersandar di pinggir kapal. Seulas senyum kembali merekah di wajahnya. "Kau menyelamatkanku, arig-"

Ucapan Luffy langsung terhenti saat Nava menutup mulut pemuda itu dengan tangannya. Seulas senyum terbit di wajahnya seolah meminta pemuda itu untuk diam sejenak.

Robin membalikan badannya. Menatap teman-temannya dengan senyum kecil di wajahnya. "Luffy, dan semuanya ... arigatou!"

"Aku juga ingin mengucapkan terima kasih. Maaf telah melakukan hal yang nekad," sahut Nava.

"Jangan dipikirin," jawab Luffy. Semua orang pun berpikir hal serupa. Menyelamatkan Robin dan Nava adalah hal yang sudah sewajarnya mereka lakukan.

"Simpan percakapan bodoh itu setelah kita pergi dari sini," timpal Zoro dengan ekpresi garang di wajahnya. Dia terlihat acuh tak acuh saat ini.

"Itu tidaklah bodoh, dasar marimo!"

"Yah, dasar marimo!"

Mendengar dumelan Zoro, Sanji dan Chopper langsung menghardik pendekar pedang itu dengan tendangan dan gigitan. Bisa-bisanya suasana serius dan mengharuskan tadi jadi kacau karena pendekar pedang buta arah satu ini.

"Jika kita mati di sini, itu tidak ada artinya!" Balas Zoro tak kalah garang. Dahinya nampak berkerut tanda ia tidak senang.

"Minta maaf pada Robin chan dan Nava swan!" Tuntut Sanji.

My Queen [One Piece X Oc]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang