Happy reading
Di tengah istana ada sebuah ruangan besar yang cukup untuk menampung semua orang. Biasanya ruangan itu digunakan untuk berdiskusi dan menyusun strategi terutama strategi berbisnis.
Semua orang dalam anggota keluarga dapat hadir oleh karena itu kini seisi ruangan penuh dengan banyak orang. Hanya beberapa kursi saja yang kosong.
"Doffy, akhir-akhir ini terlihat gelisah ... kalian juga berpikir begitu kan?" Diamante sebagai salah satu petinggi keluarga angkat suara. Sesekali dia melirik ke arah anggota keluarga yang lain sambil menopang dagu dengan Tangannya.
"Russian mendapatkan firasat buruk. Mungkin karena itulah Doffy jadi tidak tenang." Senior Pink menyahut dengan suara tenang. Tangannya terlipat di depan dada sambil menatap satu persatu orang yang hadir di ruangan itu.
"Avy, memang selalu mengejutkan kita," ujar Diamante.
"Apa ada yang berniat menganggu Avy nee? Siapa?!" Delinjer mengepalkan tangannya kuat-kuat. Otot-otot di wajahnya mengeras tanda dia sedang menahan amarahnya saat ini. Tanduknya bahkan hampir keluar jika Baby 5 tidak datang dan menginterupsi.
"Baru saja ada pesan," tutur wanita itu sambil membawa sebuah gelembung kecil di tangannya.
"Apa ini mengenai itu?"
"Kalau masalah dengan para klien kita bisa bicarakan nanti," tukas Diamante sambil menghela napas lelah. Dia terlalu malas mengurus masalah bisnis mereka yang sedang kewalahan saat ini. Ketidakhadiran Nava, Doffy, dan petinggi lainnya membuat Diamante dan Trebol kewalahan.
Baby 5 dengan cepat menggelengkan kepalanya. Gelembung yang dai bawa membesar diikuti dengan suara yang samar-samar terdengar dari sana. "Ini adalah laporan terbaru dari **** sama."
《☆》
Tak lama setelah kembali ke kapal, Ussop akhirnya sadarkan diri. Seluruh tubuhnya diperban sehingga pemuda itu sedikit kesulitan bergerak. Tubuhnya pun menjerit sakit setiap kali dia bergerak akibat luka dan pendarahan yang dia alami.
"Ussop!" Nava menatap Ussop lamat-lamat. Gadis itu melotot dengan wajah garang. "Bukankah sudah kubilang untuk menunggu?!" Dia marah. Tangannya berkacak pinggang diikuti dengan raut garang di wajahnya. Rasanya Nava ingin memukul wajah pria berhidung panjang itu walau hanya sekali. Ussop jelas tidak berpikir saat bertindak.
Ussop terdiam dengan perasaan tak enak. Kepalanya menduduk sesaat, penuh penyesalan atas tindakan gegabahnya.
"Tolong jangan membuat kami cemas, Ussop," timpal Nami tak kalah khawatir.
"Itu benar. Melakukan hal gila seperti itu hanya akan membunuh dirimu saja," sahut Sanji. "Kau sangat beruntung masih bisa selamat."
"Berpikirlah sebelum bertindak, bodoh," Tegur Zoro dengan tangan terlipat di depan dada.
"Zoro nggak ngaca."
Menyimak pembicaraan semua orang membuat Luffy tanpa sadar tertawa cukup keras.
Ussop merasa sangat menyesal telah merepotkan semua orang. Kesalahannya ini mungkin berakibat buruk bagi anggota kru yang lain.
"Aku benar-benar minta maaf minna!" Ussop memeluk kedua kaki Zoro sambil menangis kencang. "Semua uang kita yang berharga ...!"
"Berhenti!" Zoro memberontak. Dia mencoba melepaskan pelukan Ussop dari kakinya karena merasa risih. "Tenanglah! Aku mengerti jadi tenanglah!" Katanya sambil berusaha mendorong tubuh Ussop.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Queen [One Piece X Oc]
Fiksi PenggemarSeorang gadis kecil telah berjanji akan bertemu kembali dengan bocah bertopi jerami itu saat mereka dewasa nanti. Rasa suka dan kagumnya pada bocah itu memberikannya tujuan dan perjalanan baru. Lantas bagaimana kisah perjalanannya di lautan yang lua...
![My Queen [One Piece X Oc]](https://img.wattpad.com/cover/276611251-64-k946988.jpg)