Happy reading
"Kau! Bukannya kau Fuza? Apa yang terjadi padamu?!" Sanji membelalakan matanya tak percaya. Setelah Robin tiba-tiba mengucapkan perpisahan, lalu menghilang, Fuza tiba-tiba terbang rendah menghampirinya dengan tubuh penuh luka dan darah.
Chopper yang ada di sampingnya pun langsung mengobati burung itu, tapi luka yang dideritanya tidak sedikit. Ada banyak lubang di tubuhnya dan beberapa tulangnya patah.
"Apa yang terjadi Fuza?! Di mana Nava chan?!" Sanji memekik panik. Rokok dibibirnya tak lagi terasa enak.
"Sanji, tenanglah dulu! Fuza kehilangan kesadaran," ungkap Chopper. Sang rusa berusaha sekuat tenaga memberikan pertolongan pertama pada Fuza. Dia panik, air matanya sampai menetes membasahi wajah, tapi sebagai dokter, dia harus mengobati pasien yang terluka.
Sanji mengacak-acak rambutnya frustasi. Dia baru saja kehilangan Robin dan Nava di depan matanya. Sial! "Ck, apa yang sebenarnya terjadi saat ini!" Pemuda itu tak lagi tahu apa yang sedang terjadi dibelakangnya.
Robin tiba-tiba mendeklarasikan bahwa mereka tidak akan bertemu dengannya lagi juga Nava yang tiba-tiba menghilang dan sedang terluka saat ini. Apa Franky Family berulah lagi?
Tidak, Nava kuat. Dia tidak mungkin dikalahkan oleh Franky Family. Ada sesuatu yang mencoba mengoyak mereka dari tempat yang tak terlihat ....
"Chopper, kembalilah bersama Fuza. Temukan Luffy dan jelaskan situasi yang terjadi saat ini pada yang lain. Beritahukan semua yang Robin katakan tadi tanpa terlewat sedikit pun!" Titah sang koki.
"Lalu Sanji, kau?"
"Ada yang harus kulakukan dulu."
《☆》
"Robin ...."
Robin melirik melalui sudut matanya. Ruangan gelap yang menjadi tempat dia bertemu dengan para anggota CP9 kini telrihat berbeda. Ada bau amis yang kentara sampai menganggu penciumannya. Dan ... Nava di sana bersama dengan anggota CP9 yang lain dengan tangan terborgol.
"Apa yang terjadi ini?! Bukankah kalian sudah berjanji?!" Robin memekik dengan suara lantang. Sesuai perjanjian, seharusnya seluruh kru topi jerami bisa dengan selamat keluar dari pulau water 7, lantas mengapa Nava ada di sini?!
"Wanita ini tidak termasuk dalam perjanjian," ungkap Bluno. Pria itu ditugaskan menjaga Nava dan Robin selagi yang lain melakukan tugas mereka.
"Apa?" Robin menatap Bluno dengan wajah berang. Wanita itu hampir menggunakan kekuatan buah iblisnya jika saja dia tidak ingat tujuannya saat ini.
"Pemerintah dunia menginginkan wanita ini untuk dibawa hidup-hidup."
"Tapi dia tidak ada hubungannya dengan—"
"Hal ini bukan kau yang memutuskan Nico Robin!"
Robin menggigit ujung bibirnya. Tangannya terkepal kuat. Dia mulai merasa frustasi dan merasa dipermainkan saat ini. Nava dalam kondisi terluka dan diborgol, tapi Robin tidak bisa melakukan apa-apa untuknya.
"Tapi, dia perlu diobati ...."
"Kami tau," timpal Kalifa. Wanita itu datang sambil membawa perban dan obat luka. Setidaknya dia harus melakukan pertolongan pertama sampai dokter datang.
"Lucci sedikit berlebihan tadi, tapi dia sudah memanggil dokter dan Nava akan segera mendapat perawatan sebelum kita berangkat malam ini."
Tubuh Robin terasa kaku. Ia tak bisa bergerak atau bernapas dengan benar setelah mendengar ucapan Kalifa. "Kalian akan membawanya juga ke sana?" tanyanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Queen [One Piece X Oc]
FanficSeorang gadis kecil telah berjanji akan bertemu kembali dengan bocah bertopi jerami itu saat mereka dewasa nanti. Rasa suka dan kagumnya pada bocah itu memberikannya tujuan dan perjalanan baru. Lantas bagaimana kisah perjalanannya di lautan yang lua...
![My Queen [One Piece X Oc]](https://img.wattpad.com/cover/276611251-64-k946988.jpg)