79.

268 25 8
                                        

Happy Reading

"Robin! Nava!"

Suara itu. Itu teriakan Luffy. Pria itu datang ke Enies Lobby. Dia berdiri di atas gedung pengadilan dengan gagah sambil terus meneriakan nama Nava dan Robin dari sebrang sana.

"Luffy chan, dia datang ...." Nava berdiri di balkon ruangan spandam dengan mata berbinar-binar. Gadis itu diam-diam melarikan diri dari kamarnya saat Lucci tidak memperhatikan walau tangannya sendiri masih terborgol. Dan kini dia pergi ke tempat Robin dan Franky. Entah apa yang Franky lakukan sampai ruangan Spandam berlubang begitu.

Walau Robin tak ingin, Franky membawa wanita itu melihat Luffy yang ada disebrang bangunan. Pria itu berdiri sambil tersenyum cerah saat melihat Nava dan Robin dari jauh.

"Mereka datang menyelamatkanmu Nico Robin." Nava menghampiri Robin dengan seulas senyuman di wajahnya.

Robin dibuat tak bisa berkata-kata.

"Tunggu aku. Itu memang jauh, tapi aku akan mencoba melompat ke sana," ungkap Luffy.

"Matte!" Robin berteriak lantang. Dia menatap Luffy dengan tatapan mata yang sulit Nava artikan. "Sudah kukatakan berulang kali, aku tidak akan kembali pada kalian lagi. Pergilah! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!"

"Kenapa kau datang menyelamatkanku?!" Robin memekik diselipi dengan rasa frsutasi. "Aku tidak menginginkan hal itu. Kapan aku memintamu menyelamatkanku?! Aku hanya ... ingin mati!"

Nava membelalakan matanya. Tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Robin ... kenapa dia sampai berpikir begitu?

Suara tawa diikuti dengan tepukan tangan puas terdengar saat Spandam masuk ke dalam ruangan bersama dengan anggota CP9 yang lain.

Franky protes, tak terima saat mendengar ucapan Robin. "Apa maksud perkataanmu itu?! Mereka datang sejauh ini dengan membahayakan nyawa mereka, tapi kau ...."

"Mereka melakukan itu karena mereka menginginkannya," ucap Robin tak acuh.

"Omong kosong! Jangan main—" Nava dengan cepat menyingkirkan Franky dari hadapan Robin. Pria besar itu menggangu. Ada hal yang lebih penting yang harus dia bicarakan dengan Robin.

"Robin, kenapa kau begitu? Apa kau sungguh-sungguh ingi—" Ucapan Nava langsung terpotong saat Lucci berdiri dibelakangnya sembari melingkarkan tangannya di pinggang sang gadis. Diam-diam dia menatap gadis itu dari atas sampai bawah. Menyadari ada beberapa luka gores baru di tubuhnya serta baju yang sedikit terkoyak.

"Kenapa kau ada di sini, Nava?" Lucci dengan tajam memandang Nava. Tatapan matanya seolah menuntut penjelasan. Dia begitu ceroboh sampai tidak sadar gadis itu telah melarikan diri dari ruangannya yang telah dijaga oleh beberapa pasukan angkatan laut.

"Rob Lucci ...."

"Sepertinya harus aku sendiri yang menjagamu," ungkap pria itu. Dia kembali memeluk Nava dengan agak mesra. Sesekali dia menduselkan wajahnya di ceruk sang gadis sambil sesekali menghirup aroma tubuhnya.

Ada apa dengan kucing satu itu? Apa karena kebiasaan alami kucing yang manja, pria itu jadi bertingkah begini?

Nava merasa risih. Ingin rasanya dia menampar wajah pria itu dengan tangannya bahkan kalau bisa melubangi kepalanya dengan Karna kalau saja gadis itu tidak ingat dengan misinya. Luffy bahkan tidak bertingkah begitu padanya. Kenapa dia jadi seperti ketempelan Lucci begini?

Huhuhu, Luffy selamatkan Nava.

Disisi lain, Luffy bisa melihat semuanya dari kejauhan. Rob Lucci, pria itu ... akan dia urus nanti setelah bisa menyebrangi gedung ini.

My Queen [One Piece X Oc]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang