Author POV
"Ini dia!" ujar Gon senang. Tangannya mengumpulkan beberapa ranting kayu kecil dan mengemasnya hingga membentuk sebuah pohon mini tanpa daun.
Setelah latihan selesai tadi, Gon mengajak Killua untuk mencari beberapa barang yang ia perlukan untuk kencannya esok. Mereka menjelajah dari hutan hingga ke wilayah bebatuan. Sampai Gon menemukan hal yang ia cari.
"Untuk apa itu?" tanya Killua tak paham.
Tanpa menoleh dan terus mengemasi ranting tersebut, Gon pun menjawab, "Hadiah untuk Palm."
Kening Killua mengerut pelan. Ia tidak yakin 'hadiah' Gon akan menyenangkan hati wanita bersurai gelap acak-acakan itu. "Kau yakin? Jika kau memberikan itu padanya, bukankah dia akan mengamuk?"
Gon bergumam pelan, memilih beberapa ranting yang tampak bagus untuk ia kemasi. "Jika aku langsung memberikannya, mungkin saja..." balasnya.
"Ya sudahlah, terserah kau saja. Ayo kembali ke kota," ajak Killua, berjalan lebih dulu.
Anak berambut hijau jabrik itu bangkit berdiri usai mengemasi persiapan hadiahnya untuk Palm. Ia melangkah dengan santai mengikuti Killua dari belakang untuk beberapa saat sebelum memimpin perjalanan pulang. Dua anak itu meninggalkan area bebatuan dan memasuki hutan yang dilewati sebelumnya.
Sejak awal perjalanan, Killua terus berwaspada. Berjaga-jaga bila mereka tiba-tiba berhadapan dengan musuh. Tangannya bertengger di saku celana, sementara matanya mengawasi sekitar. 'Jika kami bertemu prajurit semut chimera di gunung ini, kami akan berada dalam masalah serius. Begitu juga, kalau kami tetap di kota, risikonya tinggi bertemu dengan semut yang mencari manusia. Namun, saat manusia lain menjadi target, kami bisa kabur.'
Tatapan anak berambut seputih salju itu tidak pernah diam, selalu melirik ke kiri atau ke kanan. 'Bagaimanapun, saat ini Gon tidak bisa menggunakan Nen-nya. Jadi, aku harus melindunginya. Meski berarti aku harus mengorbankan segalanya!' batinnya yakin. Manik matanya tertuju pada makhluk Nen milik Knuckle yang mengunci Nen Gon.
Langkah keduanya berhenti ketika suara sesuatu yang bergerak dibalik semak-semak terdengar. Killua segera waspada tingkat tinggi, sementara Gon hanya berbalik santai ke arah semak-semak. Killau baru menghela napas lega saat seekor hewan kecil keluar dari semak-semak tersebut. Untung saja bukan musuh.
"Ayo cepat," ajak Killua. Gon mengangguk sebagai balasan. Dua anak itu kembali melanjutkan perjalanan kembali ke kota.
Malam tiba dengan cepat, mereka berdua sudah kembali ke penginapan. Gon tengah membersihkan diri sementara Killua menonton berita di televisi.
Seorang penyiar memberitakan kejadian seekor prajurit semut chimera-yang mereka sebut sebagai makhluk tak teridentifikasi-menyerang penduduk di Kota Pata. Tujuh orang kehilangan nyawa, beberapa petugas polisi terluka. Semut itu lalu kabur ke Pengunungan Miera setelah membuat kekacauan.
"Menurut kesaksian polisi, makhluk itu bergerak dengan kecepatan melebihi 200 km/jam. Sebelum pergi, dia berkata, "Aku akan kembali besok. Bawa manusia yang lebih cepat." Mungkin ini artiya dia spesies baru Hewan Ajaib (Majuu). Semua penduduk telah diperintahkan untuk segera evakuasi," terang penyiar berita.
Killua merogoh saku dan mengeluarkan ponselnya. Ia membuka aplikasi peta, melihat jarak antara Kota Pata-tempat semut chimera terlihat-dan Pengunungan Miera-lokasi kencan Gon dan Palm. 'Jaraknya satu kota lagi sebelum kita, dan Pengunungan Miera di sisi sebaliknya. Kami harusnya baik-baik saja...'
"Pemerintah telah meminta Asosiasi Hunter untuk menangkapnya. Dan asosiasi telah setuju. Baiklah, berita selanjutnya..." Killua mematikan televisi saat mendengar suara pintu terbuka.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Duty [Hunter×Hunter x Reader]
Fanfiction[UPDATE SETIAP RABU DAN JUMAT] Ketika aku terbangun, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan tua kecil di dunia atau bisa dikatakan dimensi yang berbeda. Aku tidak tau apa dan kenapa aku bisa berada di sini, tapi aku tau satu hal yang past...
![My Duty [Hunter×Hunter x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/285070658-64-k704557.jpg)