SPECIAL CHAPTER: DAILY GALA

9.7K 200 22
                                        

HALO! LAMA NGGAK NYAPA DI BOOK INI. UDAH EMPAT BULAN SEJAK CERITA INI TAMAT YA?

MENURUT KALIAN INI APA? INI CUMA SEDIKIT DAILY GALA YANG DIJAMIN BIKIN GELENG-GELENG DAN KETAWA 😆

SELAMAT MEMBACA! 🤍

***

“GALAAA!”

“Kemarin, kan, mama beliin empat bungkus taro buat kamu. Kok sekarang cuma sisa dua? Nggak mungkin, kan, semalam kamu habis dua bungkus.”

Gala, Athalla dan Abian yang sedang berjongkok membelakangi Geladys di halaman rumah menoleh bersamaan. “Apa mama?” tanya Gala pada Geladys yang berdiri diambang pintu rumah.

Ketiga bocah itu sedang mengobrol dengan anak sapi milik Gala yang baru dibeli kemarin.

“Semalam kamu habis taro dua bungkus?”

“Nda.” Gala menggeleng.

“Terus taro nya kemana?”

Gala yang sedang berjongkok menyingkir ke samping membuat Geladys menganga melihat pemandangan didepannya.

“GALAAAAA!!”

Ketiga bocah itu menutup telinganya bersamaan. “Mama belisik,” kata Gala.

Geladys menghampiri Gala dengan wajah marah lalu mencubit pelan lengan kecil anaknya. “Gimana mama nggak berisik orang kamu ngasih makan taro sama sapi! Taro itu mahal, Gala. Kenapa kamu kasih ke sapi?” Geladys menatap nanar taro yang berserakan di rumput dan sedang dimakan oleh anak sapi baru Gala.

Gala menatap dua bungkus taro yang sudah kosong lalu menatap Geladys. “Al kan suka talo, jadi Siti juga suka talo.”

“Sapi nggak suka taro!” sentak Geladys.

“SUKA! MAMA SOK TAU!” teriak Gala balas menyentak membuat Geladys ingin sekali membuang sifat ajaib Gala ke sungai.

“Kalau sapinya meninggal gimana, Al? Sapi itu makannya harus rumput, bukan taro. Emang Gala mau sapinya meninggal?” tanya Geladys sambil berjongkok didepan Gala.

“Olang Al disuluh sama Atha.” Gala menuduh Athalla sambil menunjuknya.

“Kamu yang nyuruh Gala ngasih makan taro ke sapi?” tanya Geladys pada anak tunggal Aksa yang sedang menarik-narik buntut anak sapi Gala.

“Bukan Atha. Tapi Abi!” Athalla menunjuk Abian.

Anak Jevan itu menggeleng. “Atha pinat! Abi enggak nyuruh Al. Al sendiri yang mau,” kata Abi anak yang memang sudah tidak cadel meski baru berusia tiga setengah tahun.

“Bukan pinat, Abi. Fitnah,” ralat Geladys.

Gala menunjukan dua jari tengah untuk Abian dan Athalla tanda permusuhan. “Kenapa kasih tau mama Al?”

“Atha ndak mau dimalahin mama Al,” kata Athalla.

Geladys mengusap wajahnya sambil beristighfar. Dunia ikut pusing jika anak Gara, Aksa dan Jevan disatukan. Kenapa juga mereka harus tetanggaan? Kan Geladys yang pusing dengan kelakuan mereka bertiga setiap harinya.

“Dys, Gara nya ada nggak— Astagfirullah anak gue! Lo lagi ngapain?!” Aksa berteriak kaget melihat Athalla yang sedang menarik-narik buntut anak sapi.

“Ada apaan, nih?”

Geladys menoleh kearah Gara yang baru keluar dari rumah. “Aa! Taro Gala habis dikasih makan ke sapi!” adu Geladys yang sudah muak dengan kelakuan Gala. Dulu dia tidak pernah membayangkan bahwa kelakuan anaknya akan super.

DIA ELGARA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang