HAI! AKU KANGEN SAMA GARA AND THE GENG MAKANYA ISENG BIKIN SPECIAL PART INI.
WARNING! PART INI TIDAK ADA HUBUNGAN SEDIKITPUN DENGAN ALUR CERITA DIA ELGARA KEMARIN. PART INI TERPISAH.
DAN ALURNYA BALIK LAGI KE MASA DIMANA GARA BARU LULUS SMA. BELUM ADA GALA DISINI!
SELAMAT MEMBACA ❤️
Siang itu, cuaca terasa panas sekali. Langit nampak berwarna biru cerah tanpa adanya awan. Membuat hawa disekitar benar-benar panas daripada kemarin hari. Memasuki hari pertama di bulan puasa. Gara hampir saja nekat minum jika tidak ditahan oleh Geladys. Cowok itu bermain lari-larian bersama Diva dan lupa jika sedang bulan puasa. Alhasil, rasa hausnya naik sampai ke ubun-ubun.
"Dys, kalau gue mati, gue nitip Diva ya."
Geladys mendelik kearah Gara yang tengah berguling-guling tidak jelas diatas karpet. Sementara dia tengah menjahit kaus milik Gara yang sobek diatas sofa. Diva sedang tidur.
"Apaan sih kamu," tukas Geladys tidak menyukai ucapan Gara.
Gara mengubah posisinya menjadi telungkup dengan wajah pasrah. "Gue nggak kuat, lapar, pengen minum."
"Lemah banget sih iman kamu. Baru juga jam sebelas. Emang sebelumnya kamu nggak pernah puasa apa?" tanya Geladys tidak habis pikir.
"Enggak." Gara nyengir lebar.
"Lah?"
Gara mendudukkan dirinya. Ekspresi wajahnya benar-benar tidak memiliki semangat sedikitpun. "Gini, Dys. Aksa kan nonis. Tiap kali gue puasa, dia jadi setan, ngajak gue jajan sate. Atau kalau nggak, dia makan nasi Padang depan gue. Waduh, gue kan ngiler tuh. Gue minta aja," papar Gara.
Ekspresi Geladys berubah datar. "Sebulan?"
"Hehe," balas Gara.
"Astagfirullah. Tobat, El, tobat. Mau jadi apa kamu?"
Gara memeluk kedua kaki Geladys dan memelas kearah cewek itu. "Tapi kan lapar, Dys. Gue belum mau mati—"
"Heh, Dakocan. Puasa itu kewajiban. Puasa nggak bikin kamu mati! Kamu tau? Manusia bisa bertahan tanpa makan selama satu minggu. Konyol kamu, Gara. Baru delapan jam aja udah lambaikan tangan," ceramah Geladys. "Kayak aku dong."
"Lo kan udah biasa puasa. Gue enggak."
"Makanya dari dulu biasain puasa!" Geladys menepuk dahi Gara, tidak habis pikir.
"Salahin Aksa!" kata Gara sambil menunjuk ke luar.
"Kok Aksa? Kan kamu yang minta makanan dia. Ya salahin kamu lah," balas Geladys. "Anak geng motor, puasa aja nggak mampu."
"Iya, iya, maaf. Mulai sekarang gue juga puasa. Tapi harus sama lo," kata Gara.
Geladys menaikkan sebelah alisnya. "Terus kalau aku halangan?"
"Gue juga halangan."
"Mana bisa gitu!"
Mereka pun berakhir debat. Dan diakhir, Gara yang mengalah. Dia tidak punya tenaga untuk debat. Dia lelah dan sangat kelaparan.
"Yaudah. Pokoknya buka puasa harus sama yang enak," ujar Gara seraya duduk disebelah Geladys lalu menyandarkan kepalanya pada bahu Geladys. Gara terus melirik jam. Kenapa adzan lama sekali?
"Dys," panggil Gara.
"Apalagi?"
"Buka puasa harus nunggu adzan, kan?" tanyanya kemudian diangguki oleh Geladys. "Boleh adzan sendiri habis itu buka?"
KAMU SEDANG MEMBACA
DIA ELGARA (END)
Teen Fiction[CALVERAS BAGIAN 1] Badboy pentolan sekolah itu bukan akan menjadi seorang ayah, melainkan telah menjadi seorang ayah diusianya yang sudah menginjak 18 tahun. Namanya Elgara Antares. Wakil ketua geng motor Calveras yang punya sifat gengsi setinggi l...
