Hai guys! Ketemu lagi di book ini. Gimana kabar kalian semua? Semoga baik selalu dimanapun kalian berada.
Tepat dua tahun sejak Dia Elgara tamat, hari ini aku kembali menyapa dengan kabar spesial...
SELAMAT 1 JUTA PEMBACA!!!
Alhamdulillah, aku ucapkan terima kasih banyak ke kalian semua, pembaca Dia Elgara dari awal cerita ini publish sampai hari ini. Berkat kalian semua, karya pertama aku berhasil tembus 1 juta pembaca.
Bagi aku yang cuma penulis kecil dan baru belajar, 1 juta bukan angka sedikit dan bener-bener jadi penghargaan buat diri aku sendiri. Aku sadar cerita ini masih banyak kurangnya dan perlu di revisi lagi, tapi...
Terima kasih untuk kalian semua yang udah baca, dukung, dan suka sama Dia Elgara sampai hari ini.
Untuk itu, aku buat special chapter ini. Tentang keseharian Gara, Geladys, Gala. Dan juga ada sedikit deeptalk tentang hubungan mereka.
Selamat Membaca 🤍
***
Suasana rumah sederhana milik Gara dan Geladys tidak pernah benar-benar tenang pada siang hari. Selalu saja ada berbagai tingkah laku Gala yang membuat suara tawa bercampur omelan Geladys terdengar di setiap penjuru rumah.
Tengah hari ini, gelak tawa Gala memenuhi ruang tengah rumah. Bocah empat tahun itu asyik memainkan mobil-mobilan merah bersama papanya.
“Papa! Mobilnya nablak jenglot!” Gala melompat-lompat senang saat mobil-mobilannya menabrak kaki Geladys yang sedang menyapu lantai.
Gara menelan ludah kasar. Spontan memelototi anaknya saat Geladys mulai membalikkan badan dan menunjukkan tatapan mengerikan.
“Barusan kamu bilang apa, Al?”
Gala menatap mamanya takut. Spontan bersembunyi di belakang punggung Gara untuk menghindari tatapan maut itu. Sementara Gara buang muka sambil menggaruk tengkuknya.
Antara takut dan takut.
Geladys berkacak pinggang.
“Gala! Kamu nyebut mama apa barusan?!”
Kepala kecil Gala muncul dari balik punggung Gara. “Jenglot,” jawabnya pelan.
“SIAPA YANG NYURUH KAMU MANGGIL GITU?!”
“Papa,” jawab si bocah polos.
Gara melotot tidak terima. “Fitnah banget lo!”
“Kemalin papa bilang ke Al. Katanya mama milip jenglot.”
Gara meringis keras. Melirik Geladys yang sudah siap mengeluarkan tanduknya. Bisa mati nih gue.
“Mama galak,” ucap Gala pelan melihat mamanya berkacak pinggang sambil melotot.
“APA KAMU BILANG?!”
“Papa bilang gitu kemalin.” Lagi-lagi Gala menunjuk papanya.
“Aa nggak ngomong gitu. Sumpah,” ucap Gara membela diri dengan cepat. “Lo tuh ngarang banget, dasar bocah ingusan!” Gara mendorong bahu kecil Gala dengan jari telunjuknya sampai tubuh anak itu terdorong mundur.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIA ELGARA (END)
Teen Fiction[CALVERAS BAGIAN 1] Badboy pentolan sekolah itu bukan akan menjadi seorang ayah, melainkan telah menjadi seorang ayah diusianya yang sudah menginjak 18 tahun. Namanya Elgara Antares. Wakil ketua geng motor Calveras yang punya sifat gengsi setinggi l...
