Sion tidak akan pernah melupakan bagaimana keadaan Aldrean saat Sion pertama kali menemukannya.
Tubuh lemas yang kehilangan seluruh tenaganya, tatapannya meredup dan seolah-olah dia akan kehilangan kesadaran kapan saja. Wajah putihnya pucat tanpa warna, bibirnya membiru dan darah segar terus menerus keluar dari hidung dan mulutnya.
Penampilan Aldrean saat itu membuat Sion tidak percaya jika anak itu akan bisa bertahan hidup sampai hari ini.
Disela lamunannya, sang kakak-- Ron datang dengan membawa baskom kecil berisi air hangat dan sebuah handuk bersih.
Dijam-jam seperti ini memang waktunya tubuh Aldrean dibersihkan.
Membiarkan sang kakak masuk ke dalam ruangan Aldrean, Sion tetap berjaga dengan patuh di luar pintu.
Wajah Sion datar tapi tidak dengan pikirannya yang terus berkelana kemana-mana.
Seminggu yang lalu, Sion tiba-tiba mendapat perintah dari tuannya-- Louis untuk mengawasi dan menjaga seorang anak yang Sion tidak kenali sama sekali.
Tapi karena itu perintah tuannya, Sion hanya mengiyakan tanpa banyak bertanya.
Kebetulan sekali anak yang perlu dia awasi itu akan datang ke Negara C, Sion hanya mendengar sedikit jika anak itu akan melakukan perjalanan sekolah bersama teman-temannya di Monrou. Jadi, di minggu itu pula Sion terbang dengan pesawat pergi dari Bili, tempatnya singgah saat itu dan datang ke Monrou.
Hanya membutuhkan waktu satu jam untuk terbang dari Bili ke Monrou.
Setelah menyewa kamar di hotel yang sama dengan Aldrean dan teman-temannya, Sion juga diam-diam selalu mengawasi Aldrean dari kejauhan.
Mulai dari Aldrean yang turun di bandara menggunakan pesawat pribadi keluarga Atmaja sampai anak itu tiba di hotel.
Malam itu, saat Sion berpikir bahwa Aldrean sudah tertidur pulas dikamarnya setelah kejadian di tempat makan, Sion pun meninggalkan Aldrean dan kembali ke kamarnya.
Saat hampir tengah malam, Sion yang tidak bisa tidur diam-diam mencoba meretas CCTV hotel untuk melihat keberadaan Aldrean dikamarnya tapi, dia gagal. CCTV dikamar Aldrean tidak berfungsi.
Awalnya Sion tidak terlalu memikirkan tentang CCTV di kamar Aldrean yang rusak tapi saat Sion mencoba meretas CCTV lainnya dan hal yang sama terjadi, Sion langsung merasa aneh.
Tidak mungkin dihotel besar CCTV dibiarkan tidak berfungsi.
Apalagi saat Sion mengetahui jika kebanyakan CCTV yang tidak berfungsi adalah CCTV dilantai di mana kamar Aldrean berada.
Mengikuti instingnya, Sion mencoba melacak keberadaan Aldrean dari sinyal jam tangan yang Kei berikan untuk anak itu. Kei memberitahunya jika selama Aldrean menggunakan jam tangan itu, lokasi Aldrean bisa ditemukan di mana pun dia berada.
Sion melacak sinyal jam tangan dan dia berhasil menemukan lokasi Aldrean yang berada di atap hotel.
Saat itu Sion sempat mempertanyakan apa yang anak itu lakukan di atap di tengah malam.
Tapi, kemudian Sion menyadari titik sinyal yang berwarna merah. Hal itu membuat Sion sigap dan langsung pergi menyusul Aldrean yang kemungkinan besar memang berada di atap.
Selain untuk mengetahui posisi, jam tangan itu juga bisa mengirimkan sinyal bahaya yang mengikuti detak jantung penggunanya.
Hijau artinya penggunanya baik-baik saja. Detak jantung normal.
Kuning artinya detak jantung pengguna berdetak lebih cepat. Sinyal warna kuning akan muncul jika Aldrean sedang kesakitan. Itu tanda bahaya.
Lalu, merah. Sinyal warna merah hanya akan muncul jika detak jantung pengguna melemah. Itu artinya Aldrean sekarat.

KAMU SEDANG MEMBACA
ZERO
Teen FictionDia Zero. Sosok spesial yang akan hadir setelah kematian seseorang. [Selesai]