Kau terpana melihat laki-laki itu. Ia sedang bernyanyi sambil bermain gitar tepat di panggung yang berada di tengah-tengah cafe kau bekerja.
Penampilannya sangat elegan dan tatapan matanya sangat lembut. Dia juga gentle apalagi padamu.
Setelah ia selesai tampil ia segera berjalan ke arah bar tempatmu bekerja.
"Penampilan bagus." Ujarmu lembut.
"Terima kasih." Ia duduk tepat di depanmu tanpa menghiraukan pelanggan lain khususnya pelanggan perempuan yang sedang menatapnya maupun yang hendak menyapanya.
"Mau minum apa?" Tanyamu singkat.
"Apapun yang kau buat." Jawabnya dengan senyum manis.
Kau segera membuat minuman khas yang selalu kau suguhkan padanya dan dengan segera ia meminumnya.
"Joshua, boleh berfoto bersama?" Tanya seorang pelanggan.
Ia melihat ke arahmu yang tidak berekspresi sama sekali lalu menolak permintaan pelanggan tersebut.
Setelah pelanggan itu pergi kau berdeham. "Kenapa kau tolak? Bukankah mereka hanya meminta foto bersamamu?"
Joshua melihatmu dengan senyum kecil di wajahnya. "Karena kamu."
Kau menatapnya dengan tatapan bingung.
"Karena kamu tidak menyukainya kan?" Tambahnya.
"Apa kau tidak terlalu berlebihan Hong Jisoo?" Kau kembali mengelap gelas-gelas di depanmu.
"(Y/n), kau tidak boleh berbohong."
"Oke-oke. Aku memang tidak menyukainya." Jawabmu pasrah.
Joshua tersenyum lembut lalu membelai rambutmu. "Kau selesai jam berapa? Aku ingin segera memeluk dan menciummu."
Blush!
"Hong Jisoo!" Serumu agak keras dengan wajah merah.
Joshua hanya tersenyum kecil sambil menatapmu lekat-lekat.
"Oh ayolah. Kita sudah menikah tapi kau tidak pernah mau melakukan sesuatu yang nakal bersamaku."
Wajahmu makin merona mendengarnya dan dengan segera kau menariknya menuju ruang istirahat.
"Kau ini kenapa sih." Ujarmu frustasi.
Belakangan ini Joshua sangat senang melakukan skinship denganmu sehingga hampir setiap malam kau mengunci pintu kamar dan menyuruh ia tidur di kamar sebelah.
"Karena kau tidak mengijinkanku tidur bersamamu." Jawabnya sambil melingkarkan tangannya di pinggangmu dari belakang.
"Well, itu..." Belum sempat kau menyelesaikan ucapanmu ia mengecup bibirmu singkat.
Kau salah tingkah mendapatkan perlakuan seperti itu. "Jadi?"
"Oke kau boleh tidur bersamaku malam ini." Jawabmu pasrah.
"Asik! I love you (Y/n)." Seru Joshua senang.
Kau hanya bisa tertawa kecil mendengarnya dan kau berbalik menghadapnya untuk memeluknya erat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Seventeen Imagine [END]
FanfictionFor Indonesian Carat Only! Don't forget to check Seventeen Imagine Season 2 ^^ Highest Rank: #1 In Search Seventeen Imagine 161030 ♡ #3 In Random 170110 ♡ #11 In Fanfiction All the pict I used're not mine! I save it from Seventeen Masternim twitter...
![Seventeen Imagine [END]](https://img.wattpad.com/cover/70670471-64-k933424.jpg)