episode 32

381 16 0
                                        

"kau,,,😨😨😨
Sedangkan apa ku di sini,dan kenapa kau bisa ada di sini?"tanya swraa pada pria yg masuk ke dalam mobil nya
"Bisa kah kau memberi ku waktu untuk diam sejenak paling tidak untuk memeriksa kepalaku apa ada yg terluka akibat pukulan mu."ucap sanskar yg memegang kepala dan tangan nya
Ya sanskar menyusul swara yg sedari tadi menghubungi supir yg mengantar swara
Ia menyusul,langsung setelah pulang dari kantor ia juga tak sempat berganti pakaian ia memakai switer milik laks yg tertinggal di mobil nya

"Hhhaaa ya ampun aku lupa maaf,,maaf,kemari aku periksa mana yg sakit,"ucap swara melepaskan sandal di tangan nya
Dan menarik kepala sanskar di pangkuan nya dengan replek
Sanskar hanya diam menerima perlakuan swara, ia tersenyum dengan kepala nya yg berada di pangkuan swara
Swara terus memeriksa kepala sanskar khawatir ada yg terluka
"Apa masih sakit mana yg sakit,sanskar aku benar-benar minta maaf aku tidak tau itu kau,aku kira kau penjahat yg masuk ke mobil ku
Ucap swara dengan kepala sanskar di pangkuan nya
Sedangkan sanskar tidak menyahut sama sekali ia hanya tersenyum dengan menikmati momen tersebut
Membuat swara terhenti dari bicara nya ia menunduk melihat ke arah sanskar dengan kepala di pangkuan swara
"Sanskar kau,,!"ucap swara
"Kenapa diam teruskan bicara nya?"ucap sanskar
"Sanskar kenapa kau bisa di sini,seharusnya nya kau di rumah,"ucap swara menyenderkan kepala nya ke kursi mobil
"Apa ada yg salah jika aku menyusul istri ku,ketika tau istri ku Tidak ada di rumah,"ucap sanskar masih di posisi yg sama
"Tapi sanskar hujan deras sekali,dan jalanan sangat macet"ucap swara
"Ya aku tau itu,maka dari itu aku kemari,apa kau pikir aku akan tenang setelah mengetahui istriku terjebak macet dan cuaca sedang seperti ini? Seharusnya nya kau menghubungi ku,paling tidak tinggalkan pesan pada ku,jangan membuat ku khawatir."ucap sanskar terbangun dan duduk dengan pertanyaan nya
"Bagai mana aku akan mengabari mu,,kita sedang,,,,,"ucap swara tak meneruskan perkataannya
"Tidak saling bicara,,,ya kau benar kita sedang tidak berbicara satu sama lain,"ucap sanskar dan memalingkan pandangan nya ke luar lewat kaca mobil
"Ya aku pikir kau tidak akan peduli lagi dan tak penting entah aku memberi tahu mu atau tidak,"ucap swara sedikit melirik
"Lalu untuk apa kau bicara pada ku,bukan kah kita sedang tidak saling bicara,sudah.
memang aku bukan siapa-siapa bukan"ucap sanskar
"Tidak sanskar bukan begitu,"ucap swara
"Lalu apa,bagai mana,kau akan terus menganggap ku orang asing walau pun kita sudah menikah,"ucap sanskar dengan wajah sedikit kesal dan kembali menatap ke luar
"Tidak,,kau suami ku,kau bukan orang asing bagi ku,,kau,,,
,,,Maaf,,,."ucap swara mengakhiri perdebatan dan terdiam melihat ke luar
Sanskar pun melirik dengan tatapan tak tega merasa bersalah dengan ucapan maaf dari swara
Ia pun menghela nafas
Untuk sesaat suasana di dalam mobil hening tidak ada perdebatan,dan obrolan yg terlontar dari kedua nya mereka masing masing melihat ke arah luar dari kaca mobil kedua sisi

Swara menyenderkan kepalanya di sisi mobil dekat kaca melihat ke luar
Begitu pun dengan sanskar

"Apa ini??dia menyusul ku hanya untuk berdebat,dia terus memikirkan ku,meskipun aku sudah mengalah dan meminta maaf dia masih mengacuhkan ku,keterlaluan."gugam swara dalam hati sesekali melihat sanskar dengan sudut mata nya

"Kau terus mengajak ku untuk berdebat,meski pun aku menyusul mu,dan mencoba berbaikan dengan mu tapi apa,kau terus mengungkit nya membuat ku tersulut emosi,keterlaluan tapi sungguh swara aku tidak bisa marah terlalu lama pada mu,semua hanya emosi sesaat."ucap sanskar dalam hati dengan sama sesekali melirik dengan sudut mata nya

"Haaaci,,,🤧.
Tiba-tiba swara bersin dan menutup nya dengan kedua tangan nya
"Kau kenapa,baju mu basah,kau juga bersin-bersin"ucap sanskar dengan segera memberi respon
"Mungkin aku pilek gara-gara tadi,terkena hujan,,,haaaci🤧."lagi-lagi swara bersin
"Kau,bersin lagi,swara sebaik nya kau ganti baju dulu,kalo tidak kau akan masuk angin dan sakit,"ucap sanskar memegang pundak swara
"Ganti baju, di sini?sanskar kau sudah gila kalo aku mau aku sudah ganti bagi dari tadi di sini,ini mobil dan di jalanan.,,haaaci🤧
"Ya ampun swara.
Baik lah tunggu sebentar,aku akan cari sesuatu."ucap saankar melihat seusia mobil ia melihat ke bagian belakang kursi mobil di lihat nya beberapa bingkisan
"Apa ini,,,baik tunggu lah swara."ucap sanskar mengambil bingkisan tersebut
"Eehhh itu,,itu hadiah dari nenek untuk ayah dan  bibi  ku,kenapa kau membuka nya heeyyy,,"ucap swara melihat yg di lakukan sanskar
"Diam lah aku akan,,menyingkir lah dulu,awas,,,"ucap sanskar sibuk mengobrak ngabrik kan semua hadiah dan memasangkan nya di semua bagian mobil  dengan sibuk nya
Sedangkan swara dia hanya bingung apa yg sedang di lakukan sanskar dengan yg di lakukan nya

Beberapa saat kemudian
"Baik lah selesai ayo,sekarang kau bisa mengganti baju mu."ucap sanskar yg beres melakukan nya
"Apa,,,ini,, sanskar?"tanya swara melihat sekeliling dalam mobil di tutupi kain dan yg lain nya
"Ya,bukan kah kau harus ganti baju,ayo sudah bisa,sekarang kau bisa ganti baju di sini."ucap sanskar berhadapan dengan swara
Sedangkan swara hanya diam dan menyunggingkan sedikit bibir nya dengan raut wajah tak menyangka
"Kenapa kau Diam apa lagi??
Ooowww aku lupa,baik lah aku akan keluar dan menunggu di luar selama kau mengganti baju."ucap sanskar memakaikan kupluk switer nya membuka pintu mobil
Swara masih diam sedikit aneh tak habis pikir dengan sanskar
Swara pun mengganti baju nya
Tak lama kemudian swara membuka pintu mobil nya menyuruh sanskar masuk mobil karena ia sudah  mengganti pakaian nya

"Ya ampun hujan nya semakin deras."ucap sanskar kembali masuk dan menutup payung nya

Swara hanya terdiam

"Ini pakai lah ini,kau masih kedinginan?"tanya sanskar dan memakaikan satu dupata yg ada di sana
Swara di selimuti dupata ia sesekali menarik nafas nya dari hidung yg mulia terasa berat
Ia benar-benar merasakan dingin dan badan nya pun mulai merasa tak karuan tak enak

Perjanjian CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang