episode 97

362 22 1
                                        

"apa kau bahagia?"sanskar memeluk swara dari belakang

"Tentu saja sanskar aku merasa wanita paling bahagia di dunia,mempunyai keluarga yg sangat menyayangi ku,suami,anak aku merasa tidak menginginkan apa-apa lagi,karna aku sudah mendapatkan semua nya,jika aku mati pun aku,,,,"ucap swara terhenti

"Jangan pernah bicara seperti itu lagi jika tidak,aku yg akan terlebih dahulu mati,mengerti!"sanskar yg membekap mulut swara menghentikan ucapan nya
Swara hanya memberikan senyuman samar memeluk sanskar

"Ini lah tempat paling damai untuk ku,heemmm jangan pernah lepaskan pelukan ku ini sanskar."swara memejamkan mata nya dan menenggelamkan wajah nya di dada kekar sanskar

"Heeyy kau ini kenap tidak biasanya kau bersikap romantis seperti ini?"sanskar yg ingin melihat wajah swara

"Ku bilang jangan pernah lepaskan pelukan ku ini sanskar."swara yg menolak melepaskan pelukan sanskar

"Ok,,baik lah nyonya swara sanskar Raj sing,
Tapi sampai kapan kau akan memeluk ku seperti ini?"tanya sanskar membalas pelukan swara

"Sampai tangan ku tidak bisa memeluk mu lagi."ucap swara

"Cukup swara apa yg kau katakan sejak tadi kau hanya bicara omong kosong saja."sanskar terkekeh menodongkan wajah nya berhadapan dengan swara

"Ok,,,maaf lupakan itu."swara meminta maaf
Sanskar pun memeluknya kembali

"Kau tau keluarga mu merencanakan ini semua agar setelah kita pulang nanti kita membawa kabar baik untuk mereka."sanskar sambil memeluk memejamkan mata nya

Seketika swara terhentak mengerti apa maksud dari ucapan sanskar rasa nyaman dan damai yg nampak di wajah swara pudar seketika.

"Apa itu juga yg kau inginkan?"swara mencoba menetralkan perasaan nya dan masuk kembali ke kedamaian yg ia dapatkan dari pelukan hangat sanskar

"Tentu saja siap yg tidak menginginkan nya,
Aku sudah melewatkan momen itu dengan tidak berada di sisi mu saat kau mengandung krish jadi aku berharap bisa menebus nya dengan berada selalu di sisi mu saat kita punya kesempatan lagi."sanskar dengan penuh harapan

"Maka penuhilah janji mu sanskar.jika aku bisa melihat kau dan keluarga ku bahagia akan ku lakukan apa pun itu."swara yg tenang berada di pelukan sanskar
Sanskar pun mencium ubun-ubun kepala swara dan mengeratkan pelukan nya.

Malam pun berlalu
Jam menunjukan pukul 06:30  swara masuk dengan nampan berisi persembahan dan asap yg ia sebarkan di seluruh sisi kamar

Nampak sanskar masih terbaring dengan badan setengah masih di balut selimut tertidur nyenyak,

Swara pun menyimpan nampan nya dan duduk di pinggir di mana ia menatap wajah sang suami yg masih memejamkan mata nya
Dengan tersenyum swara masih menikmati tatapan nya pada wajah sanskar.

"Aku tau aku sangat tampan,tapi apa kau tidak puas untuk terus memandang ku?"terlontar dari bibir sanskar yg masih memejamkan mata nya
Dan ia memindahkan kepala nya di pangkuan swara dan memeluk nya.

"Ya baik lah pria tampan  ayo bangun dan bergegas bersihkan diri mu,kau harus mengantar anak dan istri mu,"swara mengusap rambut sanskar yg berada di pangkuan nya

"Oya,,aku lupa,,baik lah aku akan bangun sekarang.
Apa kau sudah menyiapkan semua nya barang-barang krish?"sanskar yg bangun dari pangkuan swara

"Sudah ku atur semua nya.yao cepat setelah kau siap turun lah untuk sarapan hanya kau saja yg belum sarapan,semua sudah beres."swara yg mengambil nampan dan kembali pergi

Sanskar pun beranjak pergi ke kamar mandi.
____

"Apa kau sedih?"tanya utaran pada anak yg sedang cemberut diam di kamar nya

"Paman dan bibi akan pergi,Miska juga, rumah ini akan sepi lalu aku tidak akan ada teman bermain lagi."Avi dengan memeluk boneka nya cemberut sedih

"Krish juga dia akan pergi bersama Miska,tidak kah kau ingin berbaikan dengan nya sebelum dia pergi,dengan begitu mungkin saja Miska dan krish akan pulang lebih cepat, karena ingin menemani mu kembali untuk bermain?"saran utaran mencoba mendamaikan kedua nya

"Benarkah itu?
Apa dia akan memaafkan ku jika aku meminta maaf pada nya,semalam dia meminta maaf pada ku tapi aku tidak memaafkan nya,"seketika Avi kembali cemberut

"Bagai mana jika sekarang kau mencoba nya"ajak utaran untuk pergi menemui krish.
_____

"Rumah ini akan sepi tanpa kalian,nenek akan sangat merindukan kalian"Parvati yg melepaskannya pelunak dari kedua anak itu bersedih

"Nenek kita pergi hanya sebentar kita juga akan bertemu lagi."ucap krish dengan santai nya

"Kau seperti ayah mu tidak pernah bersedih jika akan pergi.baik lah kau harus janji hubungi nenek jika sudah berada di sana ok"pinta Parvati

"Kami janji nenek,"ucap Miska

Mereka pun mengambil tas mereka masing-masing menuju keluar rumah di antar oleh semua anggota keluarga
Sanskar dan swara sudah menunggu di dekat mobil menunggu krish dan Miska

"Tunggu!!
Maafkan aku,aku sudah bersikap tidak baik pada mu,sekarang kau akan meninggalkan rumah ini,aku tidak ada teman lagi,apa kau mau memaafkan ku,apa kita bisa menjadi teman sekarang?
Kau mengatakan jika kita adalah saudara jadi kita harus saling menyayangi bukan?"ucap avi mengasongkan tangan nya

"Tentu saja,
Aku memaafkan mu dan sekarang  kita adalah saudara."ucap krish tersenyum membalas jabatan tangan Avi

"Apa kau akan segera kembali dan bermain bersama ku?"tanya kembali Avi

"Ya kami akan kembali untuk bermain bersama mu."balas krish tersenyum
Mereka pun menaiki mobil untuk pergi Avi dan yg Lain melambatkan tangan melihat kepergian mobil yg di tumpangi krish perlahan menghilang dari pandangan.
_____

"Prem kau temani sanskar ayo swara kita antar krish dan Miska ke kamar nya,"ajak shimar memberi isyarat pada Prem

"Ya ayo sanskar kita duduk berbincang biarkan para wanita itu melakukan tugas nya sebelum kalian pergi."Prem pun pergi bersama sanskar menuju ruang kerja Prem untuk mengobrol
______

"Ini.aku hanya bisa membekali mu ini,dan ku harap kau selalu meminum nya,swara aku melakukan ini karena aku peduli pada mu,aku tidak ingin terjadi apa-apa pada mu,bagai mana pun juga kau begini Karana aku,jika saja kau tidak,,,"shimar terhenti

"Sudha cukup shimar,aku sudah mengatakan nya berulang kali,jangan pernah ungkit masalah ini,dan siapa dia bagi ku?dia adalah hidup ku sudah seharusnya aku melakukan nya dan aku tidak pernah menyesal sudah melakukan nya aku sangat beruntung bisa menyelamatkan nya,jadi ku mohon untuk yg terakhir kali aku tidak ingin mendengar kau mengeluh akan masalah ini kau mengerti!"swara menegaskan nya lagi

"Baik lah,,,tapi ku harap kau tidak mengabaikan lagi nasihatku ini."ucap shimar

"Apa ini?"tanya swara yg memperlihatkan botol kapsul yg shimar berikan

"Ini obat,dimana akan menolak semua yg tidak di inginkan masuk menuju rahim mu,ini sebagai jaga-jaga saja, dan yg ini resep obat mu kau bilang minta persediaan bukan agar di sana kau tidak harus pergi membeli nya, karena akan sulit untuk sanskar membiarkan mu pergi keluar sendirian."shimar dengan mengerti situasi nya mempersiapkan semua yg swara butuhkan.

____

"Apa kau bahagia?"tanya swara yg kini sudah dalam perjalanan Menuju pulang

"Tentu saja sayang,aku merasa sangat bahagia,kau lihat tadi ketiga anak kita dengan cara polos nya mereka saling meminta maaf membuat ku sangat lega akhir nya mereka bisa menjadi adik kk yg akur."sanskar sembari menyetir tersenyum bahagia.

Perjanjian CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang