Kadang kita mencari
Tanpa kita sadari justru sangat dekat dengan apa yg kita cari.
Ragini berdiri di ambang pintu sebuah kamar ia menyusut sisa Air mata yg masih tersisa
Ragini pun masuk menuju dimana Avi sedang duduk bermain boneka nya
"Avi,,kau belum tidur? Kemari lah ada yg ingin ibu tanyakan pada mu,"ragini duduk dan memangku tubuh Avi di pangkuan nya
"Avi apa kau punya teman baru?
Apa teman baru mu yg tadi paman antarkan ke rumah nya?"selidik ragini mulia mencari tahu
"Mereka bukan temanku ibu! krish KK kelas ku dia sering menjahili ku,dia selalu menyebutku anak cengeng,dia sering menertawakan ku,jika aku sedang bertengkar dengan nya,aku tidak suka pada nya,tapi Miska selalu meminta maaf pada ku atas kesalahan krish,"Avi menceritakan nya
"Krish,,,jadi nama nya krish lalu siap Miska?"tanya kembali ragini
"Miska adalah saudara nya tapi dia sangat berbeda dengan krish dia baik pada ku tapi tetap saja aku tidak suka pada nya karena saudara nya selalu mengejek ku."tegas Avi kembali menceritakan nya
"Baik lah,lalu apa waktu paman mengantar mereka pulang ke rumah nya bertemu dengan ibu nya?"ragini dengan penasaran nya
"Tidak Miska bilang ibu sedang tidak di rumah maka nya paman mengantar nya pulang."ucap Avi dengan gemas nya
"Sayang dengarkan ibu,kau tidak boleh membenci seseorang Karan dia selalu mengganggu mu,mungkin saja dia hanya ingin kau bersikap lebih pemberani seperti nya,jadi jika dia melakukan itu pada mu biarkan saja dan jangan pernah membenci nya kau mengerti?"ucap ragini mencoba membuat Avi mengerti.
______
Di pagi hari ragini terlihat ada di sekolah di mana Avi belajar,ia mengantar Avi bukan hanya itu tujuan nya ragini berada di sekolah Avi namun ia seperti sangat penasaran dengan apa yg ia dengar semalam.
Saat ia berjalan di lorong sekolah tampaknya ia memikirkan sesuatu hingga tak begitu memperhatikan jalan
"Bruk,,,awww,,,"terdengar ringisan
Ragini menabrak anak yg sedang berjalan berbeda arah hingga terjatuh
"Ya ampun,,kau baik-baik saja?ayo bangun biar aku bantu."ragini mengangkat tubuh anak perempuan yg ia tabrak
"Aku baik-baik saja,"ucap anak perempuan yg tidak lain adalah Miska Miska berjalan bersama krish menuju kelas namun ragini yg tak begitu fokus menabrak nya
"Maafkan aku,aku tidak melihat nya apa ada yg sakit,"
Ragini pun mengusap tangan dan memeriksa beberapa bagian lutut miska
"Tidak bibi aku baik-baik saja."tegas kembali miska
"Miska kau tidak apa-apa?"tanya Krish yg berada di samping nya
"Krish aku baik-baik saja,"balas Miska
"Krish,,,Miska."ragini melihat ke arah dua anak tersebut memperhatikan ia pun melihat sekeliling seperti mencari seseorang
"Apa kalian di antar oleh ibu kalian?di mana dia?"spontan ragini langsung menanyakan nya
"Ibu kami sudah pergi dia hanya mengantar ku sampai luar saja,"ucap krish
"Baik lah kalian masuk lah,dan maafkan bibi karena sudah menabrak mu,"ragini pun pergi menuju luar sekolah dengan sedikit terburu-buru
"Mungkin dia masih di di sini,"ragini melihat ke sekeliling di luar sekolah
Namun ia tak memperhatikan sebuah mobil baru saja melaju pergi meninggalkan tempat itu
Ragini pun terhenti karena ia tak menemukan siap pun di sana.
____
"Aku mohon,aku hanya ingin tau alamat dan keluarga nya anak itu saja,dan ku harap kau bisa membantu ku."ragini berada di ruang guru meminta tolong pada guru
"Tapi nyonya untuk apa kau ingin melihat berkas nya?"tanya kembali guru
"Tidak aku hanya ingin melihat nya saja,aku mempunyai teman dulu dan kami sudah lama tidak bertemu,aku mendengar jika anak nya sekolah di tempat ini,jadi aku ingin memastikan jika itu benar,"ucap ragini
"Baik lah nyonya tunggu sebentar aku akan mencarikan nya untuk mu."guru perempuan itu pun membuka lemari di ruangan nya dan mencari nya
"Ini berkas nya."ucap guru memberikan sebuah berkas pada ragini
Ragini pun membuka nya ia membaca semua biodata yg tertera di salah satu lebaran kertas
"Mereka kakak beradik,dan mereka baru pindah dua Minggu yg lalu ke sekolah ini,"ucap guru memberitahu
"Tuan Prem Bose dan nyonya shimar,?"ragini membaca nya terlihat bingung dan merasa aneh
"Ya mereka anak dari dokter shimar dan tuan Prem, wanita itu mengatakan jika mereka lah orang tua nya,"ucap guru
"Wanita,,?"ragini bingung
"Ya entah lah aku tidak tau siapa dia,tapi mungkin dia pengasuh krish dan Miska,dia yg selalu mengantar kan dari awal mendaftar hingga saat ini wanita itu yg selalu ku lihat."memberitahukan pada ragini
Ragini terusan mencoba memahami semua nya.
Kini ragini sudah keluar dan pergi menuju mobil nya
"Pak antarkan aku ke rumah sakit sekarang."ragini menyuruh sopir pribadi nya.
_____
"Ragini katakan kenapa kau ingin bertemu dengan ku?"ucap seorang dokter wanita yg kini duduk berhadapan bersama ragini,yg tidak lain adalah shimar
"Dokter apa kau mempunyai anak,maksud ku sudah lama aku mengenal mu,bahkan kita sudah seperti keluarga,tapi kenapa aku baru tau jika kau mempunyai dua anak?"ucap ragini tudupoin
Shimar terkejut dengan apa yg di katana ragini raut wajah nya seakan bingung dan tak tau apa yg harus ia katakan
"Bagai mana bisa ragini tau tentang anak-anak ku?"gugam shimar dalam hati
"Dokter shimar kau tau sekolah Avi anak ku dan sekolah anak-anak mu sama, mereka satu sekolah, bahkan aku tidak tau sama sekali,umur mereka pun tidak jauh berbeda,tapi seingat ku waktu aku mengandung bukan kah seharusnya kau juga sama?karena umur anak kita tidak jauh berbeda,"ragini terus dengan penuh selidik
"Eemm itu,,ragini maksud ku mereka,,"shimar semakin gugup tak tau apa yg harus dia katakan
"Krish,Miska,itu nama anak mu kan?"tanya kembali ragini
Yg lagi-lagi membuat shimar semakin tak bisa berkutik
"Yy,,yaa,,iiitu benar,"shimar mencoba menetralkan perasan nya
"Kenap kau gugup dokter?apa ada sesuatu yg kau sembunyikan,maafkan aku jika aku bertanya masalah pribadi mu,tapi aku hanya ingin tau saja, sudah lah lupakan itu,maaf jika aku menggangu mu."ucap ragini seakan tak ingin berlama-lama
"Jadi kau sudah mengenal Miska dan krish?
Mereka bukan anak-anak ku,
Apa yg kau pikirkan ragini saat kau tau jika mereka bukan anak-anak ku?
Maka dari itu,aku tidak berhak mengatakan apa-apa lagi
Kau pergi lah ke rumah ku,biar kau sendiri yg melihat nya."shimar pergi dengan memahami semua yg ragini pikirkan
"Aku berharap hari ini bisa merubah waktu yg terbuang selama 7 thn, hanya itu yg ku harapkan."shimar mengatakan nya dan melanjutkan langkah nya pergi meninggalkan ruangan nya.
Ragini terdiam dengan apa yg terjadi
Ia benar-benar tidak bisa berkata,
Senang,sedih,terkejut,tak menyangka semua perasaan seakan ada di diri nya saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjanjian Cinta
Romancemengisahkan seorang gadis yg bernama swara hanya berprinsip pada keyakinan nya sendiri. sehingga bertemu dengan seorang pria bernama sanskar yg di haruskan hidup dengan nya bersatu nya dengan ikatan pernikahan menjadi awal sebuah ujian bagi merek...
