Sanskar mengantar swara pulang,di dalam mobil mereka saling diam tak ada yg bicara
Kedua nya saling diam
"Aku tau kau pasti terbeban ni,swara jika kau merasa tertekan kita batal kan rencana kita,aku akan bicara pada nenek dan ayah mu juga,dan aku akan menolak perjodohan ini,"ucap sanskar memberhentikan mobil nya di pinggir jalan
"Tidak sanskar kita harus menyetujui nya,aku siap dengan semua nya kita tinggal memberi kabar ini pada yg di rumah kau datang lah ke rumah ku untuk membicarakan tentang pertunangan kita sebelum menikah "ucap swara
"Baik lah jika kau benar-benar yakin dengan ini
Sanskar dan swara memberi kabar tentang persetujuan mereka untuk menikah pada keluarga mereka masing-masing
Kedua belah pihak sangat gembira akan kabar tersebut
Namun lain hal nya dengan Sujata ia merasa tak bahagia ia tidak menyangka jika sanskar menyetujui perjodohan ini
Dua hari kemudian
Keluarga besar Raj Sing datang ke rumah swara untuk membicarakan tggl yg baik untuk pertunangan bersama pendeta
Semua orang berkumpul
"Pak pendeta kira-kira kapan hari yg baik untuk pertunangan anak-anak kami,"tanya syekar
"Aku akan melihat nya dari tgl lahir mereka"ucap pendeta
Pendeta pun mulai menghitung
"Sangat bagus kedua horoskop nya sangat cocok mereka akan memiliki cinta yg kuat dan abadi,Mera akan saling melindungi,
Di hitungan ku waktu yg tepat adalah satu Minggu lagi untuk pertunangan dan tiga hari setelah pertunangan pernikahan akan dilaksanakan"ucap pendeta
"Apa ya ampun pak pendeta dengan waktu yg sesingkat itu kita harus mempersiapkan nya,kita perlu waktu untuk semua persiapan"ucap sujata
Sinis semua orang memandang pada Sujata
"Diam lah,aku yg akan mengatur semua nya kenapa tidak mungkin kita bisa mempersiapkan nya dengan waktu yg tersisa kita punya banyak orang untuk mengerjakan nya"antusias parvati
"Ya nenek kau benar aku juga siap untuk membantu persiapan nya tenang saja,"ucap ragini tersenyum
"Ya ampun wanita kurir ini akan menjadi menantu tertua di keluarga Raj sing,apa kata orang nanti mereka semua akan membicarakan kita"bisik Sujata pada ram mengoceh
Ram langsung menarik tangan nya menuju ke luar rumah
Mereka berbicara di depan rumah
"Kau selalu membedakan kan setiap orang dengan harta,jangan sesekali kau mengatakan itu lagi,jangan sampai aku mengingatkan derajat mu juga,mengerti,,,dan ya satu lagi jangan menyebut swara dengan panggilan gadis kurir lagi ingat itu."ucap ram mengancam dan pergi
Sujata terlihat kesal ia merasa marah dengan pernikahan ini
Acara pun selesai swara dan sanskar berdiri di dekat jendela yg cukup jauh dengan keberadaan seluruh keluarga
"Kau lihat betapa bahagia nya mereka aku belum pernah melihat ayah ku se bahagia ini setelah kepergian ibu kami sellau merasa kehilangan sellau ada yg kurang di di antara kami dan ayah selalu teringat akan ibu ku"ucap Swara dengan menahan tangisnya nya
"Kau benar aku pun merasakan hal yg sama di mana aku melihat nenek ku sangat bahagia
Aku sangat memahami perasaan mu kehilangan seorang ibu itu sangat lah menyakitkan kan kau tau aku pun mengalami nya bahkan lebih sakit dari kepergian ibu mu,"ucap sanskar yg mulai sedih
"Apa maksud mu kau masih memiliki ibu kau seharusnya nya merasa senang"ucap swara
"Kau salah dia bukan lah ibu ku,aku kehilangan ibu ku bahkan bayangan nya,kenangan nya,keberadaan nya masih bisa aku rasakan Sampai saat ini,"ucap sanskar
"Apa jadi itu alasan nya aku lebih dekat dengan nenek mu?"tanya swara
"Ya,itu benar ibu ku meninggal saat mengalami kecelakaan dua thn yg lalu di mana ibu dan ayah ku pulang dari luar kota,di perjalanan menuju pulang,mobil yg mereka tumpangi oleng dan menabrak Turk besar"ucap sanskar sedih
Sanskar maaf kan aku,,aku benar-benar tidak tahu jika ibu mu sudah tiada,"ucap swara meminta maaf dengan tanpa di sangka swara memegang tangan sanskar menguatkan nya membuat sanskar menatap nya seketika swara melepaskan tangan nya
"Maaf kan aku,,,aku"ucap swara gugup
"Tidak masalah"ucap sanskar
Mereka pun kembali menikmati angin malam dari jendela yg begitu sejuk
Dua hari menuju hari pertunangan swara pergi ke kampus ia di antar oleh sanskar swara turun dari mobil mengucapkan terimaksih dan masuk menuju gedung kampus
Di sekitar lorong kampus
Swara melintas setiap orang saling berbisik
"Lihat lah dia sebentar lagi akan menikahi pria kaya dan hidup nya akan berubah drastis."bisik seseorang
Swara melanjutkan jalan nya ia tak menghiraukan nya
Di kelas ia duduk seorang teman kelas nya yg berada di samping nya
Bertanya
"Wah swara kau sangat beruntung mendapat calon suami yg tampan,kaya,pula Pati kehidupan mu akan berubah ya"tanya seorang gadis
Swara hanya membalas dendam senyuman
Ia benar-benar muak hari ini setiap orang pasti membicarakan nya
Hingga akhir nya kelas pun di mulai
Hari pun sudah sore,
Swara terlihat keluar dari kampus menunggu seseorang yg sudah biasa menjemput nya ya siapa lagi jika bukan sanskar,
Tak lama kemudian mobil mewah berwarna putih pun berhenti tepat di depan nya swara sudah tau betul siap dia swara pun masuk mobil dan duduk di sebelah sang pengemudi dengan wajah yg benar-benar lelah dan murung bahkan ia tak memberikan senyuman seperti biasa nya ia perlihatkan kan pada sanskar
Sesekali sanakar melihat ke arah swara yg terlihat lebih pendiam dan murung
"Kau kenapa,tadi pagi kau baik-baik saja,tapi sekarang kau terlihat murung apa yg terjadi?"tanya sanakar yg masih pokus mengemudi
"Tidak aku hanya lelah,aku baik-baik saja,"ucap swara dengan sedikit menutupi Maslah yg menjadi pikiran nya
"Kau berbohong,aku tau betul jika kau sedang berbohong pada ku,katakan ada apa,?"tanya sanakar kembali
Swara hanya diam tanpa menjawab dengan melihat ke luar kaca mobil
"Bai lah jika kau tidak ingin cerita aku tidak memaksa mu,"ucap sanakar
Swara pun menoleh ke arah sanskar
"Aku hanya tidak tahan dengan omongan orang jika aku menikahi mu semata karena aku melihat kekayaan mu,seolah merak menyudut kan ku akan kasta dan harta mu,"swara menghela nafas dengan beban yg sangat mengganggu pikiran nya
Sanakar hanya menoleh seakan itu menjadi hal yg biasa bagi nya
"Swara aku sudah bilang abaykan mereka kau harus membiasakan diri dengan hal ini,bahkan nanti setelah kita menikah kau akan harus lebih kebal akan semua ini."ucap sanakar sedikit melebihkan dan mencoba menenangkan swara
"Ya mungkin kau benar.
Sanskar dan swara pun saling menatap dengan sedikit tersenyum seakan swara merasa lebih baik
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjanjian Cinta
Romansamengisahkan seorang gadis yg bernama swara hanya berprinsip pada keyakinan nya sendiri. sehingga bertemu dengan seorang pria bernama sanskar yg di haruskan hidup dengan nya bersatu nya dengan ikatan pernikahan menjadi awal sebuah ujian bagi merek...
