Masih di kantor Kel Raj sing
Semua tertuju pada siap yg datang
"Kau,,,,!"ucap sanskar
"Tuan beri aku kesempatan untuk menjelaskan nya dan aku janji tidak akan memperbaiki kesalahan ku itu,tapi ku mohon jangan pecat aku,aku sangat membutuhkan pekerjaan ini."ucap pria paruhbaya yg tadi sanskar pecat
"Sanskar setidak nya kau dengarkan dulu penjelasan nya,dan sesudah itu kau bisa mengambil keputusan apa pun pada nya."ucap Sahil yg terlihat datang bersama nya
"Kau tau benar peraturan perusahaan ini,tidak ada yg berhak menyuruh ku."ucap sinis sanskar pada Sahil
Laks dan swara yg melihat nya hanya diam
"Kau melakukan kesalahan yg sangat fatal dengan mengambil uang gajih para pegawai secara diam-diam itu sama saja kau mencuri nya."ucap sanskar mulai marah
"Pa aku terpaksa melakukan nya,
Aku tidak bermaksud untuk mengambil nya,dan aku hanya meminjam nya,saat itu aku benar-benar terpepet waktu hingga akhir nya aku memutuskan untuk meminjam uang perusahaan,
Saat ini aku baru mengumpulkan setengah nya dan berniat melunasi nya setelah aku mendapatkan gaji ku bulan ini."pria itu mengatakan semua nya
"Jika begitu lunasi aku akan memberi mu pesangon jadi kau bisa melunasi nya dengan uang pesangon mu itu."sanskar dengan keputusan terakhir nya
"Laks urus semua nya dan jangan lupa potong untung melunasi hutang nya."titah sanskar pada laks tanpa memperdulikan pria itu.
Sanskar duduk di kursi kekuasan nya dengan wajah dingin nya
"Emm,,laks biar aku yg bicara lebih baik kalian tinggalkan kami."ucap swara meminta
Laks pun mengangguk dan mereka pun keluar
"Sanskar ada apa dengan mu?
Kenap kau tetap memecat nya,sanskar dia sudah meminta maaf kan ,dia juga sudah mengembalikan uang nya walau pun belum semua nya tapi setidaknya dia sudah bertanggung jawab dengan kesalahan nya."swara menghampiri sanskar yg tengah duduk
"Itu memang seharusnya dia bertanggung jawab,dan aku sudah baik dengan memberikan nya pesangon bulan ini,swara ini peraturan perusahaan jadi sudah jangan terlalu di pikir kan.
Ini sudah biasa terjadi antara pegawai di perusahaan,banyak orang yg tidak jujur seperti nya,"ucap sanskar masih terlihat tenang
"Sanskar menurut ku dia orang yg jujur,dia mengalami kesulitan dan mungkin saja itu jalan satu-satunya untuk mengatasi kesulitan itu,"ucap swara kekeh berbeda prinsip
"Swara dia hanya pegawai biasa,untuk apa kita berdebat gara-gara dia,jadi sudah lah."sanskar mulia tersulut
"Yaaa.
Bagi mu dia pegawai biasa tapi bagi keluarga nya dia adalah tulang punggung keluarga, satu-satunya orang yg paling di andalkan di keluarga nya,pernah kah aku berpikir jika seorang suami,atau ayah memiliki tanggung jawab yg besar untuk istri dan anak-anaknya!
Tidak.
Kau tidak akan mengerti itu."swara menyudahi perdebatan meninggalkan ruangan sanskar
Sanskar hanya berdiri diam melihat swara yg meninggalkan nya
Swara melangkah besar pergi namun langkah nya terhenti mendengar suara dari salah satu ruangan.
"Anak ku harus di operasi saat itu juga,sedangkan aku tidak mempunyai uang sebesar itu,untuk operasi Anak ku
Kami tidak mempunyai saudara di kota ini,dan saat itu aku tidak tau harus berbuat apa,
Yg aku pikirkan hanya lah bisa membayar nya nanti tanpa seorang pun tau jikaaku u telah meminjam uang perusahaan."ucap pria paruhbaya menunduk pasrah
Dengan beberapa teman yg ikut merasakan kesedihan nya.
Swara yg mendengarkan dari balik pintu ikut terenyuh hati nya.apa lagi swara wanita yg tak bisa melihat orang lain kesusahan mata nya berkaca-kaca sedih ia pergi ke salah satu ruangan
Dengan membuka pintu salah satu ruangan swara masuk
"Swara kau,"ucap laks berdiri dari kursi nya.
"Entah apa yg harus aku lakukan laks,sanskar tetap memecat pria itu,
Dan kau tau alasan dia memakai uang perusahaan,
Anak nya di oprasi dia harus menyelamatkan nyawa anak nya,dan saat ini dia di pecat entah dari mana dia harus membayar semua pengobatan dan biaya rumah sakit anak nya."swara bersedih meluapkan semua kesedihan nya di ruangan laks
"Apa jadi dia melakukan ini untuk menyelamatkan anak nya?ucap laks tak menyangka
"Swara tenang lah,sebaik nya sekarang kau beri tahu sanskar dan bujuk dia untuk tidak memecat nya,"laks memberikan saran
"Percuma laks,tadi aku dan sanskar berdebat dan kami bertengkar tadi."swara dengan raut wajah yg bingung
"Kalian bertengkar?
Swara seharusnya kau bisa lebih tenang menghadapi sanskar,jika bukan kau siapa lagi yg bisa mengatasi nya,sebaik nya kau bujuk dia dengan kepala dingin dan kau coba bicara pada nya beritahu dia apa yg terjadi
Dengan begitu kita bisa membantu pria itu agar bisa mengurus anak nya."ucap laks mencoba meyakinkan swara
Swara terdiam mendengar ucapan laks.
____
Sanskar masih terlihat kesal dia duduk di kursi dengan memandangi foto swara yg selalu ada di meja nya
Tak berselang lama sebuah dorongan membuka pintu ruangan
Swara masuk kembali ke ruangan sanskar
Ia menghela nafas mencoba untuk tenang langkah yg pelan ia menuju ke arah di mana sanskar berada
"Maaf,,,"swara memegang kedua telinga nya tepat di sebelah sanskar yg sedang dalam lamunan nya
Seketika sanskar tersadar dari lamunan dan melihat ke arah swara yg sedang berdiri masih memegang kedua telinga nya
"Heeyy apa yg kau lakukan? sudah lepaskan."sanskar berdiri seketika dan melepaskan tangan swara dari telinga nya
"Maafkan aku sanskar,tadi aku,"ucap swara terpotong
"Suuutt,,,aku yg bersalah,kau tidak perlu meminta maaf."sanskar meletakan telunjuk nya di bibir swara
"Seharusnya aku yg meminta maaf pada mu,aku sudah bicara kasar pada mu lagi-lagi aku melakukan kesalahan pada mu.
Jadi maafkan aku."berbalik sanskar yg memegang telinga nya meminta maaf
Swara tersenyum melihat sikap sanskar
"Kau adalah sanskar ku sebesar apa pun kesalahan mu aku akan memaafkan mu tanpa kau meminta nya."ucap swara meletakan kedua tangan nya di dada sanskar
"Kau swara ku bagi ku kau tidak pernah melakukan kesalahan sekecil apapun,semua tindakan dan ucapan mu itu lah kebenarannya."sanskar membalas dengan menarik dan melingkarkan tangan nya di pinggang ramping swara
"Jadi tuan sanskar Raj sing itu arti nya?
Kau,,,,"ucap swara menatap mata sanskar yg tepat di hadapan nya tanpa celah.
"Ya,,apa pun yg kau minta itu lah yg akan terjadi.
Jadi jelaskan pada ku apa alasan nya,kenapa aku tidak bisa memecat nya meskipun dia sudah melakukan kesalahan besar di perusahaan ku?"sanskar dengan tetap melingkarkan tangan nya di pinggang swara
"Emm,,,Baa,,baik aku akan menjelaskan nya tapi bisa kah kau lepaskan tangan mu dari tubuh ku,"swara mencoba melepaskan
"Kenapa?
Kenapa harus ku lepaskan, kau bisa menjelaskan nya tanpa harus ku lepaskan."sanskar semakin mengeratkan lingkaran tangan nya
"Ss,,sanskar ini kantor bagai mana jika ada yg datang dan melihat nya,
Jadi ku mohon lepaskan,"swara mencoba melepaskan namun tetap tidak bisa
"Laks,,!"ucap swara
Seketika sanskar melepaskan pelukan nya dan melihat ke arah pintu
"Hahahaha,,,,,"swara tertawa seketika melihat nya
"Kau membohongi ku."kekeh sanskar menatap swara kemudian duduk
Swara hanya memberikan senyuman
Dan
"Muuaah😘"satu kecupan mendarat di pipi sanskar
Swara mencium sanskar dengan cepat membuat sanskar diam tak berkutik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjanjian Cinta
Romancemengisahkan seorang gadis yg bernama swara hanya berprinsip pada keyakinan nya sendiri. sehingga bertemu dengan seorang pria bernama sanskar yg di haruskan hidup dengan nya bersatu nya dengan ikatan pernikahan menjadi awal sebuah ujian bagi merek...
