Chapter - 76

4.9K 154 17
                                        

Terimakasih dear readers setiaku, ats semua saran, masukan, dan pendapat kalian. Itu berarti banget buatku, ini hadiah dariku untuk temani malam kalian.

Happy reading ♥️

- - - -

Waktu baru menunjukkan pukul setengah tujuh pagi ketika Atlas memasuki teras rumahnya dengan membawa beberapa benda di tangannya. Matanya masih terbalut kacamata hitam yang membuatnya terlihat semakin menawan. Jangan lupakan senyum di wajahnya yang sangat berseri itu.

Dengan kemeja putihnya yang ia gulung hingga sebatas lengannya dan juga celana khaki selulut, pria itu tak pernah gagal untuk menunjukkan penampilan terbaiknya.

Tadi pagi, seusai dirinya selesai berolahraga, Atlas lekas membersihkan dirinya. Pria itu mengambil kunci mobilnya, beranjak meninggalkan kediaman mereka, meninggalkan istrinya yang masih asyik bergelung di dalam selimut.

Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mencari sebuket bunga yang cantik untuk istrinya.

Bucin.

Itu kata orang - orang disekitarnya. Tapi, siapa peduli? Bagi Atlas, ia hanya menunjukkan bahasa cintanya. Bagi Atlas, ia hanya ingin membahagiakan yang dicintainya.

Bersamaan dengan pintu utama yang terbuka, disaat itu juga Atlas melihat istrinya menuruni tangga dengan gaun putih sebatas betisnya yang dihiasi dengan motif kecil berbentuk bunga yang berwarna biru. Kainnya jatuh dengan anggun namun tetap mengikuti lekuk tubuhnya yang tengah membawa kehidupan anak mereka di perut buncitnya itu.

Gaun itu sederhana, tanpa banyak hiasan di kainnya. Lengan balonnya mengembung manis, memberikan kesan lembut dan feminin. Melihatnya, membuat Atlas menyunggingkan senyum manisnya. Lili yang akhirnya mendongak karena mendengar suara pintu yang dibuka turut membalas senyum suaminya.

Mata wanita itu berbinar saat menangkap Atlas yang membawa sebuah buket bunga besar berwarna putih dan biru yang sangat indah. Atlas melangkah mendekati istrinya, tangannya terulur hingga bersambut dengan jemari lentik Lili.

"Good morning princess," sapa Atlas tanpa menghapuskan senyumannya. Lili ikut tersenyum, semakin lebar dari sebelumnya, dengan pipinya yang sudah bersemu merah.

"Good morning Mas," balasnya. Deretan giginya yang rapi terlihat dibalik senyum cantiknya. Membuat suaminya tak lagi mampu menahan rasa kagum dan gemas atas istrinya.

"Beautiful flowers for my beautiful wife," godanya seraya memberikan buket bunga yang dibelinya tadi. Lili menerimanya dengan senang hati, sebelum memeluk suaminya dengan penuh cinta.

Wajah mereka saling berdekatan, membuat hidung keduanya saling bersentuhan. Atlas menatap dalam manik istrinya. Keduanya tenggelam dalam senyum sebelum akhirnya Atlas mencuri sebuah ciuman singkat dari bibir istrinya.

"You look so amazing," ucapnya seraya memindai istrinya dari atas hingga bawah. Yang ditatap pun senang bukan main. Dengan perlahan Lili memutar tubuhnya dalam satu lingkaran penuh. Membuat gaun yang dikenakannya mengembang di bagian bawah, dengan satu tangannya yang bebas memegang perutnya secara alami.

Atlas tertawa melihat tingkah istrinya. Sekali lagi ia hilang kendali dan megecup pelipis istrinya penuh kasih. Tangannya kemudian terjun pada perut istrinya, menyapa calon buah hatinya dengan hati yang penuh bahagia.

The ManTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang