Siapa sangka hari ini akhirya datang, hari dimana kamu resmi menjadi Nyonya Park. Senang sudah pasti, namun ada hal lain yang kamu cemaskan. Ritual malam pertama. Sebelumnya temanmu sudah banyak menceramahimu terkait hal ini. Namun tetap saja kamu merasa cemas. Saat ini yang do’a mu hanya satu, semoga Jimin betah dikamar mandi sana.
“Sayang kamu mau makan apa? Kita bisa delivery, aku malas keluar.” Ucap Jimin saat keluar dari kamar madi dengan keadaan setengah telanjang. Hanya calvin klein hitam saja yang terbalut dibadannya.
Jangan ditanya wajahmu saat ini. jika kamu pernah melihat udang rebus maka itulah wajahmu sekarang. Untuk pertama kalinya pemandangan seperti ini tersaji dihadapanmu. Kamu pernah mendengar sebelumnya kalau Jimin mempunyai abs, tapi kamu tidak tahu kalau absnya seindah ini.
“Yaah Park Jimin, pakai bajumu!” Protesmu seraya menutupi wajah dengan kedua tanganmu. Melihatmu terkejut seperti itu, tentu saja sifat jahil seorang Jimin datang kembali. Berjalan mendekat kearahmu, Jimin memegang kedua tanganmu yang masih menutupi wajahmu.
‘Cup’
Jimin mengecup bibirmu saat Jimin berhasil menyingkirkan tangan yang menutupi wajah merahmu.
“Kenapa kau menutupi wajahmu? Kitakan sudah menikah. Kamu boleh melihatnya ko.” Jimin menggodamu dan akibat perbuatannya wajahmu duakali lipat memerah dari sebelumnya.
“Uhmm... aku.. aku hanya.. lelah.. hari ini banyak sekali tamu.” Kamu beralibi, matamu bahkan tidak bisa menatapnya. Sudah jelas Jimin bisa menebak kalu kau gugup.
“Oke..” Jimin bangkit, bukan untuk menjauhimu tapi Jimin mengangkat tubuhmu. Terima kasih karena tangan kamu yang bergerak dengan cepat melingkar dilehernya sehingga kamu tidak terjatuh karenanya. Saat tiba dikamar, Jimin membaringkanmu dengan pelan diranjang dengan tubuhnya diatasmu. Kedua tangannya menopang tubuhnya sehingga tidak menindih tubuh kecilmu.
“Jimin.. uhmmm aku... aku... uhmm kamu tahu... ini.. hmm.. terlalu cepat... dan aku .. aku lelah.” Ucapmu dengan terbata- bata. Jantungmu saat ini berdetak seolah-olah kamu baru saja melakukan bunge jumping.
“Ok..” Jimin tersenyum, mematikan lampu tidur diatas nakas, lalu mengecup bibirmu hingga kedua matamu tertutup.
“Let’s sleep.” Saat kamu membuka mata, Jimin sudah terbaring disebelahmu sedang tertawa terbahak-bahak.
“Park Jimin! Jangan menggodaku!” Kamu mencubit lengannya yang kekar.
“Wae? Kamu bilang lelah, makanya aku membawamu ke kasur dan tidur. Jangan bilang kamu berfikir yang tidak- tidak?” Tawa Jimin semakin pecah.
“Issh menyebalkan.” Kamu membalikkan badanmu, memunggungi Jimin.
“Araso.. arasoo.. maaf. Sini tidur ditanganku.” Jimin membalikkan badanmu, dan merebahkan kepalamu dilengannya.
“Aku menikahimu bukan hanya karena ingin menidurimu sayang. Kalau kamu belum siap aku tidak akan memaksa.” Jimin mengusap rambutmu dengan sayang.
“Benarkah?” Jimin mengangguk.
“Eoh, tapi jangan lama- lama. Kasihan yang dibawah sana jika terlalu lama menunggu.” Jimin terkekeh dan berakhir dengan satu cubitan dipipinya.
“Mesum!”
“Let’s sleep, besok kita jalan- jalan.” Jimin mengecup keningmu, memelukmu hangat dan membawamu ke alam mimpi bersamanya.
-end-
KAMU SEDANG MEMBACA
BTS IMAGINE
RomanceKumpulan IMAGINE BTS x you Karya all admin BTS_WORLD . . . . Baca aja jamin gak nyesel deh p.s Mimin naronya asal, tapi nanti di akhir suka ada perapihan, jadi kalau mau tau sudah baca apa belom, tandain dengan vote atau comment yaa, sebagai penghil...
