- part 4 -
"Oppa percaya cinta pertama ?" Tanyamu pada sosok laki-laki yang kini menatapmu dari balik kertas partiturnya.
"Maksudmu cinta monyet ?" Tanyanya balik.
Kamu menggeleng. "Emang monyet pernah jatuh cinta ?"
"Pernah lah, buktinya mereka punya anak."
Kamu menggerutu. Melempar bantal di pelukanmu. Menyebalkan. Batinmu. Lalu kembali menonton televisi serta beberapa cemilan.
Melihatmu yang kembali diam bahkan mengabaikannya yang memanggilmu, Yoongi akhirnya bertanya. "Emang kenapa Sayang ?"
"Lupakan." Cuekmu mengambil popcorn dipangkuan.
Yoongi terkekeh. Menaruh partiturnya lalu duduk di sampingmu. "Aku punya cinta pertama."
"Siapa ?" Ucapannya melupakan amarahmu.
"Yang pasti bukan kamu." Kekehnya melihat perubahan ekspresimu yang cepat.
Kan, menyebalkan mungkin nama tengah dari Min Yoongi. Min -menyebalkan- Yoongi.
"Tapi yang pasti kamu cinta terakhirku." Lagi dia terkekeh sambil berusaha memelukmu
Mendorong tubuhnya menjauh, "Ewh, geli." Kamu mengedikan bahumu.
"Kenapa emang Sweety ?" Tanyanya yang ternyata mengundang rasa penasarannya.
"Aniyaa." Gelengmu. Membiarkannya memelukmu, karena siang ini memang dingin tidak seperti biasanya. "Aku bertemu cinta pertamaku." Dalam sebuah kafe yang memang itu pertemuan pertama setelah tiga tahun tidak ada kabar.
"Hmmmhmm." Dia mendengarkanmu. Menunggu kamu melanjutkan kalimatmu yang ternyata kamu malah tidak bersuara.
"Lalu ?"
Kamu menggeleng, tidak mungkin kan bilang ke laki-laki yang berstatus suamimu sekarang bahwa cinta pertamamu itu semakin tampan dan menggairahkan.
"Makin ganteng."
Oh tentu saja. "Tidak, hmm, biasa.. hanya saja.."
"Hanya saja ?"
Kamu menggeleng. Rasanya aneh bertemu seseorang yang pernah ada di hatimu.
"Hey." Yoongi memanggilmu, menarik dagumu pelan untuk bertatap mata dengan iris hitamnya. "Jangan bilang kamu jatuh cinta padanya lagi." Tuduhan matanya menusuk jantungmu.
"Ya enggalah." Tentu saja, jika berada dalam jarak sedekat ini dengan Min Yoongi siapa yang ingat dengan cinta pertamanya. "Hanya saja.. rasanya beda."
Yoongi mengerutkan keningnya.
"Oppa bisa bayangin kan, rasanya hangat di sini." Kamu menunjuk hatimu. "Tapi beda." Kamu menatapnya. "Tidak senyaman saat aku bersamamu."
Yoongi tersenyum manis, mengelus pipimu lembut.
"Aku jadi ingin bertemu cinta pertamamu itu."
"Huh ?"
"Pasti dia sangat spesial sampai kamu masih bisa merasakan hangat disini." Dia menunjuk dadamu.
Pipimu memerah mendengarnya.
"Apa yang kalian bicarakan ?"
"Hmm.. hanya sekedar menanyakan kabar." Yang tentu saja tidak sebentar. Kamu mengigit bibir, merahasiakan bahwa sesungguhnya menanyakan kabar itu menghabiskan waktu hampir tiga jam lamanya.
"Sweety," Panggilnya pelan, membuatmu mendongakan wajah.
"Aku tahu kau berbohong. Ngobrol apa lagi ?" Tanyanya yang membuatmu resah.
Dasar cenayang Min Yoongi. "Kesibukan, hmm kuliahku, terus kesehatan keluarga--"
"You don't talk to him that you are mine right ?" Yoongi memotong ucapanmu.
"Ituu...."
"Biar dikira masih single padahal kau sudah double ?"
"Ih, hamil aja belom."
"Yasudah sini aku hamilin."
"Apanyaaaaaa.. Aku masih harus melanjutkan studiku Oppa."
"Bodo amat, biar nanti kalau kamu ketemu dia lagi dia tau kau sudah berbadan dua." Ucapnya enteng.
Enak saja. "Shirooooo."
"Ckck. Kau tidak punya pilihan lain Nyonya Min, ikut aku ke ranjang sekarang."
"Yyaaakkk !!"
"Baiklah aku akan menggendongmu." Dengan ringannya Yoongi mengangkat tubuhmu dan membawamu ke dalam kamar.
Kamu tentu tau apa yang akan terjadi selanjutnya bukan.
-end-
KAMU SEDANG MEMBACA
BTS IMAGINE
RomantikKumpulan IMAGINE BTS x you Karya all admin BTS_WORLD . . . . Baca aja jamin gak nyesel deh p.s Mimin naronya asal, tapi nanti di akhir suka ada perapihan, jadi kalau mau tau sudah baca apa belom, tandain dengan vote atau comment yaa, sebagai penghil...
