♥♥♥
Taekwondo, tidak terpikirkan olehmu sebelumnya untuk mempelajarinya. Kau tidak suka kekerasan, juga tubuhmu tidak terlalu kuat. Satu hal yang memaksamu mengikutinya adalah Jeon Jungkok, seniormu. Berkat kemampuan stalking mu yang sudah selevel agen FBI, dengan mudah kau tau semua tentang Jungkook, termasuk posisinya sebagai ketua club Taekwondo.
Kau diam-diam menyukainya, sudah sekitar beberapa minggu. Setiap hari kau menyiapkan kotak makan siang dan menyimpannya diloker Jungkook, secara diam-diam tentunya. Kau masih belum berani untuk bersikap terang-terangan. Meski begitu, kau tetap senang melihat Jungkook selalu memakan bekal buatanmu.
Selama beberapa minggu ini kau hanya bisa berkata satu atau dua kalimat jika bertemu dengannya. Tapi hari ini, kau memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanmu. Sore itu semua member club sudah pulang, hanya ada kau dan Jungkook. Kau mendekatinya yang masih sibuk dengan tasnya.
"Sunbae, kau mau minum? " Kau memberikan sebotol minuman dingin utnuknya.
"Oh? Ah gomawo Y/n-ah." Jungkook meneguk minumannya lalu memasukannya ke tas.
"Sunbae, aku ingin memberitahumu sesuatu. "
"Apa? "
"Uhm.. Aku... Sebenarnya, aku menyukaimu. " Kau menundukan kepalamu karena malu.
"Kau? Apa kau yang selalu memberiku bekal makan siang? "
"Nee.. "
"Kau juga yang memberiku surat? "
"Nee sunbae." Jungkook ingin berkata sesuatu tapi kemudian Jimin tiba-tiba datang. Ia tekejut melihat Jungkook hanya berdua denganmu.
"Aku tidak menyukaimu! Pergilah! Jangan mengganggu ku lagi. " Teriak Jungkook lalu pergi, sedangkan Jimin melihat kearahmu terlihat canggung.
"Maaf.. " Jimin menunduk lalu pergi.
Kau masih terdiam disana, dan mulai menangis. Kau tidak tahu rasanya akan sesakit ini.
Sudah seminggu berlalu, kau tidak pernah membuatkan makan siang lagi untuknya, air minum, ataupun surat. Terkadang kau masih memperhatikannya secara diam-diam, namun tidak melalukan apappun. Kau benar-benar ingin melupakannya.
Hari ini latihan selesai lebih awal dari biasanya, kau masih berada diruangan latihan ketika Jimin datang.
"Y/n -ah.. " Sapanya.
"Oh, anyeong sunbae. "
"Kau masih disini? Sedang apa? "
"Uhm.. Hanya bingung mau kemana. " Kau tersenyum, dan percakapan kalian berlangsung secara natural. Jimin orang yang mudah diajak bicara membuatmu merasa nyaman. Terkadang dia menceritakan hal lucu, dan kalian tertawa. Tanpa diketahui, Jungkook memperhatikan kalian berdua.
Hari berikutnya kau datang terlambat, dengan terburu-buru kau memakai baju latihanmu.
"Kau bilang kau menyukaiku, sekarang kau terlihat nyaman dengan Jimin. " kau mendengar suara Seseorang dari balik pintu. Kau tau suara itu millik Jungkook, kau berjalan keluar dan melihatnya tanpa sepatah katapun. Lebih tepatnya kau tidak tau harus berkata apa.
"Sunbae.. "
"Gadis plinpan. " Ucapnya terdengar kesal.
"Aku... Aku hanya bicara sedikit dengannya. "
"Aku tidak suka. "
"Aku tau, kau tidak perlu mengatakannya lagi." Ucapmu kecewa, kenapa Jungkook harus mengulangi kata-katanya lagi? Bukankah kau juga sudah tidak mengganggunya.
"Maksudku aku tidak suka kau dekat dengan Jimin. "
"Kenapa? Bukankah kau tidak menyukaiku? Kau ingin aku menjauhimu." Tanyamu. Kau benar-benar tidak faham dengan sifatnya. Jungkook menggaruk kepalanya, bukan karena gatal tapi ia sendiripun bingung dengan sikapnya.
"Aku ingin kau menyiapkan makan siang untukku setiap hari, dan mengirimiku surat. Satu lagi, jangan dekat dan tertawa dengan laki-laki lain. Aku tidak suka. " Ucapnya. Kau melihat wajahnya memerah. Kau masih berpikir tentang maksud dari ucapannya, lalu kemudian kau faham.
"Arasso, sunbae. " Kau tersenyum malu, begitu juga Jungkook.
"Nanti aku antar pulang. " Ucapnya sebelum pergi. Sedangkan kau masih tersenyum sendiri. Cute Jungkook, ia harus dibuat cemburu untuk menyadari perasaannya.
-end-
KAMU SEDANG MEMBACA
BTS IMAGINE
RomanceKumpulan IMAGINE BTS x you Karya all admin BTS_WORLD . . . . Baca aja jamin gak nyesel deh p.s Mimin naronya asal, tapi nanti di akhir suka ada perapihan, jadi kalau mau tau sudah baca apa belom, tandain dengan vote atau comment yaa, sebagai penghil...
