Bab 14. Hidup Baru

107K 6.5K 601
                                        


"Apaan nih?" Romeo melotot tidak percaya. "Anjing! Undangan!!"

Kevin dan Stef langsung menoleh, tetapi Barta masih santai sambil minum soda dari kaleng. "Jangan sampe tersebar di sekolah!" Ancamnya kemudian.

"Lo beneran mau nikah sama Phoebe? Cewek beberapa hari yang lalu lo kenalin itu?"

"Hem." Barta berdehem malas.

"Kenapa?"

"Kecolongan lah pasti!" Cibir Stef mencibir.

"Shhh..." Barta meringis. "Lo pada datang aja di nikahan gue. Jangan bawa tamu lain, bilang sama cewek masing-masing jangan nyebar gossip."

"Set dah! Calon papa muda sensi." Romeo mencibir.

Stef menyeringai. "Vin, sekarang lo tahu kan gimana cara biar Citra nggak lepas dari lo?" Kevin mengernyit. "Lo langsung nikahin dia! Kalo nggak bobolin dulu biar nggak ada celah kabur lagi."

"Gue udah tunangan sama dia." Jawab cowok itu santai.

"Kurang akurat tuh! Nikahin sekalian biar nggak bisa lepas!"

"Nanti." Jawabnya santai.

Stef tergelak. "Nanti gue paksa Nina nikah deh sama gue. Enak aja gue dilangkahin. Gue duluan yang tunangan, masa Barta yang baru punya cewek udah nikah duluan!" Gerutunya.

"Sekalian aja sekarang lo nikahin!" Romeo mencibir.

"Otewe kan gue." Jawabnya tak mau kalah. Mereka kembali mencibir Stef yang percaya diri. "Eh, udah berapa bulan?"

"Bikin sendiri kalau kepo!" Barta enggan berbagi cerita.

"Setdah! Gue cium aja udah marah-marah. Gimana mau bikin?!" Stef frustasi.

"Gue nggak dibolehin cium apapun." Kevin ikut nimbrung. Dalam sekejab ruangan itu tawa mereka membahana.

"Lo emang nggak bisa diprediksi, Vin." Barta tergelak. "Lo udah bawa Citra kemana-mana, tapi nggak pernah lo cium?" Kevin mendengkus. Menyesal karena terlanjur keceplosan.

"Citra kan modelnya nggak suka berontak. Masa lo nggak maksa sih?"

"Jaga. Bukan rusakin!" Kevin kesal.

"Alesan!" Barta mencemooh. "Lo udah jadi supir kemana-mana. Bayarin ini itu. Beliin semua. Tapi nggak pernah mau dicium?!" Lanjutnya lagi.

"Hubungan nggak melulu keintiman, kan?"

"Anjir! Sibangke udah ternodai sama kepolosan Citcit!"

"Gue curiga, bentar lagi Kevin jadi pendiam terus suka nangis diam-diam."

"Muka serem, hati hello kitty!!" Kevin tidak peduli dengan ejekan mereka. Dia mengangkat bahu lalu sibuk dengan ponselnya lagi. Peduli setan mereka mau ngapain sama pacar masing-masing. Yang penting Citra nggak lepas dari Kevin.

***


"Jangan undang temen-temen kamu tanpa kecuali!"

Barta mengingatkan Phoebe tentang undangan pernikahan mereka. Pernikahan itu dilaksanakan esok pagi, tetapi setiap hari Barta mengingatkan agar cewek itu tidak keceplosan.

"Kamu kenapa bisa undang temen-temen kamu? Harusnya kan Bee juga bisa undang temen-temen." Protes Phoebe mengerucutkan bibir.

Barta berdecak. "Emang siapa aja teman kamu?" Tantang cowok itu kesal. "Mereka beda, nggak seperti yang lain."

His Girlfriend [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang