Bab 78. Boleh

62.4K 7.4K 854
                                        

Urutan Tersongong

Setip -

Barta -

Kevin -

Romeo -

 


***


Keesok harinya Barta dan Phoebe pergi ke mall seperti ajakannya tadi malam. Meskipun sedang ngambek, kalau sudah urusan jalan-jalan Phoebe tetap saja maksa. Setelah Barta pulang kuliah, Phoebe sudah bersiap-siap hendak pergi.

Barta mengira Phoebe mau pergi bareng temen-temennya, dia sendiri lupa dengan ajakannya tadi malam. Barta menyodorkan semua keinginan Phoebe agar istrinya itu tidak sewot lagi.

Ck! Barta sangat kesal dengan Phoebe yang najong-najong kampret. Sok cuek dan nggak butuhin suaminya. Seperti tidak sadar diri saja, tapi ketika Barta hendak tidur karena kelelahan baru pulang dari kampus. Wajah Phoebe tidak bersahabat, menuntut janji Barta tadi malam.

Asal Phoebe tidak rewel, Barta akhirnya mengalah lagi. Tidak jadi tidur, malah bersiap-siap pergi dengan istri kampretnya. Sialnya Phoebe hanya sebentar saja manjanya, selebihnya sok tegar sendiri.

"Nunton aja yuk." Ajak Barta sembari mengelus-elus rambut Phoebe. Keduanya sedang berada di sebuah restaurant Korea, permintaan Phoebe ingin makan di sana.

Phoebe mengangguk tidak semangat, padahal Barta sudah mengajaknya belanja keperluan dapur dan beberapa pakaian untuk mereka. Pakaian tidur untuk bertiga, sekalian untuk calon anak mereka.

Barta mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan pada Phoebe daftar film yang sedang tayang. Phoebe tidak antusias seperti biasa, kali ini hanya mengangguk setiap kali Barta menunjukkan satu persatu.

Barta sebal, memilih acak dan pilihannya jatuh pada film action. Phoebe tetap tidak keberatan, malah mengajak Barta segera menuju bioskop.

Phoebe diam saja ketika Barta merangkul bahunya erat dan mengecup pelipisnya berkali-kali. "Kamu nggak boleh ingat janji, Bee pengin ikut outbond." Phoebe kembali menuntut Barta.

Suaminya itu memang sudah menyutujuinya tadi pagi, mereka ikut outbond bersama teman-teman yang lain.

Huh, bagaimana Barta tidak menyetujuinya jika baru bangun pagi sudah disungguhi permintaan ikut outbond?! Yah, Phoebe memang masih bocah kampret. Wajah songongnya bersikukuh ingin ikut tanpa mau mendengar penjelasan suaminya. Pokoknya Phoebe ikut, titik!

"Iya, iya. Nanti kita duluan ke sana." Jawab Barta memutar bola mata.

Phoebe sangat puas meskipun wajahnya masih pura-pura tidak peduli. "Bee pengin naik bus, rame-rame sama yang lain." Lanjutnya semakin kampret.

Kadang Phoebe memang tidak tahu diri. Sudah tahu orangnya rewel, suka nangis, suka ngambek, badan bengkak, perut nonjol, susah jalan. Tapi masih aja kampret! Di bagian mana Barta harus setuju dengan permintaan gila itu?

"Nggak bisa, Bee. Aku nggak mau kalau kamu sampai kenapa-napa nantinya."

Phoebe memicing curiga, "Kamu doain Bee kenapa-napa?" Tanyanya sengit.

"Ya, nggak, lah!" Barta memutar bola mata. Dia menyuruh Phoebe menunggunya sebentar untuk ngeprint tiket yang dibelinya secara online.

Wajah Phoebe masih cemberut, lebih parah dari sebelumnya karena dia salah tanggap dengan suaminya. Barta mendesis, punya bini gini amat najongnya. Cocok tuh bersanding sama Stef. Biar makin kampret-kampret najonmg rumah tangga mereka. Tabok-tabokan kalo lagi berantem, terus ngambek sampe lebaran monyet nggak ada yang mau ngalah.

His Girlfriend [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang