Bab 41. Tidur di Luar

71K 5.8K 360
                                        

Tsaaahhh, up lageehhhh


Bab 41. Tidur di Luar (Bareng Gue!)


***




"Tidur di luar kamu!"

Barta tidak menerima bantahan. Dia menunjuk pintu agar Phoebe segera keluar dari kamar mereka. Kedua tangannya terkepal, sangat kesal sekali dengan Phoebe yang bodoh.

"Tapi, Bar."

"Sekarang!" Barta mengusirnya. "Bawa selimut dan bantal kamu!"

Phoebe menunduk pasrah. Dia akhirnya beranjak dari karpet beludru tempat biasa mereka belajar bersama. "Bee nggak bisa tidur sendiri. Nanti kalau badan Bee sakit gimana?" Masih berusaha agar cowok itu mengurungkan niatnya.

"Sekarang!" Barta tetap mengusirnya.

Cewek itu mengangkut bantal dan selimut lalu keluar dari kamar. Berharap Barta memanggil dan mengurungkan niatnya. Tapi ternyata tidak, cowok itu sama sekali tidak peduli dengannya.

Barta menarik nafas kasar. Menatap meja persegi di depannya. Semua buku-buku mereka masih berserakan di sana. Kali ini Phoebe melakukan kesalahan fatal. Dari dua puluh soal pertanyaan kelas satu semester dua, tidak satupun yang benar.

Dia menghukum cewek itu dengan tidur di luar. Biarkan saja begitu, Barta tidak peduli. Kesabarannya sudah di ujung tanduk menghadapi cewek bege tersebut.

Tanpa merapikan buku-buku tersebut, Barta menghempaskan tubuhnya di atar ranjang. Dia langsung memejamkan mata untuk meredam emosinya.

Sudah tiga malam berturut-turut belajar bersama, dan tadi siang cewek itu sudah meminjam buku di perpustakaan sekolah tapi tetap saja tidak bisa menjawab soal pertanyaan yang dipelajarinya.

Barta sengaja memberikan soal pertanyaan paling mudah. Mengira Phoebe bisa menjawab lebih banyak dari kemarin. Tapi nyatanya malah makin anjlok, kemarin masih bisa menjawab satu pertanyaan dan beberapa hampir bisa mendekati.

Cowok itu menahan nafas, entah dimana kesalahannya sehingga harus mendapatkan cobaan seperti ini.

Tidak mau pusing, Barta memejamkan mata dan tidur.

Berbeda dengan Phoebe di luar. Dia berbaring di sofa, menyelonjorkan kaki dan menatap langit-langit ruang tamu. Cewek itu menggenggam ujung selimut di dadanya. Hatinya sedih, suaminya kejam sekali memberikan hukuman seberat ini.

Phoebe sudah berusaha belajar giat demi cowok itu. Dia juga ingin memiliki nilai lebih tinggi dari ujian-ujian sebelumnya. Meskipun pas-pasan, tapi itu sudah lebih dari cukup untuknya.

Dia juga ingin Barta menurut padanya untuk makan teratur. Phoebe sedang berusaha agar cowok itu selalu sehat dengan cara kesepakatan mereka. Jika Phoebe bisa menjawab soal pertanyaan, maka cowok itu akan rajin minum susu.

Begitu juga dengan usahanya ingin belajar masak, agar Barta selalu makan yang bergizi. Barta suka mantengin layar lama, Phoebe ingin terbaik untuknya, menjaga agar penglihatan cowok itu tetap aman.

Dia memutar tubuhnya dan meringkuk. Sofa itu tidak nyaman, seumur-umur Phoebe belum pernah tidur semalaman di tempat tersebut.

Air matanya mulai meluruh. Phoebe tidak bisa tidur. Dia kembali memutar tubuhnya untuk mencari posisi nyaman tapi tetap aja tidak bisa. Suara senyap memekakkan telinga Phoebe, dia mulai merinding.

His Girlfriend [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang