Bab 73. Niat Terselubung

57.8K 6.8K 472
                                        


Urutan Paling perhatian!

Kevin -

Stef -

Romeo -

Barta -


***


Phoebe mengerjap meskipun Barta sudah menjauhkan wajahnya. Sekali lagi Barta mendekat dan menempelkan bibir mereka.

Hanya saling menempel.

"Anjing!!" Stef mengumpat. "Nina, cium gue lebih panas menggelora dari mereka." Pintanya pada Nina. Langsung nyosor tapi Nina menghalau dengan telapak tangannya di wajah Stef.

"Nggak sopan!" Katanya menjauh.

Phoebe menyengir lebar melihat kekalahan Stef. Dia meleletkan lidah pada Stef dan menggandeng lengan Barta erat lalu menyandar manja pada suaminya. Gilirannya memanas-manasi Stef sampe mampus.

"Bee, awas lo, ya. Lo nggak bisa kalah dari gue!" Stef makin kesal. "Nin, ayo sekarang!" Stef tidak terima.

"Tempat umum, Stef. Makin ilang pamor gue!" Nina tidak ragu atau malu lagi di depan teman-teman Stef. Kelakuan Stef membuatnya harus memasang muka tembok dan melupakan perannya pernah menjadi guru mereka.

"Gue nggak terima, Nin. Nggak peduli tempatnya sekarang di mana." Rengek Stef tidak terima.

"Nggak! Menjauh dari gue, Stef!"

Stef dan Nina terus berlanjut, tidak menyadari Phoebe yang sejak tadi tersenyum senang melihat mereka. Dia menoleh pada Barta yang masih santai dan menggigit kentang goreng. Barta menoleh karena diperhatikan, dia menyeringai lalu memasukkan kentang goreng ke mulut istrinya.

"Jangan melamun!" Katanya tegas.

Phoebe langsung salah tingkah. Dia mengigit kentang goreng di mulutnya dan tidak mau menoleh pada Barta lagi. Sekarang dia sangat malu sekali acara seintim itu ditonton oleh Stef dan beberapa orang di kantin.

Sukur-sukur tidak ada yang mengabadikannya tadi. Bisa jadi berita viral mereka dan bahan gunjingan netijen warganet. Hem, tapi tidak masalah juga sih, Phoebe bisa jadi endorse setelah itu. Mempromosikan baju hamil, tempat tidur anak, dan popok bayi. Kan lumayan duit mereka semakin bertambah.

Memang jamannya udah begitu sih. Tanpa kerja rodi banting tulang dari pagi hingga malam tetap bisa menikmati hidup serba kerkecukupan.

"Bar, Bee pengin pipis." Bisik Phoebe beberapa sat kemudian.

Barta mengangguk dan bergerak dari kursinya membuat Stef dan Nina berhenti berdebat. Untuk berdiri atau duduk saja, Phoebe harus dibantu, tapi tetap ngeyel ikut ke kampus. "Mau kemana?" Tanya Stef.

"Toilet." Jawab Barta cuek.

"Bee mau ke toilet?" Tanya Nina.

"Iya, mbak." Jawab Phoebe setelah berdiri.

"Biar aku aja, Bar, nemenin Phoebe. Kamu di sini aja." Kata Nina kemudian.

"Mau sama Nina?" Tanya Barta menoleh pada istrinya.

His Girlfriend [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang