Epilog

62.1K 5.8K 682
                                        

Hai, apa kabar?

Masih setia kah nunggu extra partnya?

Yuhu, gengs, ini dia extra partnya. Silahkan tinggalkan vote dan komennya.


***

            "Bar, kamu seriusan nggak nyusul Phoebe? Ini udah dua bulan."

Masih dengan pertanyaan yang sama. Queensha sedih sejak kepergian Phoebe. Tidak ada lagi teman dekat yang satu pemikiran dengannya. Nina terlalu dewasa untuknya, sehingga mereka tidak terlalu begitu dekat seperti halnya dengan Phoebe.

"Nggak." Balas Barta cuek.

"Queen ditinggal sendiri. Dulu Citra yang pergi, terus Phoebe dan adek bayi." Ucapnya tidak terima.

"Gue yang akan jaga kafe lo, Bar." Kata Romeo.

"Gue yang ngurus keberangkatan lo. Lo tinggal pergi." Stef menambahkan.

Barta berdecak. "Sibuk banget sih." Katanya sembari memutar bola mata.

"Lo santai banget, anjir. Lo nggak inget anak lo?" Maki Kevin mulai ngegas.

"Inget." Barta mengangguk santai.

"Terus apa lagi? Kenapa nggak nyusul?"

"Emang lo nyusul cewek lo?"

"Mereka beda, njing!"

"Sama. Sama-sama cewek."

"Gue nggak ngerusak Citra, bangsat! Nggak macem lo!"

"Phoebe cinta sama gue. Itu balasan cinta dari gue." Jawab Barta tenang.

Kevin emosi, meraih kerah baju Barta dan meninju wajahnya. Barta meringis, merasa kepalanya pusing seketika. "Terusin aja. Kerja sampe lo mampus. Nggak usah pikirin apa-apa lagi."

"Belum waktunya, njing! Gue pasti nyusul." Jawab Barta pada akhirnya.

"Nunggu Phoebe di ambil sama yang lain?" Tanya Romeo mengejek. "Silahkan aja. Gue orang pertama yang ngetawain lo."

"Gue juga dong." Tambah Stef menyeringai.

"Gue bikin party." Kevin serius.

"Mantap, njing." Stef tidak sabar menunggu party dari Kevin. Pastinya menyenangkan dan banyak makanan. "Gue kudu nyari cowok nih biar Phoebe cepet move on." Ucapnya menggara-garai.

"Gue setuju!" Romeo dan Stef bertos semangat.

"Nanti Queen pake baju baru?" Kata Queensha berbinar. "Mbak Nina juga, kan?" Kedua tangan Queensha menggenggam tangan Nina.

"Iya." Nina membenarkan. "Nanti mbak yang akan dandanin kamu biar makin cakep."

"Mau, mbak, Queen mau di dandanin cantik."

"Pasti."

"Nanti kita beli gaunnya bareng, kan, mbak? Beli warna apa?"

"Bebas mau pake apa aja." Kata Stef. "Mau pake bikini juga boleh, Queen, hahaha."

"Kampret." Nina memutar bola mata, sedangkan Queensha mencebik. Dia menggandeng lengan Romeo lalu menyandar nyaman. Kembali membicarakan rencana acara yang akan diselenggarakan dalam waktu segera.

His Girlfriend [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang