Urutan paling sensi sama ceweknya!
Barta -
Romeo -
Stef -
Kevin -
***
"Me-mere-mereka jahat, mbak. Barta suami Bee, kenapa mereka masih ganggu?" Tanyanya sembari menghapus air matanya. "Mereka ju-juga tahu kalau Barta suami Bee."
Nina terdiam, tetapi sesasat kemudian kembali tersenyum lembut. "Sekarang kamu jangan nangis. Ayo bersihin wajah kamu. Nanti aku ajarin kamu melawan mereka." Phoebe mengangkat kepala tidak percaya.
"Ca-caranya?"
"Ayo keluar dulu. Nanti aku ajarin."
Phoebe mengangguk dan berdiri dibantu oleh Nina. Nina menyuruhnya mencuci wajah di wastafel agar kembali segar. Setelah itu memberikan tissue yang selalu dibawanya pergi. Dia menghibur Phoebe dengan beberapa cerita agar wajahnya tidak kaku lagi. Berhasil. Phoebe tergelak beberapa saat kemudian.
Mereka kembali ke kantin setelah itu. Wajah Stef kusut seperti kanebo kering, tetapi Barta tetap tenang. Di sana sudah ada Romeo dan Queensha. Cewek itu langsung heboh menyambut keduanya membuat Romeo meringis.
"Udah." Kata Romeo mengingatkan. Queensha mengerucutkan bibirnya lalu menyeruput es teh di depannya.
"Kenapa lama? Sakit perut?" Tanya Barta membantu Phoebe duduk.
Phoebe menggeleng. "Antri." Katanya serak.
Sedangkan Nina memutar bola mata melihat kebocahan suaminya. Tetap saja seperti ini meskipun sudah jadi suami. Katanya dulu nggak akan ngambek-ngambek lagi. Tapi sekarang tetap aja bocah.
Beberapa saat kemudian mereka bergegas dari kursi masing-masing membuat Queensha kebingungan. "Mau kemana?" Tanyanya.
"Udah mau masuk." Kata Romeo memutar bola mata.
Queensha menyengir tidak merasa bersalah karena ke-oon-annya, dia berdiri semangat dan menggandeng lengan Romeo erat. Sekarang Romeo sudah sering mengalah dan menuruti kemauannya, sehingga Queensha makin senang.
"Kamu kenapa? Abis nangis?" Tanya Barta merangkul Phoebe yang sejak tadi diam. Biasanya kalau ketemu Queensha, suasana mereka langsung berubah bagai pasar. Membiacarakan yang tidak penting dan berakhir parno sendiri. Ada-ada saja memang kedua bocah sompret itu.
"Bee nggak mau ikut ke kelas." Jawab Phoebe kembali serak, membuat Barta mengerutkan dahi. Tumben! "Bee mau sama mbak Nina jalan-jalan."
Barta menoleh pada Stef yang semakin kusut karena tidak dapat jatah cium. Nina masih santai di sampingnya dan sepertinya sedang merayu suaminya ogah-ogahan. Nina emang istri durhaka, tapi Stef suami macem bangke.
"Mau jalan kemana?" Tanya Barta mencubit pipinya.
"Keliling aja."
"Yakin?" Phoebe mengangguk. "Jangan rewel. Jangan ngereporin orang." Phoebe kembali mengangguk, tetapi Barta merasa tidak yakin, lebih tepatnya berat membiarkan Phoebe pergi bersama mereka. "Kamu ke kelas aja sama aku."
KAMU SEDANG MEMBACA
His Girlfriend [TERBIT]
Teen FictionSUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN! 1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA - 2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 4. QUEEN (PROSES TERBIT) ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
![His Girlfriend [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/148670398-64-k272907.jpg)