Selagi masih ada draf, rasanya gatel banget ini tangan pengen update wuakakakak
***
"Kemarin di rumah Bintang, kamu tidur sama siapa?"
Barta tidak bisa mengontrol mulutnya untuk tidak bertanya. Dia menatap Phoebe yang sedang membuka catatan kecil yang diberikan cowok itu tadi sore, serta memeluk boneka panda berukuran besar. Phoebe tidak mau melepaskannya meskipun Barta sudah membujuk, Phoebe ingin tetap mendekapnya seerat mungkin.
Phoebe langsung menatap Barta sembari mengerutkan dahi. "Bee tidurnya ditemanin sama kak Bintang." Jawabnya jujur.
Barta melotot, "Bintang tidur sama kamu?"
Phoebe menggeleng, "Kak Bintang nemenin Bee sampe tidur. Setelah itu kak Bintang ke kekamarnya." Jelasnya.
"Kenapa harus ditemenin?" Barta memicing.
"Biasanya kak Bintang seperti itu." Jawabnya. "Nemenin Bee sebelum tidur, terus waktu kecil didongengin dulu." Phoebe tersenyum senang mengingat kebaikan Bintang selama ini. "Terus kalau bangun pagi, Bee digendong mau mandi, mau makan juga. Terus disuapin kalau Bee males makan."
Barta sangat kesal. "Kemarin juga?"
Phoebe mengangguk semangat. "Iya. Terus kak Bintang juga suapin Bee sore-sore karena Bee males makan." Jawabnya.
Barta mendengkus. Sejak kemarin dia tidak tenang, pikirannya selalu tertuju pada Phoebe. Cowok itu mengenal baik kebiasaan Phoebe, cewek itu manja dan selalu menempel pada orang di sampingnya.
Terutama kejadian kemarin, Barta tidak bisa mengelak untuk tidak berpikir negative. Phoebe pasti menempel-nempel pada Bintang. Barta kembali mendengkus, tidak suka jika cewek itu menempel pada cowok lain.
"Kenapa nggak langsung pulang kemarin sore?" Barta kembali bertanya.
Cewek itu cemberut, "Bee masih takut."
"Kenapa takut sama petir?"
Phoebe menghela nafas kasar. "Dulu waktu Bee masih kecil. Bee di rumah sendirian, terus mati lampu, hujan dan petir. Mama kejebak macet di jalan. Biasanya mama cepet pulang. Bee takut di rumah sendirian terus Bee sakit." Barta memandangnya lama. "Sejak itu Bee takut sama hujan, petir dan gelap." Barta paham, Phoebe semacam memiliki trauma terhadap gelap dan suara petir.
"Sebelumnya kalau hujan dan kamu sendiri di rumah bagaimana?"
"Langsung telpon kak Bintang." Phoebe kembali membanggakan Bintang. "Kak Bintang langsung datang kalau Bee telpon. Kadang pasiennya ditanganin sama dokter lain kalau Bee suruh datang. Kak Bintang baik banget sama Bee."
Barta berdecak, menyesal bertanya jika tahu ujung-ujung Phoebe semakin mengagumi Bintang. Mulut ember Phoebe langsung kemana-mana. Huh!
"Tapi tadi malam Bee nggak bisa tidur." Phoebe cemberut beberapa saat kemudian.
"Kenapa?" Barta kembali memandangnya.
"Bee bangun tengah malem. Bee pengen makan nasi goreng yang kamu buatin waktu itu. Terus Bee minta kak Bintang buatin, tapi rasanya beda. Bee nggak suka." Barta terdiam. "Bee takut minta sama kamu. Kalau Bee minta kamu pasti marah-marah dulu."
KAMU SEDANG MEMBACA
His Girlfriend [TERBIT]
Teen FictionSUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN! 1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA - 2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 4. QUEEN (PROSES TERBIT) ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
![His Girlfriend [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/148670398-64-k272907.jpg)