SUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN!
1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA -
2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA -
3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA -
4. QUEEN (PROSES TERBIT)
ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
Niken dan Nadya benar-benar sudah pergi. Phoebe sama sekali tidak menemukan jejak kedua cewek itu pernah tinggal di rumah mereka. Barta mengusir mereka begitu sadis, hanya memberikan sedikit waktu untuk berkemas dan pergi.
Barta menyuruh mereka pergi sebelum Phoebe bangun dan melihat mereka pagi tadi. Dia tidak suka melihat drama baru yang kemungkinan besar akan terjadi dihadapannya.
"Bar, mereka benar-benar udah pergi?" Tanya Phoebe masih tidak percaya. Keduanya sedang makan di ruang makan. Seperti kata Barta tadi, Phoebe tidak diperbolehkan ke dapur dan jika lapar langsung pesan online.
"Ck, sh!" Barta kesal. Selera makannya langsung berkurang.
Phoebe langsung tutup mulut lalu melanjutkan makan. Sekarang dia bisa tenang, makan sepuasnya dan yang terlebih penting lagi kartu ATM-nya sudah kembali. Barta juga mengisi saldonya lebih banyak dari biasanya.
Sejak menikah giliran Barta yang membiayainya. Secara otomatis uang jajannya bertambah, Barta membagi untuk kebutuhan Phoebe. Untuk keperluan rumah, kedua orang tua Barta masih bertanggung jawab penuh semuanya.
Phoebe baru tahu kalau Barta memiliki bakat melukis. Tidak pernah diketahui oleh siapapun kecuali orang-orang terdekatnya. Ketiga sahabatnya tahu, tapi mereka tidak pernah ricuh dan mengumumkan pada sekolah.
Begitu juga dengan Phoebe. Awalnya dia curiga melihat Barta begitu konsestrasi dengan tab ketika hendak tidur. Cewek itu mengintip dan menganga tidak percaya. Barta hanya mengangkat bahu dan kembali sibuk dengan pekerjaannya.
Dari sana Phoebe tahu bahwa Barta pekerja lepas sebagai content creator. Dia menjual karya-karyanya di beberapa situs berbayar. Tentu saja Phoebe semakin kagum pada suaminya. Barta bukan hanya cowok pemalas yang gemar main ponsel. Cowok itu berpenghasilan dari hobby-nya.
Ada beberapa gambar dan juga sampul buku. Phoebe penasaran, dia mengecek lukisan-lukisan suaminya dan semakin mengenal Barta. Ternyata cowok itu juga sering berkolaborasi dengan penulis membuat komik.
Phoebe sangat senang ketika Barta memberikan salah satu lukisannya untuknya. Lukisan yang hingga sekarang dijadikan wallpaper ponselnya. Berisi foto ilustrasi pernikahan mereka lengkap dengan ukiran nama keduanya.
Barta mencibir. Dikasih begituan saja Phoebe sudah sangat senang. Cowok itu hanya iseng-iseng membuatnya karena Phoebe begitu setia memperhatikan dirinya sedang menggambar. Sebagai hadiah, Barta melukis satu untuknya dalam waktu hitungan menit.
Bukan hanya itu. Sebelumnya Barta juga melukis di kertas kanvas, namun semua diungsikan di gudang. Cowok itu malas menggunakan media ribet. Dia lebih senang menggunakan media aplikasi untuk menampung semua imajinasinya.
"Telpon Citra. Tanyain, nanti malam mau ke pasar malam mana?"
Phoebe mengangkat kepala sembari menatap Barta tidak percaya. Phoebe tidak mungkin salah dengar kan? "Ke pasar malam?" Tanyanya memastikan. Barta berdehem pelan. "Hukuman Bee udah selesai ya? Bee udah bisa keluar rumah selain sekolah? Bee udah bisa ke pasar malam ketemu sama Zen?"
"Iya."
Sebagai penebus rasa bersalahnya, Barta menyenangi hati Phoebe dengan mengajaknya ke pasar malam bersama Zen. Cewek itu langsung berjingkrak-jingkrak senang, dia langsung menghabiskan makannya dan meraih ponsel dari samping kirinya.
Phoebe langsung menelpon Citra. Barta mengangkat bahu, masih santai melanjutkan makanannya. "Iya, Cit. Nanti malam Barta mau ikut ke pasar malam. Bisa kan?" Cewek itu mengangguk lalu mengerutkan dahi sesaat. "Yah..." Barta menatapnya sesaat. "Beneran?" Senyum Phoebe semakin lebar. "Bee senang banget. Nggak sabar ketemu sama Zen. Adik Citra gemesin banget soalnya." Lanjutnya. "Iya, sampai ketemu nanti malam ya." Cewek itu mengakhiri percakapan mereka. "Bar, kata Citra mau. Nanti malam ke pasar malam lagi, tapi nggak di tempat kemarin soalnya udah tutup."
"Terus?"
"Tadi ada Kevin. Kata Kevin dia tahu tempat pasar malam yang lebih besar lagi. Banyak mainannya. Nanti malam kita ke situ." Jelasnya bersemangat.
Barta mengangguk, dalam hati terkekeh. Citra pasti uring-uringan menolak Kevin seharian ini. Jika Kevin yang mengajak pergi, siap-siap saja kantong menipis. Cowok itu pastinya menunjuk tempat yang lebih besar.
"Makasih ya, Bar. Bee seneng banget." Katanya sembari tersenyum lebar.
***
Jakarta, 07.11.18
Tsaaaaahhh.... up tiap hari ya hahaha
Lanjut?
Spam koment yuhu.
Ciyee... baru bangun :D
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.