Bab 44. Perbandingan
*Typo bertebaran!
***
"Bee..."
Barta menemui Phoebe yang sedang tergelak bersama teman-teman barunya. Tentu saja, cewek itu mengenalkan Azalea pada Citra dan Queensha. Sehingga mereka terlihat seperti murid normal lainnya, memiliki teman meskipun itu bukan sekelas.
Cewek itu menoleh, lalu tersenyum kaku pada Barta. Kemarin cewek itu tidak masuk sekolah. Barta tidak bisa menghubunginya karena Phoebe meninggalkan ponselnya di rumah Barta. Dia juga tidak tahu alamat Bintang, sehingga yang bisa dilakukannya menunggu Phoebe masuk sekolah.
"Kenapa?" Tanya Phoebe polos.
Barta menarik tangan cewek itu menjauh dari mereka. Membawa ke tempat sepi dengan buru-buru sehingga Phoebe kewalahan mengikuti langkahnya. Barta memelankan langkanya setelah menyadari Phoebe hampir tersandung. Mereka berada di gudang sekolah, Barta memandangnya lekat. "Nanti pulang sama aku ya?" Ajaknya.
Phoebe terkejut. "Eh?" Lalu dia menggeleng. "Bee mau di rumah kak Bintang aja. Takut kalau malam-malam masih hujan dan petir." Jawabnya. "Kalau di rumah kak Bintang, Bee aman. Kak Bintang jagain Bee."
"Bee!" Barta kesal. Tidak suka jika Phoebe menyisipkan cowok lain pada pembicaraan mereka, terutama jika Phoebe lebih terlindungi dengan cowok itu. Entah perasaan macam apa yang sedang menggerogoti hatinya. "Kita mau ujian. Kamu harus belajar." Alibi Barta.
Phoebe menggeleng. "Maaf ya, Bar. Kak Bintang udah ngajarin Bee. Tadi malam juga di ajarin. Terus Bee salah semua lagi. Tapi kak Bintang nggak nyuruh Bee tidur di luar, kak Bintang juga nggak marah. Kak Bintang ngajarin Bee lagi." Ceritanya.
Emosi Barta kembali mencuat. "Kamu nggak seharusnya tinggal sama cowok lain kalau udah bersuami, Bee!"
"Kak Bintang kan udah ada sebelum ada kamu." Balas cewek itu masih tidak menyadari emosi Barta. "Bee pulang sekolah dijemput sama kak Bintang."
"Nggak bisa!" Cowok itu menggeleng. "Kamu harus pulang ke rumah."
"Tapi kamu suka marahin Bee. Bee mau waktu sendiri. Bee nggak bisa belajar kalau dimarah-marahi. Bee takut kamu marah-marah. Jantung Bee nggak kuat dengar suara keras." Jelasnya panjang lebar.
"Aku nggak akan marah-marah lagi."
"Tapi kamu juga nyuruh Bee tidur di luar."
Barta menggeram sembari menggeleng. "Nggak lagi, Bee. Untuk salanjutnya kalau kamu nggak bisa jawab soal pertanyaannya, aku ajarin sampe bisa."
"Bee benar satu, terus kak Bintang langsung beliin es krim buat Bee." Lanjutnya pelan.
"Nanti aku beliin banyak buat kamu."
Phoebe menggeleng, "Bee nggak mau es krim dari kamu." Jawabnya.
"Terus apa?"
"Bee mau dibeliin adek bayi panda kalau bisa jawab soal pertanyaannya."
Barta berdecak. "Iya, nanti aku beliin."
"Lima."
"Iya."
KAMU SEDANG MEMBACA
His Girlfriend [TERBIT]
Fiksi RemajaSUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN! 1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA - 2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 4. QUEEN (PROSES TERBIT) ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
![His Girlfriend [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/148670398-64-k272907.jpg)