Bab 76. Semakin Menjadi-Jadi

61.1K 7.3K 553
                                        


Urutan Paling Bisa mengambil Peluang

Barta -

Stef -

Romeo -

Kevin -




***



"Bee, bangun udah pagi." Kata Barta mengecup pipi Phoebe setelah mengumpulkan kesadarannya ketika baru bangun tidur.

"Jangan ganggu, Bee. Bee masih ngantuk." Jawab Phoebe tanpa membuka mata. Dia menyeruakkan wajahnya pada tumpukan bantal dan boneka kesayangannya.

"Nggak mau mandi dulu?" Phoebe berdehem. "Yaudah, bentar lagi bangun ya." Phoebe kembali hanya berdehem pelan dan Barta mengecup pelipisnya.

Mungkin Phoebe masih capek dengan perjalanannya kemarin bersama teman-temannya. Barta ingin marah, tetapi tidak bisa. Phoebe jarang sekali jalan-jalan seharian bersama temannya. Barta akhirnya memberi waktu, meskipun masih kesal.

Selesai mandi, Barta meringis melihat Phoebe masih tidur nyaman. Wajahnya damai seperti biasa. "Bee, baju aku mana? Kamu belum siapin?" Ucapnya sembari berkacak pinggang dengan hanya handuk berwarna putih melilit di bagian pinggang.

Kening Phoebe mengkerut tidak suka diganggu. Dia menggeliat mencari posisi nyaman dan berbicara pelan. "Ambil sendiri, Bar. Bee masih ngantuk."

"Ini udah mau siang, Bee. Kamu gak ikut ke kampus?" Kata Barta cepat sambil memadang punggung Phoebe.

Phoebe menggeleng. "Nggak. Bee males keluar."

Barta berdecak, lalu mencari bajunya di lemari. Dia sudah terbiasa disediakan pakaian sebelum berangkat ke kampus. Barta mulai tidak bisa rapi, dia mengacak-acak pakaiannya karena bingung hendak mengenakan yang mana. "Bee aku pake baju yang mana hari ini?"

Phoebe meringis, "Celana jeans hitam, kaos putih dan kemeja kotak-kotak navy." Katanya malas.

Barta semakin kesal, mengambil asal bajunya sehingga yang paling atas berantakan. Dia tidak peduli, biarin Phoebe mendumel nanti. Siapa suruh tidak mau bangun menyiapkan keperluannya.

Setelah rapi dengan setelannya, Barta kembali menoleh pada Phoebe yang belum menunjukkan tanda-tanda akan bangun segera. "Bee ayo sarapan dulu."

"Kamu aja, Bar. Nanti Bee bisa sarapan sendiri." Phoebe kesal dan menutup kepalanya dengan bantal.

"Kamu yakin bisa?"

"Bisa." Barta mengangguk dan pergi. Biarin Phoebe kumat! Masih pagi udah bikin Barta males ke kampus.

Berbeda dengan Phoebe yang masih tidur pulas di kamar. Meskipun baru beberapa hari pergi ke kampus bersama Barta dengan keadaan hamil besar, tentu saja menguras tenaga. Phoebe seperti sedang balas dendam dengan tidur sepanjang hari.

Dia bangun ketika merasakan perutnya keroncongan. Mengelus perutnya sembari memesan makanan. Dipastikan tidak ada makanan hari ini, Barta mungkin langsung pergi tanpa ke dapur terlebih dahulu.

His Girlfriend [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang