Urutan tukang boong part II
-
-
-
Nina, Phoebe, Queensha, Citra
***
Sejak pertemuan Barta dan Phoebe seminggu yang lalu tidak ada perubahan untuk hubungan mereka. Phoebe masih tinggal dengan Arin dan Barta juga tinggal di rumah kedua orang tuanya.
Setiap hari Phoebe menangis tanpa sebab sehingga Arin makin kerepotan dibuatnya. Dia juga sering kali melamun dan membiarkan bayinya menangis meskipun direbahkan di sampingnya.
Arin sudah memperingati Phoebe untuk lebih memperhatikan bayinya, namun tetap saja Phoebe keras kepala dan menulikan telinganya. "Bee, adek bayinya nangis." Untuk kesekian kalinya Arin mengingatkan.
Phoebe menyeka wajahnya kasar dan menoleh pada bayi di sampingnya bergerak tidak nyaman serta menjulurkan lidahnya. Bayi itu sepertinya sudah lapar, karena Phoebe tidak ingat sudah berapa lama tidak menyusuinya.
Dia mengangkat bayinya ke pangkuan dengan pelan meskipun masih di derai air mata dan sesegukan. Membuka kancing baju bagian atas kemudian menyusui bayi tersebut. Phoebe tidak separah sebelumnya yang tidak mau menyusui atau memegangnya. Sekarang dia mulai paham kalau bayinya menangis kemungkinan besar lapar atau buang air.
Benar saja, bayinya langsung diam ketika Phoebe menyusuinya. Sembari menggerak-gerakkan kepala, bayi itu tetap memejamkan mata dan nyaman dipangkuan mama mudanya. Phoebe meneteskan air mata sembari mengelus pipinya lembut.
"Jangan nangis lagi." Kata Arin kembali ke kamar Phoebe. "Sekarang kamu nggak bisa nyalahin mama lagi."
Phoebe diam dan menunduk, masih fokus pada anak di pangkuannya.
"Lusa kita akan pergi. Kamu dan adek bayinya pindah." Jelas Arin mengingatkan.
"Kenapa Barta nggak datang, ma?" Tanya Phoebe serak.
Arin menghela nafas kasar. Mantu pengecut! Arin bahkan sudah memberinya kesempatan untuk memilih, namun Barta tidak ada kabar sampai sekarang. Bagaimana Arin bisa mempercayainya menjaga anak serta cucunya?
"Mama udah kasih pilihan. Kalau dia nggak datang, artinya dia menyerah." Jelas Arin tegas.
"Bee yakin, Barta juga cinta sama Bee." Ucapnya pelan.
"Citra nggak harus memiliki." Arin tidak mau kalah.
"Tapi Bee pengin sama Barta. Milikin Barta." Phoebe mulai ngotot.
"Kalau dia nggak mau sama kamu, kamu bisa maksa?" Phoebe makin terisak. "Ngapain ngemis-ngemis sama dia? Kamu makin dipandang rendah kalau kamu ngotot gini." Arin mengingatkan lagi.
Barta bukannya tidak tahu rencana kepindahan Phoebe dan bayinya, dia juga tahu jadwal keberangkatan mereka. Memang Barta saja yang tidak peduli sampai sekarang belum menemui Phoebe lagi.
Kurang baik apa lagi Arin memberikan kesempatan pada Barta? Sudah seminggu berlalu tetapi tidak ada perubahan. Semua pilihan ada di tangannya, Phoebe hanya bisa berharap dan menunggu. Namun sampai sekarang penantiannya belum kunjung berakhir.
KAMU SEDANG MEMBACA
His Girlfriend [TERBIT]
Fiksi RemajaSUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN! 1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA - 2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 4. QUEEN (PROSES TERBIT) ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
![His Girlfriend [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/148670398-64-k272907.jpg)