Bab 72. Tukang Iri

58.9K 6.6K 500
                                        

Urutan paling tegar

Citra -

Nina -

Queensha -

Phoebe -


***


            Sudah beberapa hari Phoebe ikut Barta ke kampus. Banyak kejadian baru yang ditemuinya di kampus suaminya tersebut. Dia semakin kagum dan ingin ikut kuliah, tetapi mengingat dirinya yang susah mengikuti pelajaran, akhirnya di urungkan niat tersebut.

Lagi pula Barta tidak setuju kalau Phoebe kuliah saat ini. Dia sedang hamil besar, seharusnya istrinya itu tetap bersantai di rumah dan menunggunya pulang. Tetapi karena keras kepalanya, Barta mengalah mengikutsertakannya ke kampus.

Beberapa hari ikut ke kampus, mereka sering makan bersama Stef dan Nina di kantin. Siang ini mereka berkumpul kembali sembari menunggu kelas selanjutnya.

Mengetahui Phoebe ikut ke kampus, rasa iri terselip dalam diri Queensha, sehingga mengeluarkan jurus sompretnya agar Romeo ngijinkannya ikut. Akhirnya sejak kemarin dia bertemu dengan Phoebe di kampus, dan hari ini akan datang juga tetapi agak sorean.

"Bee males banget tiap hari ketemu sama Flara-Flara." Gerutu Phoebe sebal.

Barta terkekeh, "Siapa suruh ngekor tiap hari?" Cibirnya sembari merangkul bahu istrinya. Mereka baru keluar dari kelas hendak menyusul Stef dan Nina di kantin.

"Nggak mau! Bee tiap hari harus ikut biar dia nggak gangguin kamu lagi!" Protes Phoebe tidak mau kalah.

"Terserah kamu." Balas Barta tidak ambil pusing.

Phoebe masih kesal dengan Flara mencuri-curi kesempatan untuk terus berbicara dengan Barta. Dia tidak semanis yang Phoebe bayangkan, Flara licik. Phoebe semakin tidak menyukainya, dan mengibarkan bendera perang setiap kali mereka bertemu.

Setiap kali bertemu, dia selalu memandang perut Phoebe sinis. Mereka tahu bahwa Phoebe sekarang sedang mengandung, tetapi tidak pernah sekali pun menyinggungnya. Begitu juga dengan Barta, dia tetap santai meskipun beberapa temannya bercelutuk mengenai keadaan pacar yang selama ini dibawanya.

Barta tahu mereka menggunjing keduanya di belakang. Tidak mau ambil pusing, lagi pula bukan urusan mereka.

Tidak bisa menghindar lagi, Barta dan Flara sekelas. Fakta baru yang Phoebe ketahui dari sindiran-sindiran sengaja teman Flara bahwa sebelum Phoebe mengekori suaminya, mereka duduk selalu bersebelahan.

Bagaimana Phoebe tidak geram seperti cacing kepanasan?! Phoebe cewek tukang iri dan possessive. Dia tidak mau berbagi dengan apa yang dimilikinya.

"Muka lo napa, Bee? Kusut amat kayak kanebo kering." Kata Stef tergelak.

Sesampainya di kantin, mereka menghampiri Nina dan Stef yang sedang serius. Stef dengan sifat possessive-nya merangkul Nina di sudut kantin sehingga tidak ada yang mengganggu.

Barta menarik kursi Phoebe dan membantunya duduk, barulah menarik kursi di sampingnya untuk Barta duduki.

Phoebe makin sebal. "Biasa. Cemburuan!" Jawab Barta memutar bola mata. Dia memanggil karyawan kantin untuk memesan makanan mereka.

His Girlfriend [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang