SUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN!
1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA -
2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA -
3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA -
4. QUEEN (PROSES TERBIT)
ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
Arin menunjukkan wajah ketidaksukaannya terhadap Barta yang baru datang menemuinya. Barta menemui Arin di rumah sakit tanpa member kabar terlebih dahulu dan menunggu mertuanya itu selesai bekerja.
"Maafkan saya." Jawab Barta pelan.
"Kamu tahu kalau saya kecewa, jangan harap saya bisa baik lagi sama kamu!"
"Saya tahu." Kembali Barta menjawab.
Keduanya berada di kantin rumah sakit tempat Arin bekerja, tidak ada yang makanan di depan mereka. Keduanya hanya menumpang tempat saja, karena nafsu makan Arin meluap begitu saja ketika melihat keberadaan Barta. Arin muak pada laki-laki sejenis Barta.
"Apa belum jelas? Buat apa kamu menemui saya lagi? Bukannya kamu senang sekarang?" Cibirnya sarkasme.
"Saya mau membawa Phoebe pulang dan anak kami."
"Mau kamu siksa anak saya lagi?" Sinis Arin menyedekapkan kedua tangan di dada. "Cukup hanya sekali saya meminta kamu menikahi anak saya."
"Ma..."
"Saya bukan mama kamu!" Arin memotong cepat. "Saya tidak sudi memiliki mantu tidak bertanggung jawab seperti kamu!"
"Maafkan saya."
Arin meremehkan, "Tidak ada yang perlu dimaafkan!"
Barta menggeleng pelan, "Saya yang salah membuat perjanjian itu. Dulu saya kacau, saya nggak ingin menikah cepat. Kehamilah Phoebe terlalu cepat, saya masih sekolah."
"Kalau anak saya nggak hamil, mau sampai kapan kamu mempermainkan dia? Bahkan sampe sekarang kamu mempermainkan Phoebe!"
"Sekarang semua sudah berubah, saya bertanggung jawab atas mereka."
"Setelah dipaksa?" Arin kembali meremehkan.
"Maafkan saya. Saya memang labil."
"Lalu sekarang pertanggungjawaban apa yang kamu maksud?"
"Saya mau bawa mereka pulang." Pinta Barta serius. "Saya sayang pada mereka. Saya tidak mau kehilangan mereka."
"Sayang?" Arin menggeleng dramatis. "Saya pikir rasa sayang kamu sudah terlambat!" Tambahnya. "Meskipun cara berpikir anak saya lebih lambat dari anak-anak lain, jika kamu mengungkapkan rasa sayang kamu padanya, dia nggak akan menagih janji kamu!"
"Saya tidak kepikiran ke sana. Saya lupa. Saya sudah nyaman dengan Phoebe." Jelas Barta frustasi.
"Lebih baik simpan rasa sayang kamu untuk yang lain. Karena saya nggak akan merestui kamu dan Phoebe lagi."
"Kenapa mama egois?" Tantang Barta cepat.
"Kamu yang egois!" Arin tidak mau kalah. "Selama ini kemana aja? Berapa bulan kamu menyiksa perasaan anak saya? Berapa kali kamu bikin dia menangis? Kecewakan dia?"
"Saya jamin hal itu nggak akan terulang lagi. Saya cinta sama Phoebe, dan mau melanjutkan rumah tangga kami."
Arin meringis akan situasi sekarang. "Simpan saja rasa kamu untuk hal yang lebih berguna." Cibirnya. "Saya nggak menjamin kamu akan berubah dan mencintai Phoebe. Biarkan dia tinggal bersama saya, kamu silahkan cari apa yang kamu inginkan. Lanjutkan kuliah kamu tanpa adanya mereka yang mengganggu dan merepotkan kamu."
"Saya ingin mereka."
"Untuk kamu sakiti lagi?"
"Bukan."
"Untuk kamu permainkan?"
"Saya nggak akan mengulangi kesalahan yang sama. Saya nggak sebodoh itu meminta mereka kembali jika ingin saya sakiti lagi."
"Bagaimana kalau kamu menemukan perempuan lain? Lebih cantik, lebih mengerti kamu, yang bisa mengurus kamu, dan kalian cocok? Kamu bisa menjamin itu? Kamu bisa nggak berpaling pada perempuan lain?"
Barta diam.
"Usia kamu masih muda, selanjutnya kamu akan bertemu banyak orang. Mereka akan lebih menarik perhatian kamu, terutama jika Phoebe tidak bisa apa-apa. Tidak becus mengurus rumah, mengurus anak dan sebagainya." Jelas Arin panjang lebar. "Kamu akan bosan."
"Kenapa mama menyimpulkan seperti itu? Saya memang masih muda, tapi umur tidak menjamin pola pikir akan labil selamanya."
"Mau membuktikan sendiri?" Tantang Arin menyeringai. "Yakin kamu akan tetap sabar disaat kamu baru pulang ke rumah dan Phoebe berubah kekanak-kanakan? Melaporkan semua dari hal yang tidak penting menjadi masalah besar baginya?" Arin tidak segan-segan mengumbar keburukan Phoebe yang selama ini menjadi masalah bagi Barta.
"Ma?!"
"Jika kamu bisa berjanji dan sanggup sabar menghadapinya, silahkan kamu bawa mereka pulang. Tapi kalau kamu nggak sanggup, biarkan mereka pisah dari kamu. Sekarang pilihan ada di tangan kamu, bukan di tangan saya!"
***
Jakarta, 22.05.19
Menuju End
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gengs, untuk Pre Order Novel Crazy Possessive akan berakhir besok.
Masih ada waktu satu hari lagi. Dan mau infoin kabar gembira, bahwa orderan sebelumnya di kirim minggu ini.
Silahkan kirm form ke nomor tertera dan ikuti langkah selanjutnya. Tapi nanti pengiriman dari Tegal ya. Nah siap-siap tuh deket Tegal murah ongkirnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
PO CRAZY POSSESSIVE 08- 22 MEI 2019 Dengan Harga DICS 10% Rp. 82.800.