Bab 82. Tenda dan Api Unggun

62K 6.9K 706
                                        


Urutan termager

Queensha -

Phoebe -

Nina -

Citra -



***


            Sesuai keinginan Phoebe, keesokan harinya mereka pergi liburan ke pantai. Menyewa satu villa untuk menampung mereka berdelapan. Pada akhirnya tidak ada yang jadi pergi ikut outbond.

Queensha yang awalnya ngotot ikut outbond akhirnya luluh juga. Begitu juga dengan kedua teman mereka, Alex dan Oren. Mereka enggan bergabung, tetapi Queensha dan Phoebe maksa ikut.

Oren masih canggung dengan mereka, lebih mending Alex yang mudah gabung dengan para cowok. Sekarang mereka sedang sibuk merapikan barang di kamar masing-masing.

Berbeda dengan Barta dan Phoebe. Keduanya ada di depan villa, dengan Phoebe duduk di kursi dan Barta sibuk membuat tenda serta api unggun kecil. Sesuai permintaan istrinya, Barta repot sejak tiba di sana, tidak tahu jam berapa akan selesai.

Tidak seperti yang lain, mereka ogah tidur di tenda. Ada banyak kamar di villa tersebut, untuk apa repot-repot bangun tenda lagi?

Phoebe mengangsurkan botol minum untuk suaminya. Barta berhenti sejenak, lalu kembali sibuk dengan tendanya. Phoebe senyum-senyum melihat suaminya, ralat, lebih tepatnya pada tendanya.

Akhirnya dia merasakan tidur di tenda. Sudah lama sekali ingin merasakannya, sejak masuk sekolah. Tetapi Arin tidak pernah mengijinkannya pergi. Phoebe yang cengeng dan tukang nangis tidak sampai hati untuk dilepaskan pergi sendiri oleh mamanya.

"Lah, belum kelar juga? Huakakakaka..."

Phoebe dan Barta menoleh pada asal suara. Stef sedang menertawakan mereka. Dia sudah selesai mandi dan tentu saja wangi. Barta mendengkus, sedangkan Phoebe mengerucutkan bibirnya.

"Berisik!" Umpat Barta.

Stef mendekat, "Bee kasian amat laki lo." Ucapnya dramatis. "Kalau ujan, ujung-ujungnya nggak bisa tidur di tenda, hehe."

"Kamu doain malam ini ujan?" Tanya Phoebe galak.

"Iya dong, Bee. Biar enak nanti malam anget-angetan." Stef menyeringai tengil.

Phoebe makin kesal, "Bee juga bisa sayang-sayangan sama Barta." Jawabnya sembari meleletkan lidah.

"Anjir si bocah!" Stef kembali tergelak. "Kalau ujan basah-basahan dong."

"Biarin!" Phoebe tidak mau kalah.

Barta sudah selesai membangun tenda, dia mendekat pada Phoebe dan mengambil beberapa kayu bakar yang mahal-mahal dibelinya demi sang istri.

"Bee, nanti kalau kebakaran gosong badan lo. Barta minta cerai." Stef masih semangat manas-manasin Phoebe.

"Nggak!" Phoebe mengelak. Meraih lengan Barta dan memeluk erat. "Barta tetap sama Bee."

"Nggak percaya." Stef memutar bola mata. "Makanya kudu cantik Bee kayak cintanya gue si bubun." Alay Stef sudah mendarah daging. Dia menggigit ujung es kiko yang sejak tadi belum habis-habis di tangannya. Sengaja nunjukin pada Phoebe biar cewek itu minta juga, terus Stef nggak mau bagi.

His Girlfriend [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang