Urutan paling kampret
.
.
.
.
.
.
Stef, Kevin, Romeo, Barta -
***
"Kamu jangan marah sama Bee lagi."
"Iya, nggak." Wajah Phoebe lega, dia memaksa senyum di wajahnya sehingga Barta merasa lebih baik sekarang. Phoebe mendekat dan memeluk Barta erat sembari mengecup pipi kiri suaminya.
Tanpa diketahui oleh Phoebe bagaimana Barta mencarinya tadi ke berbagai tempat. Siapa yang tidak khawatir jika mereka tidak bisa dihubungi?! Bahkan Barta menurunkan harga diri dengan meminta nomor Bintang dari mertuanya.
Bagaimana Barta tidak marah melihat Phoebe memberikan bingkisan pada Bintang dan lelaki itu memeluk istrinya di depan rumahnya?! Lalu mereka memasuki rumah dengan senyum sumringah seolah-olah keduanya lah berstatus suami istri!
Barta tidak berpikir untuk mandi sebelum Phoebe pulang. Meskipun tahu bersama siapa istrinya pergi, suami mana yang akan tetap tenang jika mengetahui lelaki yang pergi bersama istrinya menyimpan perasaan sejak lama?!
Lalu bagaimana Barta tidak marah ketika pulang ternyata tangan istrinya terkilir dan memar? Tanpa ada yang tahu bagaimana Barta mengacak-acak kotak obat yang ternyata perbannya sedang habis? Lalu dia terpaksa pergi ke apotik untuk membelinya dan meninggalkan Phoebe masih kesakitan!
Apa Barta akan menerima alasan jika terjadi sesuatu terhadap Phoebe? Bagaimana keadaan anaknya jika Phoebe tabrakan dan terjadi sesuatu pada mereka?!
Dia peduli! Barta memikirkannya sehingga tidak mengijikan Phoebe ikut dengannya di luar rumah selama satu harian. Phoebe tipikal cewek rewel kalau tidak nyaman dengan tempatnya. Bukan hanya merengek, cewek itu bahkan masih sering sekali menangis karena hal-hal spele.
"Bar, Besok Bee ikut sama kamu ke kampus." Phoebe si biang rusuh tetap saja menagih janji meski keadaannya seperti ini.
Keduanya sudah berbaikan. Sekarang sedang berbaring sambil berpelukan. Phoebe mengganti posisi tidur seperti biasa menghadap pada Barta agar tangannya tidak ditindih selama tidur.
"Kamu harus istirahat minimal dua hari. Nggak boleh kemana-mana." Elak Barta menolak.
Phoebe cemberut, "Kenapa? Tangan Bee kan nggak sakit banget."
Barta menghela nafas panjang. Entah ini sesuatu perasaan atau dia hanya ingin menyelesaikan masalah dalam waktu sesingkat-singkatnya sehingga lebih sering mengalah. "Tunggu sembuh dulu, baru kamu boleh ikut ke kampus." Janji barta sambil mengecup pergelangan tanganya yang dibalut perban.
Phoebe berbinar senang. "Serius, Bar? Bee boleh ikut?" Tanyanya antusias.
"Iya." Jawab Barta. "Sekarang tidur." Barta meletakkan tangan kiri Phoebe di ceruk lehernya dan mendekatnya sehingga hidung mereka bersentuhan di atas satu bantal berdua.
KAMU SEDANG MEMBACA
His Girlfriend [TERBIT]
Teen FictionSUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN! 1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA - 2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 4. QUEEN (PROSES TERBIT) ADA JUGA SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DE...
![His Girlfriend [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/148670398-64-k272907.jpg)