Bab 83. Sayang

68.2K 7.3K 1.1K
                                        

Urutan terkampret part 2

Phoebe -

Queensha -

Nina -

Citra -





***


            "Makan yang banyak, Bee." Kata Nina mengangguk.

"Cintah, yayah jangan lupain. Jangan inget Phoebe terus." Stef langsung iri.

"Queen juga mau."

"Tuh, kan..." Stef cemberut.

"Gue duluan." Alex berdiri dan pergi meninggalkan mereka. Stef terkekeh dan menyenggol Queensha agar melihat tampang kesal Romeo. Tetapi Queensha tidak mengerti kode cowok najong tersebut, dia melihat wajah Romeo jutek seperti biasa.

Queensha tidak terpengaruh, selagi ada teman-temannya apapun yang Romeo lakukan dia santai saja. "Habis ini kita ngapain? Queen udah bosen denger Stef nyanyi. Suaranya cempreng." Ejeknya menyengir lebar.

"Kampret!"

"Tidur lah!" Jawab barta. "Buru beresin!"

"Bar, Bee juga udah ngantuk." Lapor Phoebe setelah minum. Dia menyandar di dada suaminya dan menguap.

Barta mengelus rambutnya lembut lalu mengecup. "Ke kamar mandi dulu sebelum tidur." Kata Barta.

Phoebe menggeleng manja sambil mengerucutkan bibir, serta kedua tangannya memeluk tubuh suaminya erat. "Bee nggak pengen ke kamar mandi."

"Ayo, ditemenin." Ajak Barta tidak kehabisan akal.

Phoebe mengerutkan dahi sejenak lalu mengangguk semangat. "Ayo." Ajaknya sembari beranjak.

Keduanya memasuki rumah dan beberapa saat kemudian kembali keluar. Di sana keempat temannya masih sibuk makan dan bercanda. Stef paling miris, badannya habis digebuki oleh Nina.

"Masuk kandang, masuk kandang." Kekeh Stef tengil melihat Phoebe dan Barta kembali ke tenda. Phoebe melotot tidak terima, tetapi Stef tetap bandel. "Masuk kandang sempit." Lanjutnya.

"Biarin, wleee..." Phoebe meleletkan lidahnya.

"Bee, Queen ikut." Queensha masih berharap.

"Nggak boleh!" Phoebe tetap bersikukuh menolak Queensha. "Queen bisa bikin di samping sini. Queen nggak boleh ikut Bee sama Barta!" Dia mendekap lengan Barta.

Barta memutar bola mata lalu membuka resleting tenda. Terlebih dahulu membersihkan tempat kecil tersebut sebelum mereka tidur. Tenda itu penuh pasir, pastinya kerjaan Queensha dan Stef yang kepo sewaktu mereka mandi tadi.

"Queen nggak boleh ikut sama Phoebe. Queen bujuk Romeo bikin tenda lain." Kata Nina membujuk. "Tidur di tenda nggak enak lho, Queen. Mending di rumah aja. Nggak panas, terus tidurnya juga enak."

"Tapi Queen pengin ikut juga." Queensha mengerucutkan bibir sambil melirik Romeo yang sedang sibuk dengan ponsel. Nina berbisik di telinga Queensha. Cewek itu terkejut dan memandang Nina tidak percaya. "Serius, mbak?"

"Iya." Nina mengangguk.

Queensha mengangguk. "Queen nggak mau. Queen tidur di rumah aja sama Romeo."

His Girlfriend [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang